Tuesday, December 22, 2020

Setiap Hari adalah Hari Ibu dan Bapak

Tanggal 22 Desember dipilih sebagai Hari Ibu di Indonesia untuk mengenang momentum 22 Desember 1928, kala pertama kalinya digelar Kongres Perempuan Indonesia. Namun bagi aku sebagai seorang muslim, setiap hari adalah hari ibu dan bapak ... karena minimal setiap selesai sholat fardhu dan sunnah, selalu terkenang kebaikan dan kasih sayang mereka dan berdoa untuk ibu dan bapak.

 رَّبِّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

"Ya Allah, Ampunilah dosa-dosaku dan kedua orang tuaku, serta sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka telah menyayangiku sewaktu aku kecil."

Dulu sekali  ..  aku sempat bertanya2 dalam hati mengapa doa tersebut di atas menyebutkan "sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku kecil" apakah berbeda kuantitas dan kualitas kasih sayang orang tua kepada anaknya ketika masih kecil dan ketika anaknya sudah besar? Nah pertanyaan ini belum pernah aku tanyakan pada orang tuaku.

Setelah menjadi seorang ibu, aku baru benar-benar menyadari dan memahami bahwa redaksi doa untuk ke dua orang tua tersebut benar-benar dahsyat .. dimana redaksi doa tersebut merupakan firman Allah SWT dalam QS Al Isra' ayat 24 :

 وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

Artinya

Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku' Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah menyayangi aku pada waktu kecil.”

Kasih sayang orang tua saat anak-anaknya masih kecil itu memang benar-benar kasih sayang tanpa syarat ... bayangkan saja ketika anak kita masih kecil, mereka mengamuk, memukul  bahkan menendang kita orang tuanya .. mana ada orang tua yang marah2 atau sakit hati atau sedih diperlakukan seperti itu oleh anaknya yang masih kecil .. reaksinya malah "aneh" he..he orang tua mungkin tersenyum atau bahkan tertawa sambil memeluk si anak dengan penuh kasih sayang.

Sekarang bayangkan kalau si anak sudah besar memperlakukan orang tuanya seperti ketika si anak masih kecil, bagaimana perasaan orang tua? mungkin sedih, malu, sakit hati atau marah bukan? Ketika kita masih kecil .. orang tua bahkan rela tidak tidur dan bersusah-payah menjaga kita agar kita selalu sehat dan selamat. Ekstrimnya lagi rela tidak makan asal anaknya bisa makan dan kenyang.

Kasih sayang orang tua kepada anaknya memang luar biasa; rasanya apapun akan dilakukan orang tua untuk kebaikan dan kebahagiaan anaknya. Sedikit berbeda ketika  anak-anak sudah besar, apalagi setelah anaknya menikah .. curahan kasih sayang dari orang tua tersebut sedikit banyaknya tergantung juga pada kelakuan atau sikap si anak dan juga si menantu .. itu yang kurasakan he...he bagaimana dengan pembaca blog ini?

Jika si anak bersikap patuh, santun, sayang, hormat, perhatian dll .. orang tuapun akan senang dan tambah sayang ... dan mungkin akan bersedih, marah, kecewa atau bahkan malu jika si anak bersikap sebaliknya ... ada sedikit "pamrih / syarat / tuntutan" dalam bersikap termasuk mungkin dalam berkasih sayang (berbeda dengan yang dirasakan ketika anak2 masih kecil) .. walaupun secara garis besarnya ... kasih sayang orang tua kepada anaknya akan selalu lebih besar dari rasa kesedihan, kemarahan maupun kekecewaan  yang dirasakan orang tua kepada anaknya. 

Sungguh ... jasa dan kasih sayang orang tua terhadap anaknya tidak akan mampu dibalas secara setimpal oleh anaknya sampai kapanpun di dunia ini, sehingga hanya doa kepada Allah SWT sajalah yang dapat kita panjatkan untuk kebaikan dan kebahagiaan orang tua kita di dunia maupun kelak di alam akhirat.

Nah dengan doa untuk orang tua seperti tersebut di atas tentunya kita berharap Allah SWT menyayangi ke dua orang tua kita persis sebagaimana ke dua orang tua kita menyayangi kita ketika kita masih kecil ... kasih sayang tanpa syarat/pamrih .. bahkan ketika orang tua kita mungkin punya banyak kesalahan/dosa .. kita berharap Allah SWT mengampuni dan ridha terhadap mereka dan memberi balasan yang terbaik untuk mereka  baik di dunia maupun di akhirat dan kelak semoga ditempatkan di Surga Firdaus-Nya.  

