Tuesday, June 30, 2015

Belajar Tentang Nyeri

Hari Selasa, tanggal 30 Juni 2015 jadwal aku ke dokter ortopedi di RS Eka Hospital untuk konsultasi masalah tulang pinggulku yang masih saja terasa nyeri. Dokternya datang telat, seharusnya dia mulai praktek jam 8 pagi, tapi dia baru muncul jam 10, sebel juga menunggu selama 2 jam, pas dokternya datang aku protes berat eh dia senyam senyum sambil garuk-garuk kepala dan minta maaf he...he. Sambil menunggu dokter datang, aku sempat ambil brosur yang tersedia di RS tersebut tentang pengelolaan rasa nyeri, sebagian isi brosurnya aku tulis kembali di blog ini dan juga hasil searching  tentang nyeri di internet, mudah-mudahan berguna bagiku yang saat ini sering merasa nyeri dan mungkin berguna juga bagi pembaca blog ini. 

Apa itu nyeri ? Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang diakibatkan oleh kerusakan jaringan yang tampak maupun tidak tampak. Nyeri dapat diakibatkan oleh panas, dingin, tekanan, pembedahan/luka bahkan cahaya yang sangat terang. Nyeri dapat mempengaruhi tubuh secara keseluruhan dan dapat menimbulkan dampak yang serius. Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap rasa nyeri.

Mengelola Rasa Nyeri 
Pengelolaan rasa nyeri yang baik dapat membantu pasien dalam :
  • melatih tubuh yang merupakan hal penting dalam proses pemulihan (latihan nafas dalam, bergerak)
  • mencegah komplikasi
  • memberikan rasa nyaman pada waktu pemulihan
  • pemulihan lebih cepat
Ada beberapa kekhawatiran mengenai obat nyeri yang dapat menyebabkan pasien ketagihan. Pada kenyataannya, pemberian obat nyeri yang memadai berdasarkan resep dokter tidak akan menyebabkan ketagihan. Dengan pengobatan yang ada saat ini, rasa nyeri yang diderita pasien dapat diminimalisir. Jadi sangat penting menginformasikan rasa nyeri yang dirasakan pada dokter dan jika pernah mengalami rasa nyeri yang sama dan obat nyeri yang pernah diminum perlu diinformasikan juga ke dokter.

Obat nyeri dapat diberikan dalam bentuk tablet, injeksi, suppositoria (melalui anus), injeksi melalui infus dan melalui kateter epidural. Bagi pasien yang baru menjalani pembedahan, obat nyeri sebaiknya diminum teratur 3-4 hari sampai nyerinya berkurang/hilang.

Teknik lain yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri adalah pemijatan (massage), posisi tidur yang nyaman, knompress dingin/panas, relaksasi dan meditasi, teknik distraksi, relaksasi dengan musik dan aroma theraphy. Teknik-teknik ini harus disesuaikan dengan kondisi pasien, jenis penyakit/operasi dan kondisi lingkungan.

Untuk kasus nyeri pinggul yang aku alami, dokter telah melakukan pemeriksaan lanjut MRI dan CT Scan pada tulang belakang di sekitar pinggang/pinggul dan hasilnya baik-baik saja, dokterpun berkesimpulan bahwa nyeri yang kurasakan pada pinggul ini disebabkan oleh kista itu sendiri yang menekan tulang. Semoga rasa nyeri ini semakin berkurang dan kistanya tidak membesar dan bisa hilang tanpa perlu dilakukan operasi. Aamiin Ya Rabbal'alamin.

Klasifikasi Nyeri
Menurut Smeltzer (2001), nyeri dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 

a. Nyeri akut
Nyeri akut biasanya serangannya tiba- tiba dan umumnya berkaitan dengan cedera spesifik. Nyeri akut mengindikasikan bahwa kerusakan atau cedera telah terjadi. Hal ini menarik perhatian pada kenyataan bahwa nyeri ini benar terjadi dan mengajarkan kepada kita untuk menghindari situasi serupa yang secara potensial menimbulkan nyeri. Jika kerusakan tidak lama terjadi dan tidak ada penyakit sistematik, nyeri akut biasanya menurun sejalan dengan terjadi penyembuhan; nyeri ini umumnya terjadi kurang dari enam bulan dan biasanya kurang dari satu bulan. Untuk tujuan definisi, nyeri akut dapat dijelaskan sebagai nyeri yang berlangsung dari beberapa detik hingga enam bulan.

b. Nyeri kronik
Nyeri kronik adalah nyeri konstan atau intermiten yang menetap sepanjang suatu periode waktu. Nyeri ini berlangsung di luar waktu penyembuhan yang diperkirakan dan sering tidak dapat dikaitkan dengan penyebab atau cedera spesifik. Nyeri kronis dapat tidak mempunyai serangan yang pasti/tetap dan sering sulit untuk diobati karena biasanya nyeri ini tidak memberikan respons terhadap pengobatan yang diarahkan pada penyebabnya. Meski nyeri akut dapat menjadi signal yang sangat penting bahwa sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya, nyeri kronis biasanya menjadi suatu masalah dengan sendirinya.

Mekanisme Neurofisiologik Nyeri 
Struktur spesifik dalam sistem syaraf terlibat dalam mengubah stimulus menjadi sensasi nyeri. Sistem yang terlibat dalam transmisi dan persepsi nyeri disebut sebagai sistem noniseptik. Sensivitas dari komponen sistem noniseptik dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor dan berbeda diantara individu. Tidak semua orang yang terpapar terhadap stimulus yang sama mengalami intensitas nyeri yang sama. Sensasi yang sangat nyeri bagi seseorang mungkin hampir tidak terasa bagi orang lain. Lebih jauh lagi, suatu stimulus dapat mengakibatkan nyeri pada suatu waktu tetapi tidak pada waktu lain. Sebagai contoh, nyeri akibat artritis kronis dan nyeri pascaoperatif sering terasa lebih parah pada malam hari (Smeltzer, 2002).

Salah satu neuromodulator nyeri adalah endorfin (morfin endogen), merupakan substansi sejenis morfin yang disuplai oleh tubuh yang terdapat pada otak, spinal dan traktus gastrointestinal yang memberi efek analgesik, pada saat neuron nyeri perifer mengirimkan sinyal ke sinaps, terjadi sinapsis antara nyeri perifer dan neuron yang menuju ke otak tempat seharusnya untuk substansi nyeri, pada saat tersebut endorfin akan memblokir lepasnya substansi nyeri tersebut (Tamsuri, 2007).

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan atau menurunkan sensivitas Nyeri
Menurut Smeltzer, (2001) faktor-faktor yang mempengaruhi respon nyeri adalah :

a. Pengalaman masa lalu
Individu yang mempunyai pengalaman yang multiple dan berkepanjangan dengan nyeri akan lebih sedikit gelisah dan lebih toleran terhadap nyeri dibanding dengan orang yang hanya mengalami sedikit nyeri. Bagi kebanyakan orang, bagaimanapun, hal ini tidak selalu benar. Sering kali, lebih berpengalaman individu dengan nyeri yang dialami, makin takut individu tersebut terhadap peristiwa yang menyakitkan yang akan diakibatkan.

b. Ansietas (kecemasan)
Hubungan antara nyeri dan ansietas bersifat kompleks. Ansietas seringkali meningkatkan persepsi nyeri, tetapi nyeri juga dapat menimbulkan suatu perasaan ansietas. Pola bangkitan otonom adalah sama dalam nyeri dan ansietas. Sulit untuk memisahkan suatu sensasi. Paice (1991) melaporkan suatu bukti bahwa stimulus nyeri mengaktifkan bagian limbik yang diyanikini mengendalikan emosi seseorang, khususnya ansietas. Sistem limbik dapat memproses reaksi emosi terhadap nyeri, yakni memperburuk atau menghilangkan nyeri.

c. Budaya
Keyakinan dan nilai-nilai budaya mempengaruhi cara individu mengatasi nyeri. Individu mempelajari apa yang diharapkan dan apa yang diterima oleh kebudayaan mereka. Hal ini meliputi bagaimana bereaksi terhadap nyeri. Ada perbedaan makna dan sikap dikaitkan dengan nyeri diberbagai kelompok budaya. Suatu pemahaman tentang nyeri dari segi makna budaya akan membantu perawat dalam merancang asuhan keperawatan yang relevan untuk klien yang mengalami nyeri (Potter, 2005).

d. Usia
Usia merupakan faktor penting yang mempengaruhi nyeri, khususnya pada anak-anak dan lansia. Perkembangan, yang ditemukan diantara kelompok usia ini dapat mempengaruhi bagaimana anak-nak dan lansia bereaksi terhadap nyeri. Anak yang masih kecil mempunyai kesulitan mengungkapkan dan mengekspresikan nyeri.

e. Plasebo
Plasebo merupakan zat tanpa kegiatan farmakologik dalam bentuk tablet, kapsul, cairan injeksi dan sebagainya. Plasebo umumnya terdiri atas gula, larutan salin normal, dan atau air biasa. Karena plasebo tidak memiliki efek farmakologis, obat ini hanya memberikan efek dikeluarkannya produk ilmiah (endogen) endorfin dalam sistem kontrol desenden, sehingga menimbulkan efek penurunan nyeri (Tamsuri, 2006).

