Friday, September 17, 2010

Tour ke Mesjid2 di Singapura

Setelah mendapat konfirmasi dan melihat jadwal training yang bakal kuikuti di Singapura, yang pertama kali terpikirkan adalah bagaimana aku dapat melaksanakan shalat dhuhur dan ashar nantinya ?

Jika menjamak shalat dhuhur ke shalat ashar di hotel, takutnya tidak keburu karena jawal selesai kursusnya bakalan sore banget setiap harinya. Solusi lainnya, cari hotel yang dekat dengan tempat kursus, namun karena suami dan anak2 juga ikut ke Singapura ... lebih baik cari hotel yang dekat tempat makan, terutama mengikuti selera Fathur yang hanya suka dengan makanan2 tertentu saja. Setelah menimbang dan bolak balik melihat peta, akhirnya kami memilih menginap di sekitar Marina Square yang dekat dengan Mal dan bisa ke tempat kursus dengan 1 x naik MRT.

Hari pertama sampai di Singapura, setelah check in di hotel, kami langsung survey ke tempat kursus tersebut dipandu oleh suamiku untuk belajar rute MRT ... melalui circle line (kayaknya ini line yang masih baru), berangkat dari stasiun Promenade, sekitar 5 menit jalan kaki dari Marina Square ... turun di stasiun Nichol Highway dan dilanjutkan jalan kaki sekitar 10 menit melalui jembatan yang melintasi jalan tol, total waktu yang diperlukan termasuk menunggu train sekitar 20 - 30 menit. Alhamdulillah, ternyata di sebelah gedung tempat kursus tersebut, ada mesjid namanya Hajjah Fatimah Mosque di Beach Road, lega rasanya ... Insya Allah tetap bisa melaksanakan kewajiban shalat saat kursus nanti.

Hari pertama kursus, aku sengaja datang lebih awal karena pengen langsung ke mesjid untuk shalat dhuha ... ternyata mesjidnya dikunci, gagal deh hari itu, nggak bisa shalat dhuha :(. Selama waktu kursus, aku juga melakukan puasa membayar hutang puasa Ramadhan yang lalu, lebih praktis ... nggak perlu pusing2 untuk cari lunch karena takut susah mendapatkan makanan halal di sekitar tempat kursus. Begitu waktu istirahat lunch tiba aku langsung ke mesjid, duduk sambil zikir dan mengaji, menunggu waktu shalat tiba, setelah itu shalat jamak qashar dhuhur dan ashar, lalu kembali ke tempat kursus, sorenya bisa langsung pulang ke hotel tanpa beban karena sudah melaksanakan kewajiban shalat. Biasanya wanita yang hadir di mesjid tersebut hanya sekitar 4 - 5 orang saja yang pas barengan denganku, sampai hafal dengan wajah mereka, saudara2ku sesama muslimah itu.

Nah di hari terakhir kursus, waktu aku tiba di mesjid sudah ada seorang nenek yang sudah tua banget sedang berzikir ... kamipun bersalaman, namanya nenek Aisyah, terus beliau tanya aku bawa HP nggak, karena dia pengen nelpon cucunya ngasih tau keberadaannya saat ini. Akupun menelpon ke rumah cucunya setelah berkali2 salah pencet nomor karena si nenek tidak hafal dan beliau lupa meletakkan catatan nomor telpon tersebut, setelah tersambung si nenek berbicara langsung dengan cucunya, ah senangnya bisa menolong orang yang membutuhkan kita ... eh si nenek memberikan 1 buah lokan ke aku sebagai rasa terima kasihnya, aku berusaha menolak, tapi beliau maksa ngasih ... padahal beliau hanya punya 2 buah saja lho yang dibelinya ketika turun dari taxi, katanya buah tersebut termasuk langka di Singapura, terima kasih ya nek, bisa mencicipi buah tersebut.