Semoga Allah SWT mengampuni kesalahan2 yang aku lakukan terhadap orang tuaku baik sengaja maupun tidak, yang mungkin menimbulkan kesedihan, kemarahan maupun kekecewaan orangtuaku terhadapku, yang mungkin tidak pernah mereka tunjukkan atau ungkapkan kepadaku ... sehingga aku belum sempat minta maaf kepada mereka saat mereka masih hidup. 

"Ya Allah, Ampunilah dosa-dosaku dan kedua orang tuaku, serta sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka telah menyayangiku sewaktu aku kecil." Aamiin Ya Rabbal'alamin

Salam Ina

Friday, November 20, 2020

Catatan Ilmu Tajwid

MACAM-MACAM HUKUM ILMU TAJWID

A. Hukum Bacaan Nun Mati/Tanwin


1.  Idzhar halqi

Idzhar halqi adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu huruf halqi. Huruf halqi ada enam, yaitu ا , ح , خ , ع , غ ,ها  

Cara membacanya harus jelas, tidak mendengung, dan tidak samar-samar.

Contoh :         

ان هو

                      عذاب عظيم

من علق

                   درة خيرا                     

ان انتم

                    سلم هي

                        

2.  Idhgham Bighunnah

Idhgham Bighunnah adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari empat huruf, yaitu ي ن , م , و. Cara membacanya suara nun mati/tanwin dimasukkan kedalam suara huruf tersebut dengan mendengung.

Contoh :

        من يعمل                  ماء مهين

                من نصرين               هدى وبشرى

                           

3.  Idhgham Bilaghunnah

Idhgham Bilaghunnah adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari huruf dua, yaitu ل  dan ر.

Cara membacanya suara nun mati/tanwin dimasukkan kedalam huruf  tersebut  tanpa mendengung.

Contoh :           من لدنه                    خير لك

                             من رهيق                 شيطان رجيم            

         

4.  Iqlab

 Iqlab adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan ba’ (ب).

Cara membacanya yaitu suara nun mati/tanwin diganti dengan suara mim mati ( م) dengan merapatkan bibir dan mendengung.

Contoh :         لينبذ ن                     ضللا بعيدا

                             من بعيد                    سميع بصير               

5.  Ikhfa

 Ikhfa’ adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari 15 huruf, yaitu.ت ,ث ,ج ,د ,ذ ,ز ,س ,ش ,ص ,ض ,ط ,ظ ,ف ,ق ,ك 

Cara membacanya suara nun mati/tanwin dibaca samar-samar dengan sengau dihidung.

Contoh :        من قبلك                             شيء شهيدا 

                             فا نصب                             نارا تلظى             

                            عنده                                  لتول فصل            

 

  B.  Hukum Bacaan Qalqalah

 1 Pengertian Qalqalah

Qalqalah secara bahasa berarti getaran suara.

Adapun secara istilah qalqalah berarti menyembunyikan huruf yang bertanda sukun (mati) dengan suara yang lebih ditekan lagi dari makhraj hurufnya. Jumlah huruf qalqalah ada 5, yaitu د , ق , ط , ب , ج  yang bisa disingkat dengan  قطب جد

 2Macam-macam Qalqalah

 a)  Qalqalah Kubra

Qalqalah kubra berarti salah satu huruf qalqalah berharakat mati/sukun tidak asli yang disebabkan adanya waqaf.

Cara membacanya harus lebih jelas dan memantul.

Contoh :     اليه مريب                 بالقسط

                             بخلق جديد                ملح اجاج                   

                         عذاب الحريق                                           

 

b)  Qalqalah Sughra

Qalqalah sughra berarti apabila salah satu huruf qalqalah berharakat sukun (mati) asli bukan karena waqaf.

Cara membacanya juga harus jelas dan memantul.

Contoh :       ولا تقرب                  من قبل

                              من نطفه                   ويجعلون         

                           كاتب بالعدل                                  


 C. Hukum Bacaan Lam

 1 Lam Mufakhamah ( تفخيم )

Lam mufakhamah adalah apabila lam ل dalam lafal الله didahului oleh harakat fathah atau dlommah, maka harus dibaca tebal.

Contoh :     رسول الله          شهيد الله                مة الله

2.  Lam Muraqqah ( ترقيق  )

Lam muraqqah adalah apabila lam ل dalam lafal الله didahului oleh harakat kasrah, maka harus dibaca tipis. Semua lam yang terdapat dalam lafal الله harus dibaca tipis.