Pengukuran Nyeri
Pengukuran nyeri dapat dilihat dari tanda-tanda karakteristik yang ditimbulkan, yaitu:
  1. Nyeri ringan umumnya memiliki gejala yang tidak dapat terdeteksi 
  2. Nyeri sedang atau moderat memiliki karakteristik : Peningkatan frekuensi pernafasan, Peningkatan tekanan darah, Peningkatan kekuatan otot, dilatasi pupil. 
  3. Nyeri berat memiliki karakteristik : Muka pucat, Otot mengeras, Penurunan frekuensi nafas dan tekanan darah, Kelelahan dan keletihan.
 Salam Ina

Thursday, June 18, 2015

Kutipan Khotbah Nabi Awal Ramadhan

Awal Ramadhan 1436 H telah ditetapkan Pemerintah jatuh pada hari Kamis, tanggal 18 Juni 2015. Alhamdulillah 2 ormas Islam besar di Indonesia yaitu Muhammadyah dan NU memulai bulan Ramadhan kali ini secara serentak. Mudah-mudahan tanggal 1 Syawal 1436 H juga dapat disepakati pada tanggal dan hari yang sama pula, biar masyarakat muslim Indonesia bisa sama-sama merayakan hari kemenangan tersebut.

Marhaban Ya Ramadhan, semoga kita dapat memanfaatkan kemuliaan bulan ini dengan beribadah dan beramal sholeh dengan kuantitas dan kualitas yang terbaik sesuai perintah Allah SWT agar kita menjadi hamba yang bertakwa dan mendapat ridha-Nya. Aamiin. 

Berikut kutipan Khotbah Nabi Muhammad SAW menyambut bulan Ramadhan, khotbah Nabi itu singkat tetapi menyentuh hati. Nabi menyampaikan pesan keutamaan dan keagungan bulan suci Ramadhan dan pesan moral lainnya sebagai berikut :

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.

Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.Ketahuilah! Allah ta`ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.

“Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.“Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’. “Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.

“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka.Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.

“Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu. “Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya .Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka. “Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).

Salam Ina

Sunday, May 31, 2015

Kista Tulang dan PET Scan

Sehari sebelum tanggal ulang tahunku yang ke 50 tahun, tepatnya hari Jum'at tanggal 8 Mei 2015, aku merasakan sakit di sekitar pinggul dan kaki kanan ketika melangkah, rasa sakit tersebut tidak terus menerus, kadang-kadang hanya pada satu langkah saja lalu kembali normal, saat itu aku belum ke dokter karena aku pikir hanya lelah saja dan berharap akan pulih dengan sendirinya ketika istirahat.

hasil rontgen
Minggu berikutnya, rasa sakit berupa nyeri ketika melangkah semakin sering kurasakan, tapi aku tetap masuk kantor, kelihatannya ada yang tidak beres nih, aku mendaftarkan diri untuk konsul ke dokter ortopedi langgananku di RS Eka Hospital dan dapat jadwal konsul hari Selasa siang tanggal 12 Mei 2015. O la la ternyata ketika aku akan ke RS siang itu, dapat kabar bahwa dokter membatalkan prakteknya dan juga beliau akan cuti long weekend sampai tanggal 17 Mei 2015. Agar tidak terlewatkan kesempatan konsultasi, aku langsung daftar untuk konsul minggu depan, hari Senin pagi tanggal 18 Mei 2015, kebetulan dokter ortopediku ini agak sulit ditemui, kadang-kadang prakteknya batal atau molor berjam-jam karena dia harus operasi pasien di RS lainnya.

Waduh kebayang kalau aku harus menahan rasa sakit beberapa hari lagi sampai diketahui apa yang terjadi dengan pinggul kananku ini. Aku tidak terpikir untuk konsul ke dokter di RS lainnya, karena konsultasi dengan dokter langgananku tentu saja lebih nyaman, karena dia sudah tau medical recordku. Aku juga masih berasumsi bahwa sakit kaki ini mungkin terkait dengan Osteoarthritis pada lutut kanan yang sudah diketahui sejak tahun 2010.  Untuk mengatasi rasa sakit, aku mulai minum obat herbal glukosamin (Viostin DS) dan makan kolang kaling yang kata teman-temanku baik untuk sendi.  Oh ya aku juga sudah pernah 2 x dioperasi di lutut kanan ini karena adanya ganglion, operasi pertama tahun 1998 di RS Arun-Aceh dan operasi ke 2 tahun 2010 di RSPP-Jakarta (ceritanya ada disini).

Pada hari Senin tanggal 18 Mei 2015, aku konsul ke dokter ortopedi dan menceritakan rasa sakit yang kualami, dokter memeriksa aku secara fisik dengan meminta aku melakukan beberapa gerakan pada kaki, lutut dan pinggul, lalu dia memintaku untuk melakukan rontgen. Selesai rontgen aku balik lagi ke ruang prakteknya, hasil pembacaan dokter radiologi keadaan di sekitar tulang pinggulku baik-baik saja, namun dokter orthopediku tidak yakin dengan hasil rontgen tersebut dan memintaku untuk melakukan MRI (Magnetic Resonance Imaging), menurut dia pasti ada sesuatu yang tidak beres di sekitar pinggul kananku karena pada test secara fisik ...  positip ada "sesuatu" yang menyebabkan rasa sakit di pinggul kananku.

salah satu gambar hasil MRI,
tanda putih pada sebelah kiri gambar menunjukkan kista
Hari itu juga aku melakukan MRI, pembacaan MRI baru selesai sore hari, sehingga aku nggak bisa ketemu dokter ortopedi karena jam prakteknya sudah selesai, aku langsung daftar untuk konsul hari Selasa tanggal 19 Mei 2015. Dari hasil MRI tersebut dan konsultasi dengan dokter ortopedi didiagnosa bahwa ada kista tulang di tulang pinggul kananku dengan ukuran sekitar 1.6 x 1.1 x 1 cm (LL x CC x AP), dokter langsung minta aku untuk melakukan PET Scan. 

Aku mulai cemas dan minta dokter menerangkan apa itu PET Scan karena aku baru mendengar istilah tersebut pertama kali. Beliau menerangkan bahwa PET (Positron Emission Tomography) Scan itu adalah alat untuk mendeteksi adanya sel kanker serta penyebarannya, kalau zaman dulu .. jika ada kista atau tumor tulang, harus dilakukan biopsi untuk melihat ada atau tidaknya sel kanker. Analisa PET Scan ini harus dilakukan di RS lainnya karena di RS Eka Hospital belum tersedia peralatan tersebut.

Waduh ngeri kali ... aku tanya ke dokternya, apa menurut dokter aku kena kanker tulang ?? beliau menjawab diplomatis "jangan berandai-andai dulu, makanya saya minta dilakukan PET Scan, agar lebih jelas tentang kista tulang tersebut, baru bisa dilakukan treatment berikutnya". Terus terang aku agak terpukul dengan hasil diagnosa ini, Ya Allah bagaimana jika ternyata aku kena kanker, jauhkan aku dari penyakit tersebut, aku berdoa dalam hati. Terbayang rasa sakitnya kanker tulang ini, karena aku pernah punya teman sekamar ketika kost di Bandung yang menderita kanker tulang dan aku menyaksikan proses sakitnya temanku itu dari awal sampai bertambah parah dari hari ke hari dan akhirnya meninggal dunia sekitar 7 bulan setelah didiagnosa kanker tulang. Aku hanya bisa mengucapkan Ya Allah ... berulang kali, Engkaulah sandaran hidupku, kuatkan aku, menerima apapun hasil PET Scan nanti :(

Aku juga tanya ke dokter, apa yang menyebabkan rasa nyeri ini ? beliau menerangkan kemungkinan adanya micro fracture atau peradangan atau bisa juga karena adanya keganasan (kanker), untuk itu aku diminta hati-hati dalam melakukan gerakan, tidak boleh ada hentakan seperti lari, lompat atau jalan terburu2, jatuh atau terbentur karena dengan adanya kista tulang ini, sebagian tulang berisi cairan sehingga kekuatan tulang jadi berkurang dan mudah patah atau retak. Untuk mengatasi rasa nyeri yang semakin sering ini, dokter memberikan resep obat anti nyeri (voltaren tablet) untuk kuminum jika terasa sakit. "Segera lakukan PET Scan ya bu" ... begitu pesannya sambil memberikan laporan diagnosa untuk dokter perusahaan dan surat pengantar untuk RS yang melakukan PET Scan, dokter merekomendasikan agar aku melakukan PET Scan di RS Siloam MRCC Semanggi.

