Thursday, June 25, 2009

Berkunjung ke Palu



Palu ... hm dulu hampir tidak pernah terpikirkan bisa berkunjung ke kota Palu ... ternyata karena ditugaskan kantor .. bisa berkunjung ke Palu, kebetulan lokasi proyek tempat aku nyangkul terletak di kabupaten Banggai, propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), sehingga ada beberapa hal yang harus diurus di kota Palu selaku ibukota Sulteng, juga ada beberapa pekerjaan yang dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Tadulako, Palu.

Tanggal 23 - 25 Juni 2009, beberapa orang tim proyek berkunjung ke Palu dalam rangka rapat dengan BKSDA Palu dan juga bersama tim dari IPB kami akan monitoring dan melakukan panen bawang merah sebagai tindak lanjut studi dengan Universitas Tadulako ... urusan pekerjaan mungkin kurang tepatlah untuk diceritakan disini. Aku hanya ingin bercerita mengenai kota Palunya. Kami berangkat naik Garuda dari Jakarta ke Balikpapan kemudian dilanjutkan dengan Sriwijaya Air dari Balikpapan ke Palu. Penerbangannya lancar dan tepat waktu .. Sriwijaya Air juga lumayan, awalnya agak takut juga .. soalnya jarang2 naik pesawat selain Garuda, Alhamdulillah selamat sampai ke Palu. Surprise .. ternyata kota Palu bagus juga ... jalan rayanya mulus, indah ... terutama pemandangan alamnya ... satu sisi terlihat gunung dan disisi lainnya terlihat laut, lalu dibelakang laut ... sejauh mata memandang ada gunung lagi. Subhanallah ... cipataanMu sangat indah.

Sampai di Mutiara airport Palu pk 14:00, kebetulan kami dijemput tim UNTAD, kalau tidak ada jemputan ada juga taxi dan rental mobil di airport. Karena belum makan siang, kami diajak menikmati kaledo di Silae Bahari, ... katanya sih ada yang lebih enak lagi, tapi tempatnya kurang memadai. Oh ya kaledo itu singkatan dari kaki lembu Donggala ... jenis masakannya seperti sop dengan rasa mirip pindang Palembang. Warung kaledo ini seperti rumah ... beberapa artis pernah makan disini terlihat banyak foto2 di dindingnya ... nunggu makanannya lumayan lama, tapi terbayarkan setelah kaledo panas terhidang disertai jeruk nipis dan bawang goreng nan garing, suasana hening ... karena masing2 sibuk menghirup kuahnya yang lezat dan sedikit berjuang melepaskan daging yang melekat di tulang ... keringetan bo... tapi puaass :-). Oh ya kaledo ini bisa dimakan dengan nasi atau ubi rebus ...

Setelah makan siang atau tepatnya makan sore ... kami diantar ke Hotel Palu Golden, hotel ini sudah tua ... sebenarnya ada hotel yang lebih bagus yaitu Swiss Bell hotel tapi penuh. Oh ya di Palu ada jembatan yang cukup bagus melintasi sungai yang panjang... lupa nanya nama sungainya. Malamnya kami diajak makan ikan bakar di Resto Taman Ria .. yang terletak di atas laut ... pinggiran laut maksudnya, makan ikan bakar ditraktir atasanku. Si bos memesan makanannya banyak banget, masing2 orang memesan ikan bakar, terus ada kepiting ... udang goreng tepung ... kepitingnya sampe nggak habis dan minta dibungkus untuk dibawa pulang oleh tim UNTAD. Rasa makanannya enak tapi menurut aku ikan bakar di Luwuk jauh lebih lezat .. mungkin karena ikannya lebih segar dan sambal2nya lebih ok.

Hari Rabu pagi kami menuju Fakultas pertanian UNTAD untuk panen bawang hasil penelitian, area kampus cukup luas tapi sayang kurang terawat ... dan baru2 ini ruang admin Fakultas Pertanian terbakar sehingga dekannya pindah ke ruangan lain untuk sementara. Menurut tim UNTAD tanah di area kampus ini miskin hara sehingga tanamannya banyak yang meranggas ... kering ... rumput/ilalang juga tinggi banget ... sedih juga ngelihatnya ... semoga ke depan bisa lebih baik lagi perawatan dan kebersihan area kampus ini. Siangnya meeting di BKSDA dan disuguhi nasi kotak saja.

Malamnya kami diajak makan ayam di Biromaru, agak ke luar kota ... penasaran juga ayam apakah ini sampe jauh2 nyarinya ... katanya sih enak, warungnya buka hanya malam Kamis dan malam Minggu saja ... beruntung kami bisa mencicipinya. Warungnya masuk gang, dekat pasar ... ada beberapa rumah yang menjual makanan yang sama, tapi yang paling laris yang rumahnya agak gedean ... wah yang mau makan pada ngantri karena tempat duduknya terbatas. Ayamnya ayam kampung yang dibakar ... mirip2 ayam bakar resto Padang .. hanya bumbunya sedikit lebih basah dan seperti dikasih kecap ... makannya dengan ketupat dan kuah santan yang disajikan terpisah ... enak juga, karena ayamnya empuk banget .. nggak kerasa sudah habis lebih dari 5 potong he..he.

Besoknya Kamis kami pulang ke Jakarta lewat Balikpapan, sebelumnya singgah di Mbok Sri, letak rumahnya di jalan menuju bandara ... beli oleh2 bawang goreng yang cukup terkenal dan abon serta jajanan2 lainnya. Mbok Sri ini sudah tua .. tapi semangat dagangnya ok banget ... cara melayani pelanggannya juga luar biasa, setiap pembeli dikasih ektra satu bungkus jajanan dan diantar serta didoakan sampai ke mobil ... omsetnya bisa jutaan perhari, oh ya dari hasil jualan bawang ini beliau ikut membangun mesjid di depan rumahnya dan menghibahkan tanahnya untuk mesjid... katanya untuk masa depannya kelak di akhirat. Subhanallah.