Kagum sekali aku dengan nenek itu di umurnya yang sudah renta, beliau selalu menyempatkan diri datang ke mesjid, beliau datang sendirian naik kendaraan umum, bus atau taxi, waktu Ramadhanpun beliau tidak pernah absen ke mesjid Hajjah Fatimah ini. Bahkan waktu mudanya beliau sering ke Indonesia mengikuti pengajian2 dari beberapa ustadz, luar biasa ya ikhtiar beliau dalam mencari ilmu agama. Semoga akhir hidup nenek Aisyah tersebut bisa husnul khatimah ... begitu juga aku ... itu doa yang senantiasa aku panjatkan kepada Allah SWT.

Mesjid berikutnya yang menjadi persinggahan kami untuk shalat adalah mesjid Jamae (Chulia) yang terletak di Chinatown, mesjid ini sudah berdiri lebih dari 100 tahun dan menjadi salah satu bangunan bersejarah di Singapura. Di depan mesjid banyak poster2 yang menceritakan tentang mesjid tersebut yang disediakan untuk dapat dibaca pengunjung atau turis. Oh ya sebelumnya suami dan anak2 sudah pernah ke mesjid ini ketika jalan2 mengisi waktu menunggu aku pulang kursus. Toilet dan tempat wudhuk di mesjid ini sangat bagus, banyak dan bersih, setara dengan yang ada di Mal deh :)

Di hari terakhir di Singapura, kami sempat ke Mustafa center dan lewat di depan suatu mesjid, lupa namanya ... kayaknya fasilitas mesjid ini biasa2 saja terlihat dari luar sehingga kami memutuskan shalat di Orchard saja di Mesjid Al Falah yang terletak di sekitar Paragon, Takashimaya, Orchard Road, mesjid ini fasilitasnya bagus termasuk toiletnya juga bersih. Sambil menunggu waktu shalat ashar tiba karena kami akan jamak qashar dhuhur ke ashar, sempat juga masuk ke Mal2 di sekitar Orchard tersebut sambil window shopping dan ketemu alat sikat karpet yang sudah lama pengen dibeli, tapi barang tersebut nggak pernah diperoleh di Jakarta, mantap :).

Ada kisah lain mengenai shalat di Singapura ini, kami sempat shalat ke arah yang keliru, sebelumnya kami sudah mencari tanda arah qiblat di langit2 kamar hotel, di laci2 tapi tidak terlihat, akhirnya dengan menggunakan kompas penunjuk arah qiblat yang kami bawa, dengan yakin kami mengarah ke tempat yang ditunjuk oleh kompas. Pada hari ke tiga, tiba2 Hifzhan melihat tanda arah qiblat yang terpasang di langit2 salah satu lemari, ternyata arahnya berbeda dengan arah yang ditunjuk kompas, penasaran juga apakah kompas kami salah padahal baru dibeli dan sudah ditest selama di Jakarta.

Kamipun segera melakukan survey arah qiblat di kamar hotel tersebut di berbagai titik dengan kompas ... ternyata arah qiblat tersebut berbeda2. Dari lemari ke arah jendela menunjukkan arah seperti semula yg ditunjukkan oleh kompas kami, namun dari lemari ke arah pintu masuk, arahnya berubah seperti petunjuk qiblat yang ada di lemari hotel. Survey dilanjutkan sampai ke luar kamar dan ternyata sesuai dengan petunjuk yang ada di hotel, sampai sekarang kami bingung, mengapa di tempat tertentu arahnya bisa berbeda, akhirnya kami mengikuti arah qiblat sesuai petunjuk hotel. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kami dan mengampunkan semua kesalahan kami. Aamiin.

Salam Ina

Saturday, September 11, 2010

Air (water) dan "Air" (udara)

Sebelum mulai menulis sesuai judul di atas ... perkenankan saya dan keluarga mengucapkan Selamat Idul Fitri 1431H, mohon maaf lahir & bathin. Taqabballahu minna wa minkum, Minal Aidin Wal Faizin ... Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan mendapat kemenangan.