Besoknya hari Rabu tanggal 20 Mei 2015, aku lapor ke dokter perusahaan dan minta dibuatkan surat jaminan untuk PET Scan tersebut, lalu aku menelpon RS Siloam MRCC Semanggi dan dapat jadwal PET Scan tanggal 27 Mei 2015 jam 8.30. Ternyata untuk PET Scan ini harus mendaftar jauh-jauh hari karena antriannya panjang. Kalau tidak salah hanya ada 4 lokasi RS di Jakarta yang bisa melakukan PET Scan yaitu RSCM, RS Kanker Dharmais, RS Siloam MRCC Semanggi dan RS Gading Pluit.

Selama menunggu jadwal PET Scan, pinggul kananku semakin nyeri ketika melangkah dan karena aku tahu ada kista, aku semakin paranoid, takut tiba-tiba tulangku patah dan jatuh terjerembab. Akupun rajin searching di internet informasi tentang tulang dan penyakit-penyakit yang menyertainya terutama tentang kista tulang. Dari informasi yang aku peroleh, aku semakin cemas karena mengetahui bahwa treatment untuk kista tulang ini tidak mudah dan termasuk penyakit yang agak jarang terjadi walaupun kista jinak sekalipun, apalagi jika kista tersebut timbul karena adanya kanker, baik berasal dari tulang itu sendiri (kanker primer) maupun karena penyebaran dari kanker di lokasi tubuh lainnya (kanker sekunder).

Setiap malam aku berdoa sambil menangis ... Ya Allah sembuhkan penyakitku ini dan jauhkan aku dari penyakit yang berbahaya. Aku mohon ampun pada Allah SWT, karena seringkali ketika dalam kondisi sehat, aku lupa bersyukur atas nikmat Allah SWT yang begitu besar pada diri/tubuh ini, termasuk kemudahan dalam bergerak dan beraktifitas, Ya Allah ampunilah dosa-dosaku selama ini yang sering melupakan nikmatMu, berikan aku kesabaran dan kekuatan atas ujianMu ini. Engkaulah Yang Maha Penyembuh, aku mohon beri kesembuhan untuk penyakitku ini. Aamiin Ya Rabbal'alamin.

Hari Jumat tanggal 23 Mei 2015, aku minta izin ke atasanku untuk tidak masuk kantor karena hari itu aku merasakan sakit yang luar biasa ketika melangkah, sampai keluar keringat dingin, saat itu aku belum berani minum obat anti nyeri karena menurut dokter obat tersebut diminum jika sangat diperlukan karena dapat menimbulkan gangguan terhadap lambung. Akupun kembali ke RS Eka Hospital, karena dokter ortopediku tidak praktek di hari Jum'at, aku konsul ke dokter syaraf karena aku ingin memeriksakan kondisiku lebih detail apakah sumber sakit ini dari tulang atau ada syaraf yang terjepit. 

Dokter syaraf tersebut cukup komunikatif dan karena dokter itu juga perempuan, aku tidak malu2 untuk menunjukkan lokasi rasa sakit dipinggulku, bahkan sempat curhat dengan mata berkaca-kaca bahwa aku takut jika ternyata aku menderita kanker. "Ibu tidak usah takut .. lakukan PET Scan sesuai anjuran dokter ortopedi, agar jelas jenis penyakitnya, lebih cepat diketahui lebih baik agar treatmentnya tepat, semoga bukan kanker" begitu katanya membesarkan hatiku. 

Dokter ini juga mempelajari hasil MRI bahkan dia sempat konsultasi juga ke dokter radiologi karena masalah tulang bukan keahliannya, dia juga melakukan pemeriksaan untuk melihat apakah ada syaraf yang terjepit atau tidak. Kesimpulannya sama dengan yang diterangkan oleh dokter ortopedi bahwa rasa sakit tersebut timbul dari tulang yang sudah diketahui ada "kistanya" dan bukan syaraf terjepit. Dokter itu juga menganjurkan obat anti nyeri dan obat untuk lambung dari dokter ortopedi diminum saja, agar rasa sakitnya berkurang dan agar aku lebih nyaman beraktifitas.

Hari Rabu tanggal 27 Mei 2015, dengan ditemani suamiku, aku ke RS Siloam MRCC Semanggi untuk registrasi sesuai jadwal yang diberikan. Oh ya nama fungsi di RS Siloam Semanggi yang melakukan PET Scan adalah Kedokteran Nuklir bukan Radiologi, jadi kalau minta surat pengantar ditujukan ke bidang tersebut biar tidak salah tujuan pemeriksaan. Persyaratan untuk PET Scan ini adalah sehari sebelumnya, tidak boleh makan makanan yang merangsang lambung (asam atau pedas), tidak boleh minum teh, kopi atau minuman beralkohol, harus cukup istirahat, minum air putih yang banyak dan harus berpuasa minimal 6 jam sebelum PET Scan dilakukan (tapi tetap boleh minum air putih). Selain itu pasien juga harus membawa surat pengantar dan hasil pemeriksaan sebelumnya seperti hasil rontgen, MRI dll.
PET Scanner, gambar dicopy dari website www.nhs.uk
Setelah registrasi, pasien dipanggil masuk ke area pemeriksaan (yang boleh masuk hanya pasien saja), kita diminta untuk mengganti baju yang disediakan, semua harus dibuka kecuali celana dalam, termasuk benda-benda logam yang ada seperti cincin, kalung, jam/gelang, jepit rambut atau peniti untuk jilbab. Ada tersedia loker yang dapat dikunci untuk meletakkan barang-barang pasien seperti tas, HP dan baju. Sebelum disuntikkan zat radiofarmaka untuk PET Scan, berat dan tinggi badan serta kadar gula darah kita diukur terlebih dahulu untuk menentukan dosis yang dibutuhkan, oh ya nama zat radiofarmaka tersebut adalah Fluor 18 Fluorodeoxylucose (FDG).  Pasien juga diminta untuk minum air putih yang banyak setelah zat radiofarmaka disuntikkan, tersedia 2 botol air putih @ 600 ml, aku hanya sanggup menghabiskan sekitar 1.5 botol saja.
 
Setelah sekitar 1 jam dari penyuntikan, pasien diminta untuk masuk ke suatu ruangan (mirip peralatan CT Scan dan MRI) berupa tempat tidur yang ada tabungnya. Pasien diminta untuk naik ke atas tempat tidur dengan tangan diletakkan di atas kepala, lalu diberi ikatan di sekitar pinggang agar pasien tidak jatuh dan bergerak selama pemeriksaan. Peralatan PET Scan dijalankan maju dan mundur beberapa kali, pemeriksaan selesai sekitar 15 - 20 menit, lalu pasien diminta menunggu di ruang tunggu dan sudah boleh makan dan minum. Rupanya pasien yang sudah pernah di PET Scan pada bawa bekal makanan, aku tidak tau info ini, jadinya hanya minum air putih dan kue kering yang tersedia di RS ini.

Di ruang tunggu pasien ini, banyak pasien-pasien kanker yang sedang menunggu jadwal pemeriksaan maupun jadwal untuk boleh pulang setelah dilakukan scanning dengan radiasi. Mereka sangat optimis menjalani proses pengobatan kanker yang tentu saja tidak mudah, menyakitkan dan tidak murah pula. Ada satu ibu (dosen UI) yang menderita kanker tiroid yang memberi nasehat kepadaku untuk tidak takut menjalani takdir yang Allah berikan kepada kita, kita ini hanya manusia, kewajiban kita adalah ikhtiar dan berdoa untuk kesembuhan, soal pengobatannya berhasil atau tidak .. sepenuhnya di tangan Allah SWT. Jadi agak berkurang sedikit kecemasanku dan mencoba ikhlas dan pasrah apapun hasil PET Scan nanti. Setelah satu jam di ruang tunggu aku sudah boleh pulang dan dianjurkan untuk tidak berdekatan dengan ibu hamil, bayi dan balita untuk mencegah efek radiasi yang mungkin masih ada di tubuhku. Total waktu yang diperlukan untuk PET Scan ini sekitar 3 - 3.5 jam.