Contoh :    بسم الله               من عند الله             الحمد لله 

D.  Hukum Bacaan Ra

 1Ra’ Mufakhamah  ( تفخيم )

Ra’ mufakhamah adalah ra yang dibaca tebal. Ra dibaca tebal apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 

a.  Ra berharakat  fathah

Contoh :    ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره

b.  Ra berharakat dlommah

Contoh :    اذا جاء نصرالله والفتح 

c.   Ra berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat  fathah atau dlommah.

Contoh :   وارسل           ترميهيم

d.  Ra berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah, tetapi bukan kasrah asli dari perkataanya.

Contoh :   ارجعي الى ربك راضية مرضية 

e.  Ra berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah asli, tetapi sesudah ra’ ada salah satu huruf isti’la yang tidak berharakat kasrah. Huruf isti’la ada 7, yaitu.خ , ص , ض , غ , ط , ق , ظ

Contoh :   فرقة              قرطاس          ان ربك لبا لمرصاد

 

2.  Ra Muraqqaqah   ترقيق 

Ra muraqqaqah adalah ra yang dibaca tipis. Ra dibaca tipis apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

a)    Ra berharakat kasrah

Contoh :    من شر غاسق            من شر ماخلق

b)    Apabila sebelum huruf ra ada huruf ya sukun

Contoh :    خير من الف شهر       نذير وبشير

c)    Ra berharakat sukun yang didahului huruf berharakat kasrah. Namun setelah ra’ sukun bukan huruf isti’la.

Contoh :    وفرعون ذى الاوتاد 

d)    Jawaazul Wajhaini

Dalam hukum jawaazul wajhaini ra’ boleh dibaca tarqiq atau tafkhim. Hukum jawaazul wajhaini bisa terjadi apabila ada ra’ sukun yang didahului huruf berharakat kasrah dan sesudahnya ada salah satu huruf isti’la yang berharakat kasrah.

Contoh :     بحرص           من عرضه  

E.  Hukum Baca'an Mad

 1  Pengertian mad

Kata mad berasal dari bahasa arab مد – يمد – مدا  yang berarti memanjangkan. Sedangkan menurut istilah, mad berarti memanjangkan bacaan huruf hijaiyah sesuai dengan sifat dan syaratnya masing-masing.

 

2.  Macam-macam Mad

 a)  Mad Thobi’i

Mad thabi’i adalah bacaan huruf hijaiyah yang dipanjangkan secara biasa, atau sering disebut mad pokok (mad asli).

 

Cara membacanya yaitu dipanjangkan satu alif (2 harakat). Disebut mad Thabi’i apabila terdapat hal-hal berikut :

 

·       Jika ada ا  jatuh sesudah harakat fathah.

Contoh :  سا, ما, نا, وا, حا

·       Jika adaو   jatuh sesudah harakat dhommah.

Contoh :  سو, مو, نو, وو, حو

·       Jika ada ي  jatuh sesudah harakat kasrah.

Contoh :  سي, مي, ني, وي, حي

 

b)  Mad Far’i

Mad far’i adalah semua mad selain mad thabi’i, karena bersumber dari mad thabi’i maka disebut mad far’i yang mempunyai arti mad cabang.

 

Adapun mad far’i ini ada 13 macam :

1)  Mad Wajib Muttashil

 

Mad wajib muttashil adalah bacaan mad thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kata. Panjang bacaaanya yaitu 3 alif (6 harakat).

Contoh :       والسماء , وجيء , سوء , حنفاء

 

2)  Mad Jaiz Munfashil

Mad jaiz munfashil adalah bacaan mad thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah tetapi tidak dalam satu kata. Adapun panjang bacaanya yaitu 2½ alif (5 harakat).

Contoh :       يايها الذين       وما ادراك       انا اعطينا ك

 

3)  Mad Layyin

Mad layyin adalah apabila ada salah satu huruf hijaiyyah yang berharakat fathah sebelum wawu sukun atau ya’ sukun.

Contoh :    لاريب                ذف 

                     ليلا                    يوم 

                            

4)  Mad ‘Aridl Lis Sukun

Mad ‘AridlLis Sukun adalah jika ada bacaan mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah hidup yang dibaca mati/tanda waqaf. Panjang bacaanya yaitu : 1 alif (2 harakat) atau 2 alif (4 harakat) atau 3 alif (6 harakat).