Air (Water)
Sejak para asisten mudik, kegiatan cuci mencuci piring harus kami lakukan sendiri ... rasanya tidak ada habis2nya, ketika selesai masak ... lumayan banyak barang pecah belah, panci, wajan yang harus dicuci .. begitu pula setelah makan, piring2 kembali harus dicuci .. kegiatan ini berlangsung 3x sehari dan ritual yang sama akan berulang, masak & makan pagi ... masak & makan siang dan masak & makan malam. Terbayangkan betapa banyaknya air yang kita gunakan untuk kegiatan cuci mencuci tersebut, belum lagi untuk cuci pakaian, mobil dan tentu saja untuk mencuci tubuh kita alias mandi yang paling tidak dilakukan 2x sehari, membersihkan diri dan kloset setelah BAK dan BAB ... juga untuk sikat gigi dan berwudhuk dan banyak lagi keperluan2 lain yang memerlukan air seperti minum, memasak dll. 

Sungguh Allah SWT sangat pemurah ... menyediakan begitu banyak sumber air di bumi ini ... mulai dari yang rasanya asin yang berasal dari laut, payau yang biasanya ada di daerah rawa2 dan yang rasanya tawar ... bahkan ada air yang bisa langsung diminum tanpa diolah terlebih dahulu seperti air zam-zam yang ada di Mekkah. 

Dikutip dari internet ... secara meteorologis, air merupakan unsur pokok paling penting dalam atmofer bumi. Air terdapat sampai pada ketinggian 12.000 hingga 14.000 meter, dalam jumlah yang kisarannya mulai dari nol di atas beberapa gunung serta gurun sampai empat persen di atas samudera dan laut. Bila seluruh uap air mengembun menjadi cairan, maka seluruh permukaan bumi akan tertutup dengan curah hujan kira-kira sebanyak 2,5 cm. 

Air terdapat di atmosfer dalam tiga bentuk yaitu dalam bentuk uap yang tak kasat mata, dalam bentuk butir cairan dan hablur es. Kedua bentuk yang terakhir merupakan curahan yang kelihatan, yakni hujan, hujan es, dan salju. Air (water) adalah suatu senyawa kimia dengan formula H2O, yang molekulnya mengandung 1 atom oksigen dan 2 atom hidrogen yang terikat dengan ikatan kovalen. Air menutupi 70.9% permukaan bumi dan sangat penting bagi kehidupan. Air di bumi bergerak secara terus menerus melalui siklus penguapan, pengembunan dan pengaliran dan biasanya bermuara menuju laut.

Air minum sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, secara fisik manusia bisa hidup tanpa minum hingga maksimal 3-5 hari, sementara tanpa makan manusia bisa bertahan hingga 8 minggu dengan catatan masih mengonsumsi air. Tapi jika kondisi fisik orang tersebut baik, maka bisa membuat seseorang bertahan lebih lama lagi. 

Ketersediaan atau akses ke air bersih terkait langsung dengan pendapatan penduduk per kapita, diperkirakan pada tahun 2025 lebih dari setengah penduduk dunia akan menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih dan pada tahun 2030, di beberapa negara yang sedang berkembang, permintaan air akan melebihi pasokan yang tersedia sekitar 50 %. Untuk itu kita harus benar2 menjaga ketersediaan air ... bijak2lah menggunakannya dan jangan membuat kerusakan atau pencemaran di badan atau sumber2 air yang akan mengganggu siklus air.
 
Selain air (water) ... ada zat lainnya yang sangat penting yaitu air (udara), udara yang menyelubungi bumi atau atmosfer ...berbentuk gas. Udara kering mengandung 78% nitrogen, 21% oksigen dan 1% uap air, karbon dioksida dan gas-gas lain. Manusia mengirup udara atau bernafas melalui paru2 sekitar 35 pounds atau sekitar 17.5 kg udara setiap harinya. Perlu disadari Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang menciptakan udara dan menganugerahkan secara gratis kepada makhluk2nya di muka bumi ini.