Hari Jum'at pagi tanggal 29 Mei 2015, dengan ditemani suamiku, kami ke RS Siloam mengambil hasil PET Scan, kakiku gemetar dan tidak berani membaca hasil test yang tertulis. Suamiku pelan-pelan membacanya dan bilang padaku disini tertulis tidak ada indikasi keganasan, baru aku mulai membaca hasil PET Scan tersebut. Hasil PET Scan sangat rinci untuk seluruh tubuh mulai dari kepala/leher sampai ke kaki termasuk sistem tulang belulang. Ya Allah, Alhamdulillah ... berkurang kecemasanku akan penyakit kanker walaupun diagnosa lesi jinak (kista tulang) di pinggul kanan tetap tertulis di sana. Oh ya biaya PET Scan ini di RS Siloam Semanggi sebesar Rp 8,900,000,-. Alhamdulillah, semua biaya ditanggung oleh perusahaan tempat aku bekerja.

Hari Sabtu tanggal 30 Mei 2015, aku kembali konsul ke dokter ortopedi di RS Eka Hospital, beliau menyarankan kista tulangku untuk diobservasi dulu beberapa waktu sebelum dilakukan treatment berupa operasi .. yang jika memungkinkan tidak perlu dilakukan begitu kata dokternya mengingat sulitnya operasi tersebut dan kemungkinan terjadi gangguan gerak paska operasi. Dokter juga memberikan obat untuk menguatkan tulang (bonepatit 800 dan bone-one 1 MCG) yang harus diminum 1 x sehari, lalu kontrol kembali bulan depan untuk dilihat perkembangan kistanya, mungkin akan dilakukan MRI lagi, semoga kistanya bisa berkurang atau tidak membesar sehingga tidak perlu dioperasi.

Saat ini, rasa nyeri di pinggulku mulai berkurang walaupun masih terasa sakit ketika beraktifitas terutama berjalan agak jauh dan lama, aku sudah tidak minum obat anti nyeri selama 5 hari terakhir ini, karena lambungku mulai terasa tidak enak. Rencananya aku akan meminta second opinion ke dokter ortopedi lainnya yang ahli kista/tumor tulang karena dokter ortopedi yang menanganiku di RS Eka Hospital itu keahlian utamanya adalah untuk kelainan tulang belakang. Semoga kista tulang ini dapat sembuh sehingga aku dapat beraktifitas kembali secara normal seperti sebelumnya. Aamiin Ya Rabbal'alamin.

Salam Ina

Saturday, May 09, 2015

Usia 50 Tahun

Alhamdulillah, hari ini Sabtu tanggal 9 Mei 2015 ... genap usiaku 50 tahun, pada hakekatnya pertambahan usia ini merupakan salah satu peringatan bahwa semakin dekat pula jarak kepada kematian atau pengurangan jatah hidup di dunia ini.

Kalau dilihat dari jumlah angka pada usia 50 tahun sudah termasuk kelompok usia tua, walaupun masih harus menunggu 10 tahun lagi untuk dapat KTP seumur hidup he...he. Semoga semakin tua usiaku, aku dapat semakin dewasa dan bijaksana dalam setiap tindakan dan semoga aku sehat selalu dan dapat berbuat amal shaleh yang diridhai Allah SWT dan bertaubat kepada Allah SWT atas semua kesalahan-kesalahanku, sebagaimana tercantum dalam doa pada surat Al-Ahqaf (QS 46, ayat 15): 

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. 

Allah SWT telah memberi peringatan di dalam Al Quran surat Yasin (QS 36 ayat 68)  tentang usia tua ini :


Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa siapa yang dipanjangkan usianya akan dikembalikan menjadi lemah seperti keadaan semula. Bahkan ada yang dikembalikan seperti keadaan masih bayi, lemah tidak berdaya dan tidak mengetahui apa apa yang pernah diketahuinya. Semua ilmu yang dimiliki telah lenyap. Daya ingatnya amat terbatas .. ia tidak ingat dan tidak tahu apa yang baru saja diucapkannya. Ini adalah sunatullah yang dapat terjadi pada siapa saja. Sudahkah kita siap menghadapi masa seperti itu ?


Setiap manusia pasti menginginkan hidupnya atau umurnya berkualitas tinggi atau bahkan sangat tinggi. Tapi godaan datang dan sering kali kitapun tergoda melakukan hal-hal buruk dan menyia-nyiakan hidup atau umur yang dianugerahkan Allah SWT, sehingga kualitas hidup bisa turun serendah-rendahnya, Nauzubillah min zalik. Semoga aku dapat menjaga semangat untuk menjadikan sisa umurku bermanfaat dan berkualitas tinggi. Berikut hasil searching dari internet ... kata-kata bijak terkait usia yang dapat menjadi renungan bagiku dan mungkin bagi pembaca blog ini.
  1. Setiap detik umur kita semakin bertambah. Lalu apakah kebijaksanaan kita bertambah setiap detiknya ?
  2. Kita tidak memerlukan obat untuk awet muda. Kita hanya memerlukan kebahagiaan yang melimpah. 
  3. Umur kita adalah kertas kosong, kita telah menulis kisah di sebagian kertas kosong tadi. Jika selama ini kita telah menulis kisah yang buruk, sekarang adalah saat yang tepat untuk mengkisahkan kisah-kisah yang indah.
  4. Setiap Hari dari usia kita adalah lembaran baru yang bisa menutup kegagalan kemarin dan menyambut kemenangan hari ini.
  5. Setiap detik dari umur kita adalah sumber kebahagiaan yang baru. Dengan pengertian ini, kita bisa menghilangkan kesedihan dengan segera.
  6. Setiap manusia bisa memastikan bahwa umurnya menjadi semakin tua. Tapi tak ada yang bisa memastikan ke depannya apakah kita bisa memanfaatkan umur kita dengan baik atau tidak.
  7. Setiap detik yang berlalu adalah penyesalan, kecuali kita memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.
  8. Kita akan merasa hidup lama, jika kita mengisi usia kita dengan penuh kebahagiaan. Jadikanlah usiamu sebagai kisah yang menyenangkan.
  9. Kita semua memiliki usia yang terbatas, bahkan bisa dibilang sangat singkat. Tapi usia yang singkat itu telah lebih dari cukup untuk membuat sebuah perbedaan besar bagi sejarah peradaban manusia.
  10. Umur kita akan bertambah tua, karena itu persiapkanlah segala kelengkapan untuk menyambutnya.
  11. Beberapa manusia yang hanya berumur beberapa tahun justru lebih mulia dan bernilai dari orang yang berumur puluhan tahun.
  12. Umur boleh memperlambat kemampuan bergerak kita, tapi umur tak mampu membendung semangat yang berkobar.
  13. Bagi sebagian orang umurnya berkembang jutaan kali lebih cepat dari pada kebijaksanaannya. Bagi orang hebat, umurnya tetap berkembang lebih cepat daripada kebijaksanaannya. Setiap orang bijak sebenarnya berpotensi untuk menjadi ribuan kali lebih bijak.
  14. Banyak orang yang baru tersadar ketika usia tua menghampirinya. Alangkah indahnya jika kita tersadar saat usia kita masih muda.
  15. Setiap hari yang diisi kemalasan akan membentuk penyesalan kita di masa tua.
  16. Bukan umur yang membuat kita berharga, tapi karya-karya kitalah yang menentukan.
  17. Masa muda adalah waktu paling tepat untuk melakukan amal sholeh, tapi jika usia telah terlanjur tua, maka yang terbaik adalah segera melakukan amal sholeh saat itu juga.
  18. Kematian bisa mengenai siapapun tanpa mempedulikan berapa umurnya. Karena itu, pastikan di hari esok kita bekerja dan beramal sholeh dengan kualitas luar biasa.
  19. Meskipun sejarah kehidupan kita dipenuhi keburukan dan umur kita sisa satu minggu lagi, satu minggu itu lebih dari cukup untuk bertobat, dan memperbaiki segala kekusutan yang terjadi.
  20. Kita tak bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita. tapi kita bisa memperbaiki hari ini sampai kematian memanggil.
Salam Ina

Thursday, April 30, 2015

Liburan Bareng Teman2 TK83

Hmm ... liburan itu pastilah menyenangkan, apalagi jika dilakukan bareng dengan keluarga tercinta atau dengan sahabat-sahabat yang sudah bersama-sama dalam rentang waktu puluhan tahun. Beberapa orang teman-teman ITB-TK83 termasuk aku, sudah beberapa kali kami melakukan liburan bersama, yang pertama pada bulan Oktober 2014 kami berlibur 3 hari ke Bali, berikutnya bulan Februari 2015 kami liburan week-end ke Bandung dan baru-baru ini tanggal 25-27 April 2015 kami berlibur ke Sumatera Barat.