Contoh :     نستعين                    ينصرون

                          من فوش                  الرحيم

                           

5)  Mad ‘Iwadl

Mad ‘iwadl adalah apabila ada huruf hijaiyah yang berharakat fathah tanwin yang dibaca waqaf diakhir kalimat. Panjang bacaanya 1 alif (2 harakat).

Contoh :     غفورا رحيما    dibaca       غفورا رحيما

                      سميعا بصيرا    dibaca      سميعا بصيرا

 

6)  Mad Badal

 

Mad badal adalah apabila ada 2 buah huruf hamzah dan huruf hamzah yang pertama berharakat sedangakan huruf hamzah yang ke-2 disukun (mati), maka hamzah yang ke-2 diganti dengan :

-  ا  jika hamzah yang pertama berharakat fathah

- و  jika hamzah yang pertama berharakat kasrah

- ي jika hamzah yang pertama berharakat dlommah

Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat)

Contoh :    ﺄﺄدم          menjadi          ادم

                    اؤتي          menjadi         اوتي

                    ائمان         menjadi        ايمان

       

7)  Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi

Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi adalah apabila ada mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah yang bertasydid dalam satu kata. Panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat).

Contoh :     الطامة            الصاخه          ولاالضالين

 

8)  Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi adalah apabila ada mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah yang bersukun. Panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat).

Contoh :     آلان

 

9)  Mad Lazim Mutsaqqal Harfi

Mad Lazim Mutsaqqal Harfi adalah permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat salah satu/lebih dari huruf : ن, ق, ص, ع, ل, ي, ك, م yang bisa disingkat dengan lafal نقص عليكم. Adapun panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat). Mad ini juga bisa disebut dengan

( مد لازم حرفي مشبع ).

Contoh :   ص        ن     ق      الم

 

10)  Mad Lazim Mukhaffaf Harfi

Mad Lazim Mukhaffaf Harfi adalah permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat satu/lebih dari huruf :حي طهر  yaitu ح , ي , ط , ه , ر . Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat).

Contoh :      طه      يس     حم      الر

 

11)  Mad shilah

·       Mad Shilah Qashirah

Mad Shilah Qashirah adalah apabila ada kata ganti (ha’ dlomir) yang didahului dengan huruf yang berharakat (  ̶  )/ (  ̶  ). Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat).

Contoh :  انه كان           له ما في السموات

 

·       Mad Shilah Thawilah

Mad Shilah Thawilah adalah apabila ada mad shilah qashirah yang bertemu dengan hamzah. Adapun panjang bacaanya yaitu 2½ alif (5 harakat).

Contoh :             ماله أخلده        له الا بماشاء

 

12)  Mad Thamkin

Mad thamkin adalah apabila ada huruf yang bertasydid dan berharakat kasrah bertemu dengan sukun. Panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat) dan penempatan bacaanya pada tasydid serta mad thabi’inya.

Contoh :     حييتم             عليين            من النبيين 

 

13)  Mad Farqi

Mad farqi adalah bacaan panjang yang membedakan antara pertanyaan atau bukan.

Contoh :        قل الله اذن لكم            الذكرين حرم ام الانثيين

 

 F.   Hukum Bacaan Mim Sukun


1.    Ikhfa’ Syafawi

Ikhfa’ syafawi yaitu apabila ada mim sukun (mati) bertemu dengan huruf ba’ (ب ). Cara membacanya yaitu merapatkan bibir dan mendengung.

Contoh :     اعتصم بالله               ام به 

 

2.    Idzhar Syafawi

Idzhar syafawi yaitu apabila ada mim sukun (mati) bertemu dengan huruf hijaiyah yang selain ب dan  م, yaitu :  ي, ه, و, ن, ل, ك, ق, ف, غ, ع, ظ, ط, ض, ص, ش, س, ز, ر, ذ, د, ج, ح, خ, ت, ث, ء.

Cara membacanya yaitu harus jelas, tidak mendengung dan juga tidak samar-samar

Contoh :     انهم الى ربهم             لهم فيها          عليهم ولا

                             وهم راجعون             انعمت           عليهم غير 

                     

3.    Idhghom Mimi

Idhghom mimi yaitu apabila ada mim mati bertemu dengan huruf mim (م). Cara membacanya yaitu dengan cara merapatkan bibir dan mendengung.

Contoh :     كم من

Semoga bermanfaat

 Salam Ina

NB : tulisan di atas merupakan "copy paste" dari WAG MRKR by mbak Uppie