"Air" (Udara)
Ilmuwan membagi massa udara atau atmosfer menjadi beberapa lapisan, lapisan terdekat dengan bumi disebut troposfer, lapisan inilah yang kita butuhkan setiap harinya, di lapisan ini pula kebanyakan siklus kimia untuk unsur2 dan senyawa yang penting terjadi termasuk pengaturan panas yang membentuk cuaca di permukaan bumi. Udara troposfer terdiri dari gas dan beberapa bahan alam lainnya. 

Nitrogen (N2) merupakan unsur terbesar jumlahnya yang membentuk udara dan bumi. Hampir 10 pounds atau 5 kg molekul nitrogen terdapat di setiap inci permukaan bumi, namun ini hanya 2 persen dari semua Nitrogen yang ada di dalam atau di atas bumi, 98 persen sisanya terdapat di batuan, kerak, mantel bumi atau terikat dalam jaringan tubuh. Unsur Nitrogen secara biologi sangat penting bersama2 dengan unsur Karbon, Oksigen dan Hidrogen dalam membentuk kehidupan dan proses metabolisme tubuh. Selain itu Nitrogen merupakan penyubur tanaman, bakteri mengambil Nitrogen dari udara untuk menyuburkan tanah. 

Makhluk hidup seperti manusia dan hewan mengambil Oksigen dari udara melalui proses pernafasan. Oksigen (O2) adalah unsur yang paling penting bagi organisme hidup, karena memungkinkan makanan "dibakar" untuk energi pada tingkat sel (respirasi) tubuh. Ketika pembakaran ini terjadi, akan terbentuk karbon dioksida (CO2) yang akan bergabung kembali ke atmosfer. Penggunaan oksigen lainnya yang terjadi di luar sel tubuh makhluk hidup misalnya pada kebakaran hutan, pembakaran bahan bakar untuk pembangkit listrik, mobil dan penggunaan di industri2 lainnya. Tanaman hijau, selain bernafas juga terjadi fotosintesis saat terkena sinar matahari. 

Fotosintesis ini memerlukan CO2 yang diperoleh dari udara dan mengubahnya menjadi gula berbasis karbon dan dalam prosesnya akan melepaskan kembali O2 ke udara. Sumber tambahan oksigen berada dalam batuan yang telah terperangkap selama ribuan tahun dan dilepaskan perlahan-lahan selama proses pelapukan. Sebagai ilustrasi, ketika manusia bernafas ... untuk setiap 1 liter udara yang dihirup, maka unsur2 yang masuk ke dalam tubuh adalah Oksigen 208 cc, nitrogen 780 cc, CO2 0.3 cc dan gas2 lainnya 11.7 cc, sedangkan udara yang kembali dihembuskan mengandung Oksigen 170 cc, nitrogen 780 cc, CO2 38.3 cc dan gas2 lainnya 11.7 cc. 

Selain Nitrogen dan Oksigen juga terdapat uap air yang memainkan peranan penting terhadap kelembaban udara di suatu tempat ... Betapa penting udara bagi kehidupan, Udara juga melindungi populasi bumi dari radiasi berbahaya yang berasal dari ruang angkasa. Jadi udara lebih dari sekadar udara saja. Ini adalah media, kaya reaksi kimia alam, yang menghubungkan dan mendukung semua bentuk kehidupan. Untuk itu tugas kitalah selaku khalifah di muka ini untuk menjaga agar udara tetap bersih, kurangi pencemaran udara yang dari hari ke hari semakin bertambah seiring dengan kehidupan modern yang dijalani oleh manusia di muka bumi ini ... ayo mulailah dari diri kita sendiri, dari yang kecil dan dari sekarang

Salam Ina