Karena sebagian besar dari kami adalah pekerja pada berbagai perusahaan, tentulah dari jauh-jauh hari harus sudah mengagendakan acara liburan ini, termasuk mengambil cuti yang diperlukan. Beruntungnya kami, ada salah satu teman yang sangat berbakat mengkoordinir berbagai acara TK83, sehingga setiap acara liburan dapat berjalan lancar dan menyenangkan. Terima kasih bu Koor, tanpamu acara liburan bareng ini mungkin takkan pernah terwujud :)

Cerita liburan yang ingin dituliskan di blog ini adalah cerita liburan ke Sumatera Barat, mumpung rincian kisahnya masih bisa kuingat dengan jelas ha..ha, maklumlah sudah tua, susah menyimpan memori dalam waktu yang lama alias mudah lupa. Oh ya setiap liburan bareng ini ..  status kami adalah single, tidak membawa keluarga sehingga suasananya sangat relax seperti saat mahasiswa dulu, saling bercanda dan bernostalgia bahkan saling ngeledek (bully membully he..he), tanpa rasa sungkan dengan pasangan masing-masing, sepanjang hari-hari liburan .. kami banyak tertawa,  rasanya jadi muda lagi .... asyik dan serukan ? Semoga persahabatan dan persaudaraan seperti ini terus berlanjut sampai akhir hayat.

Pada hari Sabtu tanggal 25 April 2015, sebelum waktu sholat subuh, kami (11 orang) sudah berangkat dari rumah masing-masing menuju bandara Soekarno Hatta, pesawat kami (Garuda) dijadwalkan berangkat pukul 06.15, sehingga sholat subuh dilakukan di bandara Soeta. Pesawat berangkat sesuai jadwal dan tiba  di bandara Minangkabau Padang sekitar pukul 08:15, di sini bergabung 2 orang teman kami yang sudah berangkat ke Padang lebih awal dan 1 orang teman dari Abu Dhabi yang khusus datang ke Padang untuk ikut liburan bareng ini, wow rasanya sangat menyenangkan.

Dengan bus ukuran sedang, acara liburan segera dimulai, pertama kali kami menuju ke arah Padang Panjang dan di perjalanan kami singgah untuk berfoto di lembah Anai. Selanjutnya kami menuju resto sate Mak Syukur, karena wisata kuliner di Padang ini banyak ragamnya, masing-masing kami hanya memesan 1/2 porsi sate tersebut,  biar tidak terlalu kenyang karena makan siang sudah dijadwalkan di restoran Aie Badarun Bukittinggi. Di tempat sate Mak Syukur ini bergabung satu lagi teman kami yang kebetulan punya acara keluarga pada tanggal yang sama, tapi teman tersebut hanya ikut acara di Padang Panjang saja.

Setelah kenyang makan sate Mak Syukur, perjalanan dilanjutkan ke Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau yang juga terletak di Padang Panjang. Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau ini disebut juga museum Bustanil Arifin karena pendiriannya diprakarsai oleh bapak Bustanil Arifin yang merupakan salah satu menteri era kepemimpinan Soeharto. Di sini terdapat rumah gadang dan ada petugas yang menceritakan filosofi tentang rumah gadang ini. Kami juga menyempatkan diri berfoto menggunakan baju adat Minang, wah serasa jadi penganten Minang lho, oh ya harga sewa bajunya Rp 25.000 per orang.
  
Museum Bustanil Arifin, Padang Panjang
Dari Pandang Panjang, perjalanan dilanjutkan ke Bukittinggi dan kami singgah makan siang di resto Aie Badarun, nah di restoran ini juga tersedia berbagai jenis bubur dan kolak seperti bubur sumsum, biji salak, kolak pisang, ketan hitam dll, yang rasanya sedap bingits. Menurut pendapatku makanan yang paling lezat di restoran ini adalah rendangnya yang dicampur dengan ubi yang telah digoreng dengan ukuran dadu, kami sampai memesan rendang ini untuk dibawa ke Jakarta karena enak banget, hmm....

Selama di Sumbar, kami menginap di Bukittinggi, kebetulan bu Koor yang baik hati ini menyediakan rumah peninggalan orang tuanya untuk tempat kami menginap. Seru juga menginapnya, teman-teman perempuan berkumpul di satu kamar sambil ngerumpi, sedangkan yang laki-laki tidur di ruang tamu/keluarga, kayak di asrama ... masing-masing tidur dengan menggelar kasur di lantai sambil bercerita berbagai topik mulai dari bisnis sampai politik  he...he.

Lubang (goa) Jepang, Bukittinggi
Hari ke dua di Bukittinggi, kami pergi berwisata ke Lubang (goa) Jepang, goa ini merupakan peninggalan Jepang dan konon katanya goa yang terpanjang di Asia Tenggara. Lubang (goa) Jepang dibangun sebagai tempat penyimpanan perbekalan dan peralatan perang tentara Jepang, dengan panjang terowongan yang mencapai 1400 m dan berkelok-kelok serta memiliki lebar sekitar 2 meter. Sejumlah ruangan khusus terdapat di terowongan ini, di antaranya adalah ruang pengintaian, ruang penyergapan, penjara, dan gudang senjata. Lubang Jepang mulai dikelola menjadi objek wisata sejarah pada tahun 1984, oleh pemerintah kota Bukittinggi. Beberapa pintu masuk ke Lubang Jepang ini diantaranya terletak pada kawasan Ngarai Sianok, Taman Panorama, di samping  Istana Bung Hatta dan di Kebun Binatang Bukittinggi.
mirip tembok China kan ?

Di daerah Bukittinggi ini, banyak pemandangan yang indah untuk diabadikan, ada yang mirip grand canyon, tembok cina, jembatan gantung, lembah harau, air terjun dll. Karena waktunya tidak mencukupi kami tidak sempat mengunjungi danau Maninjau, maksudnya turun sampai ke air danaunya. Untuk sampai ke Danau Maninjau sekitar 1 jam dari Bukittinggi, kita akan melewati jalanan menurun dengan banyak kelokan, ada sekitar 44 kelokan oleh sebab itu jalan menuju Maninjau disebut kelok 44. Kami hanya singgah sebentar di kelok 37,  rencananya mau foto-foto narsis, sayang sekali saat itu cuaca mendung dan hujan gerimis pula, jadi foto-fotonya juga kurang bagus untuk ditayangkan di sini.

Kota Padang dan Bukittinggi juga mantap untuk berwisata kuliner, masing-masing  resto/warung punya masakan khas yang rasanya enak banget, beberapa resto yang kami coba seperti resto uni Evi ... ikan gorengnya mantap, resto Family (Benteng) .. khasnya ayam pop, kami makan malam di resto ini sampai restonya tutup dan dilanjutkan makan surabi Bandung, martabak dll. Kami juga sempat makan sore di resto Simpang Raya yang terletak di sekitar pasar Bukittinggi, di sini kami mencoba rendang dan soto padang, seru nih makan terus, jangan heran ... kalau berat badan naik drastis selama liburan ini. Oh ya hari ke dua ini kami juga sempat membeli oleh-oleh kain songket Padang, baju gamis, jilbab, mukena dll.

Kalau mau wisata naik delman keliling kota Bukittinggi, di sekitar lokasi jam gadang banyak tersedia delman. Pada suatu malam, setelah hang out di warung sate Padang sambil ngopi dan ngerumpi, kami pulang ke rumah naik delman, aduuh aku sempat deg-degan berat, karena jalanan di Bukittinggi yang agak berbukit-bukit, waktu di jalan yang menurun, kusir delmannya turun dari delman sambil menarik tali kekang untuk melakukan pengereman jalannya si kuda, kusir tersebut terseret-seret seperti hampir jatuh, aku ngeri membayangkan .. apa jadinya kalau si kusir tersebut jatuh, lalu kami meluncur bebas dari delman tersebut hi...hi..hi, ngeri-ngeri sedap kata orang Medan.

Hari ke tiga, kami bersiap-siap menuju kota Padang, karena sorenya kami akan berangkat pulang ke Jakarta. Paginya kami singgah untuk sarapan di pasar Bukittinggi, di sini dijual berbagai menu sarapan seperti nasi kapau, ketupat sayur pakis, sayur rebung dll. Karena cuaca pagi yang masih segar dan cuaca yang cerah, kami sempatkan berfoto narsis di Jam Gadang ... yang menjadi ciri khas kota Bukittinggi. Sebelum perjalanan di lanjutkan ke Padang, kami singgah mengambil pesanan rendang di resto Aie Badarun dan tentu saja membeli berbagai macam bubur/kolak untuk dimakan di dalam bus. Lama juga perjalanan Bukittinggi - Padang mungkin karena melewati pasar dan agak macet pula.

Kami tiba di Padang tepat waktunya makan siang, kamipun langsung menuju lokasi resto Pagi Sore, di resto ini ayam gorengnya enak banget, ayam kampung asli, karena ukuran ayamnya kecil-kecil, masing-masing orang makan ayam 3 - 4 potong he...he. Setelah makan siang, walaupun sudah kenyang, kami tetap melanjutkan kuliner es duren di resto Iko Gantinyo (resto ini juga sudah ada di Jakarta yaitu di BSD), mantap banget rasa es durennya. Sebelum berangkat ke airport kami singgah membeli oleh-oleh di toko Nan Salero seperti keripik sanjai, keripik kentang, keripik ubi, kipang kacang, kerupuk kulit dan macam-macam masakan seperti rendang, dendeng balado yang sudah dikemas.


Hmm... barang bawaanpun beranak pinak dengan tambahan kardus oleh-oleh ini. Lengkaplah sudah perjalanan liburan di kota Padang dan Bukittinggi. Perjalanan ke Jakarta sesuai jadwal dan aku tiba di rumah sekitar pukul 10 malam, sungguh liburan yang sangat berkesan dan rasanya  kami ketagihan untuk kembali melakukan liburan bareng ini, tujuan dan tanggal liburannya akan dirembukkan lebih lanjut ha...ha...ha dan semoga makin banyak teman-teman TK83 yang bisa bergabung.

Salam Ina

Saturday, March 21, 2015

Perjalanan ke Inggris

Big Ben, London
Wow senangnya, ketika pada suatu hari di awal Februari 2015, atasanku menyampaikan berita "bu Ina ditugaskan ke Inggris ya, untuk FAT (Factory Acceptance Test) Amine Pump Proyek Donggi". Alhamdulillah, pucuk dicita ulampun tiba ...  Inggris termasuk salah satu negara dalam urutan top list yang ingin kukunjungi jika ada kelebihan rezeki, ternyata kesempatan untuk berkunjung ke sana muncul juga he...he. Tiba di rumah, aku sampaikan kabar tersebut ke suamiku, spontan dia komentar "aku ikut ya, mudah-mudahan bisa dapat cuti dari kantor".

Singkat cerita, kamipun mempersiapkan perjalanan ke sana, mulai dari pengurusan visa Inggris, booking tiket pesawat dan cari info tentang hotel2 di sana. Karena jadwal test pompa tanggal 16 - 21 Februari 2015, waktu yang kumiliki untuk pengurusan visa hanya 2 minggu saja, was-was juga nih bisa berangkat atau tidak, soalnya dapat info dari travel agent, pengurusan visa Inggris bisa sampai 3 minggu. Kalau mau cepat harus daftar yang priority dengan biaya yang lebih mahal, sekitar 2.5 kali  biaya pengurusan visa biasa yang dilakukan sendiri tanpa melalui travel agent. Apa boleh buat, dari pada terlambat dapat visanya, kamipun daftar untuk visa priority dengan biaya total ke travel agent Rp 4.7 juta per orang, mau nggak mau harus merogoh kocek lebih dalam nih, terutama untuk perjalanan suami yang atas biaya pribadi. 

Kami belum berani membeli tiket pesawat dan voucher hotel, karena biasanya jadwal FAT dari manufacturer bisa saja berubah, dugaanku ternyata benar .... sekitar seminggu sebelum jadwal berangkat, dapat kabar jadwal bergeser 2 minggu lagi yaitu menjadi awal Maret 2015, waduh ... terlanjur melayang deh uang untuk visa priority. Kalau tahu akan ditunda dan jadwalnya masih panjang, mendingan urus visa biasa saja, yach ikhlas sajalah,  mungkin memang sudah rezekinya travel agent :). Oh ya untuk priority, visa bisa selesai sekitar 4-5 hari.
York
Hari Sabtu, tanggal 28 Februari 2015 subuh, kami berangkat ke London naik Qatar Airways, dan dijadwalkan transit di Doha lumayan lama, sekitar 6 jam. Menurut info dari airline, di aiport Doha tersedia city tour yang diperuntukkan bagi penumpang yang transit tanpa memiliki visa Qatar. Jika transit  di atas 8 jam baru diijinkan mendapatkan entry visa Qatar dan boleh ke luar dari airport. Setelah sekitar 7 jam perjalanan, kami tiba di Hamad International airport, Doha, sekitar jam 10 pagi, langsung deh cari counter untuk city tour, ternyata tidak ada petugasnya, kami tunggu sekitar 1/2 jam, nggak muncul juga orangnya. Akhirnya kami ke bagian informasi, dan dapat penjelasan bahwa petugasnya sedang bawa rombongan city tour dari pukul 10.00 s.d. 1200, jadwal city tour berikutnya pukul 14:00 s.d.16:00, waduh gagal deh ikut city tour, karena kami akan terbang ke London jam 15.45.

Karena waktu menunggunya lumayan panjang, kamipun memanfaatkan fasilitas untuk masuk premium lounge dari Qatar Airways, Al Mourjan. Luar biasa loungenya ... besar, keren dan mewah banget, makananpun enak dan tersedia melimpah ruah. Akhirnya kamipun makan sepuas-puasnya dan bisa ke toilet berulang kali ha...ha, bahkan suamiku sempat mandi juga, amenity untuk mandi disediakan dari merk L'occitane, sekali lagi aku hanya mampu bilang "wow, hebat kali orang Qatar ini". Oh ya, airport Hamad International ini juga besar dan kelihatannya untuk take off dan landing lumayan gampang, karena tidak terlihat penghalang seperti gedung-gedung atau pepohonan di sekitar runway, cocok nih untuk pilot yang baru belajar ... bisa latihan terbang ha...ha.

London

Perjalanan dari Doha ke London sekitar 7 jam, sampai di Heathrow airport, terminal 4 sekitar pukul 22.00, karena sudah malam dan dingin banget .. kami nggak sempat memantau suasana airport, kelihatannya sih biasa-biasa saja. Kami langsung menuju tempat pangkalan taxi, ongkos taxi ke hotel  di sekitar Trafalgar square, central London, lumayan mahal sekitar GBP 75 (GBP : Great Britain Pound), kalau pakai kurs Rupiah, sekitar 1.5 juta. Waduh, sudah bisa naik pesawat Jakarta-Palembang pp.  Yach selama di Inggris ini, mindset harus diubah, setiap membayar pakai GBP, jangan pernah menghitung kurs ke Rupiah, bisa-bisa nggak jadi makan atau jalan-jalan ha..ha, memang mahal banget biaya hidup di sini.

Besoknya hari Minggu pagi, cuaca bagus dan cerah, walaupun suhunya masih dingin, setelah sarapan kami langsung berjalan kaki ke lokasi-lokasi wisatawan seperti Big Ben, Westminster Abbey, Palace of Westminster dan London Eye sambil foto-foto tentunya. Lokasi hotel kami lumayan strategis, sehingga bisa jalan kaki ke lokasi-lokasi wisata tersebut, jadi bisa menghemat biaya transport. Selain itu kami juga beli oyster card  untuk naik tube (MRTnya London), agar bisa jalan-jalan ke tempat yang lebih jauh.

Tower Bridge
Dengan oyster card ini, biaya transport di kota London jadi relatif lebih murah (ada biaya deposit sebesar GBP 5), karena untuk satu hari perjalanan, biayanya maksimum GBP 6.4, jadi kalau kita sudah menghabiskan biaya sebesar GBP 6.4, perjalanan selanjutnya, jadi gratis dalam satu hari tersebut. Untuk melihat Tower of London dan Tower Bridge yang melintasi sungai Thames, kami harus naik tube ke Tower Hill station. Kami juga sempat jalan kaki menikmati tower bridge ini, sampai lututku sakit ha..ha, walaupun semangat seperti anak muda, umur nggak bisa bohong, akhirnya sore hari balik ke hotel untuk istirahat, sambil mengolesi counterpain di lutut. 

Hari berikutnya yaitu Senin, sebelum berangkat ke Leeds, kami sempat jalan-jalan ke Buckingham Palace, naik tube ke Victoria station lalu jalan kaki menuju istana tersebut. Ternyata oh ternyata, jika dilihat dari luar, istana tersebut tidak semewah seperti yang ada dalam bayanganku, entahlah bagian dalamnya ... kami tidak tertarik untuk masuk, selain waktu kami terbatas, tiket masuknyapun mahal juga, apalagi kalau dikurs ke Rupiah. Cukuplah berfoto ria saja di depan dan di sekitar istana, tetep tongsis dimanfaatkan ha...ha. Di sekitar Buckingham Palace dan Victoria station ini banyak tersedia toko-toko souvenir untuk oleh-oleh.
Buckingham Palace
Dengan memanfaatkan oyster card ini, kami juga singgah di Oxford street, nah di sini tempatnya untuk belanja barang-barang branded, katanya sih kalau lagi "sale", harganya bener-bener miring ... kami hanya lewat saja di depan toko-toko itu, cukup cuci mata dari jendela toko saja. Juga sempat singgah di Piccadilly circus, nah di sini tempatnya berbagai pertunjukan diadakan, bagi yang suka nonton opera, musik, circus, bioskop 3 dan 4 dimensi, pasti senang banget berada di sini, kalau kami sih hanya lewat doang. Sore harinya kami berangkat ke Leeds yang terletak sekitar 310 km di utara London naik kereta api sekitar 3 jam dari stasiun utama kota London yaitu King Cross St Pancras. 

Leeds & York

York
Aku ditugaskan ke Leeds ini untuk FAT di kantor Sulzer selaku manufaturer dari pompa Amine yang digunakan di proyek Donggi tempatku bertugas. FAT dilakukan untuk 2 pompa, test pompa pertama dilakukan pada hari Selasa 3 Maret dan pompa ke dua pada hari Jumat 6 Maret. Kota Leeds terlihat biasa saja, karena kota industri, kami malah disarankan untuk jalan-jalan ke York, katanya kotanya cantik dan tidak jauh dari Leeds.

Sore hari selesai test pompa pertama, kami berangkat ke York naik taxi sekitar 1 jam dengan biaya sekitar GBP 80. Kelihatannya kami agak tertipu dengan ongkos taxi semahal ini, karena ketika pulangnya biaya taxi York-Leeds  hanya GBP 45. Kota York ini adalah kota kecil, tapi pemandangannya indah banget, apalagi kami sampai di sini hampir maghrib, terlihat suasana yang romantis dan syahdu ha...ha. Di sini kami juga menemukan restoran Asia yang tidak ada menu babinya ... wah asyik banget bisa pesan tom yum, gado-gado dan nasi goreng, hm rasanya sudah lamaaa banget nggak makan beginian, padahal baru beberapa hari saja.

Edinburgh & Leeds

Sambil menunggu jadwal test pompa ke dua, ada waktu kosong hari Rabu dan Kamis (4-5 Maret), aku dan suami memanfaatkannya untuk berkunjung ke kota Edinburgh Scotland yang terletak sekitar 350 km di utara Leeds. Kenapa ke Edinburgh ? ... soalnya waktu di Jakarta, aku sempat diprovokasi sama Derek (pegawai Shell sebagai wakil Licensor untuk proyek kami) yang berasal dari Scotland, katanya "Ina, kamu harus ke Edinburgh ya kalau ke Inggris, rugi kalau tidak ke sana", makanya Edinburgh menjadi salah satu lokasi yang menjadi tujuan kami.

Edinburgh Castle
Hm, ternyata memang benar, kota Edinburgh ini cantik banget, kami menginap di hotel Mercure yang terletak di Princess Street, tidak jauh dari stasiun utama Edinburgh yaitu Waverley dan dekat dengan lokasi wisata seperti Edinburgh Castle, cukup berjalan kaki saja, dari hotel juga terlihat pemandangan kota yang indah tersebut.

Di sekitar hotel sepanjang Princess Street dan di perjalanan ke Ediburgh castle banyak toko-toko souvenir, kamipun membeli oleh2 untuk anak-anak, harganya relatif murah dibandingkan dengan harga di London. Akhirnya ketika kembali ke Leeds kami terpaksa menenteng kantong2 belanja, kayak inang-inang di Samosir ha..ha, soalnya kami berangkat ke Edinburg hanya dengan satu ransel saja, nggak nyangka kalau souvenir di sini  relatif murah.

Hari Jumat 6 Maret 2015 dilakukan test pompa yang ke dua, testnya berjalan lancar dan Alhamdulillah hasil test ke 2 pompa Amine tersebut sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hm, hari Sabtu 7 Maret 2015, bisa kembali ke London dan Minggu 8 Maret dijadwalkan berangkat ke Jakarta sesuai rencana. Ternyata tiket KA yang kami pesan tidak langsung ke London, tetapi harus singgah di Sheffield station untuk ganti KA, tadinya aku agak cemas, soalnya koper-koper yang dibawa bertambah beratnya. Aku khawatir jadwal KA dari Sheffiled ke London waktunya mepet, waduh kebayang harus cari-cari platform KA yang menuju London, sambil menyeret koper2 gede dan berat ini. Untunglah kekhawatiranku itu tidak terjadi, ternyata kami punya waktu 1/2 jam transit di Sheffield sebelum naik KA ke London.

Transit London

Kembali menginap di London, kali ini hotel kami terletak di sekitar Victoria station. Kami sampai di London sekitar pukul 13:00, dari station utama King Cross St Pancras, kami naik tube ke Victoria, lumayan capek juga mendorong koper ke stasiun tube, tapi demi menghemat biaya dan mendapatkan pengalaman, hal tersebut kami lakukan juga. Setelah istirahat sejenak di hotel, kami naik tube menuju Church Street Market (station Edgware Road), soalnya info dari supir taxi, harga barang di pasar ini murah. O la la, ternyata pasar ini adalah pasar tradisional, tempat jualan ikan, sayur mayur dan bahan-bahan rumah tangga, duh kamipun  terbengong2, karena lumayan jauh jalan kaki dari stasiun tube, sampai pegal kaki ini ha..ha. Di area Edgware Road ini, banyak tinggal komunitas muslim dari Arab, India dan Bangladesh, sehingga banyak tersedia toko-toko dan resto makanan halal, kamipun makan nasi biryani dengan lahap di salah satu resto tersebut.

Kensington Palace
Nah hari Minggunya tanggal 8 Maret, sebelum kembali ke Jakarta, kami sempatkan jalan-jalan ke Kensington Palace, tempat tinggal Putri Diana dan Pangeran Charles dulu. Istana ini juga tidak terlihat mewah dari luarnya, walaupun istana ini terbuka untuk umum dengan membayar biaya masuk, kami tidak sempat masuk ke dalam. Kami hanya berfoto ria di sekitar istana Kensington, di depan istana tersedia taman yang sangat luas yang dimanfaatkan warga untuk berolah raga, jalan-jalan, ada bangku-bangku taman, asyiklah suasananya, kami juga sempat duduk-duduk sejenak di bangku taman ini.

Setelah selesai dari istana Kensington ini, kami menuju lokasi mesjid terbesar di London yaitu London Central Mosque (dekat stasiun tube Marylebone), mesjid ini harus kami datangi, masak ke London hanya melihat bangunan kuno dan gereja saja. Ternyata jauh juga berjalan kaki dari stasiun tube ke mesjid ini, sempat tersesat dan ketemu saudara-saudara muslimah (turis juga) yang sama-sama mencari mesjid ini. Sampai di mesjid, kami sholat tahyatul mesjid saja, karena kami sudah sholat jamak dzuhur dan ashar di hotel, sayangnya untuk kaum wanita, hanya tersedia satu ruangan di belakang mesjid, jadi sholatnya bukan di dalam mesjid. Di basement mesjid ini juga tersedia kantin dan toko-toko yang menjual baju dan buku-buku, kamipun makan siang di kantin mesjid ini.
London Central Mosque
Karena masih ada sedikit waktu sebelum berangkat ke airport (kami memesan taxi jam 16.30), kamipun penasaran dengan departemen store yang tersohor di London yaitu Harrods (dekat stasiun tube Knightsbridge), jadi kami sempatkan juga datang ke Harrods. Departemen store ini sangat besar dan menjual barang-barang mewah, pengunjungnya rame banget ... ada toko coklat yang menjual coklat yang lucu2 dan unik, tapi nggak berani beli takutnya tidak halal, harus dibaca dengan seksama labelnya, tapi karena waktunya pendek, nggak sempatlah beli coklat di sini.

Kamipun buru-buru kembali ke hotel karena waktu telah menunjukkan pukul 16.00, apalagi kami harus menguangkan deposit oyster card yang masih tersisa, o la la antrian di mesin tiket lumayan panjang, dan ternyata sisa uang di salah satu oyster card lebih dari GBP 10, jadi tidak bisa dilakukan di mesin, sehingga suamiku harus antri di counter yang ada petugasnya. Lesson learned ... top up oyster card jangan terlalu banyak, isinya cukup sekitar GBP 12 saja termasuk deposit awal, apalagi untuk pemakaian yang tidak lama. Karena suamiku harus antri, aku diminta segera kembali ke hotel, takutnya supir taxi yang dipesan hotel bisa marah, karena penumpangnya belum muncul sesuai jadwal, akupun minta maaf ke petugas hotel dan minta supirnya menunggu suamiku selesai urusan di stasiun.

Pukul 16.45 kami berangkat ke Heathtrow terminal 4 untuk kembali ke Jakarta, lagi-lagi kami suprise dengan lounge Qatar Airways di airport ini, makanannya lengkap dan bisa dipesan sesuai pilihan menu yang tersedia, makanannya dimasak langsung oleh chefnya, jadi bukan hidangan prasmanan. Tersedia juga coklat yang bisa dibawa pulang dan disediakan kotaknya. Kami sempat sholat jamak maghrib dan isya di musholla airport ini, sayangnya tidak tersedia fasilitas untuk berwudhuk dengan air, hanya tersedia batu untuk tayamum. Rasanya kurang afdol kalau tidak berwudhuk dengan air, melihat toilet agak sepi, akupun nekat berwudhuk di washtafel, sementara suamiku memilih mandi di lounge, biar sekalian bisa berwudhuk.

Di perjalanan pulang London-Jakarta, kami juga transit di Doha sekitar 3 jam, tentu saja fasilitas lounge Al Mourjan yang mewah ini menjadi lokasi transit kami, terbayang nasi biryani yang lezat banget ketika transit dalam perjalanan ke London, sayang sekali ... karena saat itu pagi hari, nasi biryani nya tidak ada he...he, yang tersedia hanya menu sarapan saja. Pukul 21.00 WIB pesawat mendarat di Jakarta, Alhamdulillah selesai sudah perjalanan kami berdua ke Inggris, bisalah dianggap sekalian second honeymoon, hm cukup berkesan dan memberikan kenangan indah he...he. 

Salam Ina

Friday, February 20, 2015

Patah Tulang & Pingsan

Topik tulisan di blog kali ini, mau cerita tentang patah tulang dan pingsan, karena ke dua hal ini baru saja terjadi pada anak-anakku. Selama ini kondisi patah tulang belum pernah terjadi pada keluarga dekatku, sehingga aku belum punya pengetahuan yang memadai tentang hal ini. Ceritanya, hari Rabu, tanggal 14 Januari 2015, anak bungsuku Fathur ada kegiatan outbond di sekitar BSD, tentu saja sekolah memberitahukan ke orang tua dan kamipun mengizinkan Fathur untuk ikut kegiatan tersebut.

Nah sore harinya, karena aku meeting di Bogor, selesai meeting langsung pulang ke rumah dan sampai di rumah lebih awal sekitar jam 16:00. Sambil menunggu anggota keluarga lainnya pulang, aku tidur2an di kamarku yang berada di lantai atas. Sekitar jam 17:00 terjadi kegaduhan di lantai bawah, suamiku yang baru pulang dari kantor dan barengan dengan kembalinya Fathur dari sekolah, kelihatan sibuk tanya-tanya sesuatu ke Fathur.
http://mediskus.com/wp-content/uploads/2013/11/penyembuhan-patah-tulang.jpg
dicopy dari http://mediskus.com/wp-content/uploads/2013/11/penyembuhan-patah-tulang.jpg

Mendengar suara2 yang agak ribut, aku turun, ya ampun ... Fathur lagi dipapah sama supirku, karena dia nggak bisa jalan sendiri, telapak kakinya memar dan kakinya bengkak, waduh ... paniklah aku.Ternyata suamiku di perjalanan pulang sudah ditelpon oleh guru sekolah, kasih kabar bahwa Fathur jatuh ketika kegiatan outbond, kakinya keseleo dan sudah diurut oleh instruktur outbond. Aku langsung menelpon guru sekolahnya meminta penjelasan lebih lanjut tentang kronologis jatuhnya Fathur. Alhamdulillah sekolah cukup perduli dengan kejadian ini, guru kelas dan kepala sekolah ada menjenguk Fathur.

Karena hari sudah maghrib dan aku bingung harus bagaimana, akhirnya supirku inisiatif menjemput tukang urut yang katanya pandai mengobati masalah tulang, diurutlah Fathur sampai dia menangis kesakitan, aku agak takut juga, jangan-jangan treatmentnya salah nih. Kaki Fathur dibalur dengan kencur yang ditumbuk lalu diikat dengan kain. Menurut nenek tukang urut tersebut, kaki Fathur hanya keseleo, tidak perlu khawatir, sehingga kami tidak langsung ke RS malam itu. Kami berpendapat, konsultasi ke dokter nanti saja pada hari Sabtu, karena dokter ortopedi langganan kami jadwal prakteknya hari Sabtu.

Hari Sabtu, kami konsultasi ke dokter ortopedi, ternyata dari hasil rontgen .. tulang di telapak kaki Fathur ada fracture (retak), kata dokter nggak apa2, cukup dikasih Voltaren dan diikat dengan perban agar tulang yang retak tidak ikut bergerak, Fathur juga dikasih pil calcium. Dokter juga bilang kakinya jangan banyak bergerak dulu, nanti kembali ke dokter satu bulan lagi untuk dirontgen, dokternya bercanda ... bulan depan Fathur sudah bisa lari kembali. Dokter juga wanti-wanti jangan diurut sama tukang urut ya !!! nanti tambah bengkak, aku jadi merasa bersalah karena sebelumnya Fathur sudah pernah diurut.
http://mediskus.com/wp-content/uploads/2013/05/penyembuhan-patah-tulang.jpg
tahapan penyembuhan patah tulang (dicopy dari http://mediskus.com/tips/tips-agar-patah-tulang-cepat-sembuh.html)
Sebulan kemudian, tepatnya hari Sabtu tanggal 14 Februari 2015, kebetulan aku lagi reunian bareng teman2 kuliah di Lembang-Bandung, sekitar maghrib dapat berita dari rumah, jari tangan Fathur keseleo dan bengkak, rupanya dia melakukan breakdance dengan bertumpu pada tangannya dan mungkin salah posisi sehingga jari tangannya cedera. Aku langsung telpon suamiku, ternyata dia nggak tau kejadian Fathur karena sedang di lantai atas. 

Karena aku nggak lihat langsung keadaan Fathur, agak panik juga, sebentar2 telpon ke Jakarta, kata suamiku nggak apa2, cuma bengkak sedikit. Yang bikin aku sering khawatir, Fathur ini sifatnya mampu menahan rasa sakit, sehingga kadang2 aku bingung ketika dia sakit, kondisinya parah atau tidak. Sering terjadi ketika dia terluka dan terlihat cukup parah, dianya cuek-cuek saja, tidak menangis atau mengeluh. Makanya aku sering mengamati tubuh Fathur, apakah ada luka / memar baru atau tidak, seringkali setelah aku lihat lukanya bahkan pernah kukunya hampir copot, baru dia cerita bahwa dia jatuh, terbentur, terjepit dll.

Untuk memastikan kondisi Fathur, hari Minggu tanggal 15 Februari, sekembalinya aku dari Bandung, aku langsung bawa Fathur ke UGD RS Eka Hospital, karena tidak ada dokter ortopedi yang praktek, aku konsultasi ke dokter umum. Setelah jari tangan Fathur di rontgen, dokter mengatakan ada keretakan di jari manis tangan Fathur, kata dokter tidak apa2, cukup di ikat dengan perban saja.
  
Nah waktu ke UGD itu, aku ajak Afifa juga, ternyata ketika melihat tangan Fathur diperban, Afifa tiba-tiba pingsan, tidak sadarkan diri, perawat di UGD jadi sibuk mengurus Afifa, tekanan darahnya diukur dan tensinya agak rendah 90/60. Ini kali ke dua Afifa pingsan dan jatuh tidak sadarkan diri, yang pertama kali ketika kami liburan di Singapore tahun 2013, kejadiannya di airport Changi. Ketika ditanyakan ke Afifa apa yang membuat dia pingsan, dia juga nggak yakin apa penyebabnya, katanya ketika dia mendengar atau melihat sesuatu hal buruk terjadi pada otot atau tulang, baik pada dirinya sendiri ataupun orang lain, dia menjadi ngilu  dan mungkin itu yang menyebabkan dia pingsan.

Hari Sabtu tanggal 21 Februari, kami bawa anak-anak ke dokter, Fathur konsultasi ke dokter ortopedi dan Afifa ke dokter penyakit dalam. Alhamdulillah tulang di telapak kaki Fathur sudah sembuh dan tulang di jari manis tangannya berangsur-angsur pulih karena ketika ditekan oleh dokter sudah tidak terlalu sakit. Kata dokter nggak apa2 ini, tulangnya sudah sembuh, malah dokternya bercanda ke Fathur, kalau tetap mau dioperasi boleh aja, tapi bukan di RS ya .. bisa di McD atau KFC he..he..he.

Afifa juga secara fisik tidak apa-apa, menurut dokter pada orang-orang tertentu ada hal-hal yang bisa menyebabkan tiba-tiba pingsan, malah dokternya juga cerita .. dia juga demikian, "biasa itu bu, tidak perlu terlalu khawatir". Yang penting ketika gejala akan pingsan muncul seperti pusing atau keluar keringat dingin, segera mencari tempat duduk atau langsung tiduran, agar ketika jatuh tidak terjadi cedera pada kepala. Dokter juga menyarankan agar Afifa melakukan MCU (medical check up), agar dapat diketahui kondisi fisiknya secara lengkap.

Note : ketika menulis blog dan searching tentang patah tulang, ketemu referensi yang mudah dimengerti untuk masalah kesehatan yaitu http://mediskus.com/

Salam Ina