Karena kebiasaan di Jakarta yang harus well prepared ... kami kepagian sampai di bandara, untung petugas check in Sriwijaya Airnya sudah ada, selesai check in masuk ke ruang tunggu, ternyata kami penumpang pertama pada jam tersebut ... ACnya belum dinyalakan dan baru dinyalakan jika ada penumpang, setelah penumpang berangkat dimatikan lagi menunggu jam penerbangan selanjutnya. Nggak tahan juga duduk di ruang yang panas .. untung ada loungenya bayar Rp. 35000, dikasih minum dan snack ... yang penting ACnya dingin he..he. Akhirnya setelah lebih dari 10 jam di perjalanan terhitung mulai berangkat dari hotel di Palu sampe ke rumah, Alhamdulillah dapat berkumpul kembali dengan keluarga.

Salam Ina

Friday, June 05, 2009

I Love You and I Don't Ever Want to Lose You

Ketemu kartu ucapan lama (tahun 1991, zamannya Hall Mark, AirBrush Feeling dll), waktu itu kartu2 ucapan seperti ini laku keras ... sekarang zaman sudah berubah, sudah banyak media untuk berkomunikasi ada SMS, FB, email, blog dll.

Kartu ini dikirim seseorang, now he is my husband :-)) untukku, aku lupa pernah terjadi peristiwa apa di antara kami dahulu kala he..he, pokoknya kartu itu merupakan permintaan maafnya untukku. Waktu kubaca lagi ... kayaknya cocok juga nih ditulis kembali disini sebagai permintaan maafku untuk suami tercinta karena tingkah lakuku yang mungkin tidak berkenan selama beberapa bulan terakhir ini. Oh ya tulisan dibawah ini (italic) merupakan quote dari ~Linda Tillmann seperti yang tertulis di kartu tersebut.

To my dear husband

I know we've always had the ability
To really open up and talk deeply with each other
But lately and for reasons I can't explain
I find myself feeling frightened
About what will happen with us

I know I can't predict the future, nor do I want to
But sometimes I need your assurances
That everything will be all right
And things will turn out well for us

To think of a life without you
Is to think of a life of emptiness
Filled with lonely days and lonely thoughts

I want to approach you
To let you know how I'm feeling
And in doing that
I hope we can make everything good again

I'd really hate to lose you
The very idea of it frightens me
So please try and understand
My feelings about this
Because I love you
And I don't ever want to see things change between us.

Your wife
Ina

Tingkat-tingkat Kepribadian Manusia

Ketika sedang mencari file2 lama yang ada di komputer ... nemu tulisan di bawah ini yang dikutip dari buku “Bahan Renungan Kalbu” Penghantar Mencapai Pencerahan Jiwa (by Ir. Permadi Alibasyah). Astaghfirullah, ternyata oh ternyata tingkat kepribadianku masih sering berada pada peringkat 1 dan 2, mungkin sekali2 pernah mencapai peringkat 3 namun belum sepenuhnya istiqamah, perlu usaha dan doa yang sungguh2 sehingga bisa mencapai peringkat yang lebih tinggi sebelum ajal menjemput dan semoga mendapatkan khusnul khatimah. Amin Ya Allah.

Abdul Fattah Rashid Hamid PhD, seorang psikolog Muslim lulusan St. Louis University USA dalam bukunya “Pengenalan Diri dan Dambaan Spiritual” menyebutkan bahwa perjalanan setiap individu dalam menuju kesempurnaan kepribadiannya akan melewati tingkat kepribadian sebagai berikut :

Kepribadian Tingkat 1 : An-Nafs al-Ammarah
Pada tingkat ini manusia condong pada hasrat dan kenikmatan dunia. Minatnya tertuju pada pemeliharaan tubuh, kenikmatan selera-selera jasmani dan pemanjaan ego. Di tingkat ini iri, serakah, sombong, nafsu seksual, pamer, fitnah, dusta, marah dan sejenisnya menjadi yang paling dominan.

Kepribadian Tingkat 2 : An-Nafs al-Lawwamah
Pada tingkat ini manusia sudah mulai melawan nafsu jahat yang timbul, meskipun ia masih bingung tentang tujuan hidupnya. Jiwanya sudah melawan hasrat-hasrat rendah yang muncul. Diri masih menjadi subjek yang dikendalikan hasrat-hasrat yang bersifat fisik, ia masih sering tertipu oleh muslihat dunia yang sementara ini.

Kepribadian Tingkat 3 : An-Nafs al-Mulhima
Pada tingkat ini manusia sudah menyadari cahaya sejati tidak lain adalah petunjuk Allah. Semangat taqwa dan mencari ridho Allah adalah semboyannya. Ia tidak lagi mencari kesalahan-kesalahan orang lain tetapi ia selalu introspeksi untuk menjadi hamba Allah yang lurus. Ia selalu zikir dan mengikuti sunah nabi Muhammad SAW.

Kepribadian Tingkat 4 : An-Nafs al-Qanaah
Pada tingkat ini hati telah mantap, merasa cukup dengan apa yang dimilikinya dan tidak tertarik dengan apa yang dimiliki oleh orang lain. Ia sudah tidak ingin berlomba untuk menyamai orang lain. Ketinggalan ‘status’ baginya bukan berarti keterbelakangan dan kebodohan. Ia menyadari bahwa ketidakpuasan atas segala sesuatu yang telah ditetapkan Allah menunjukkan keserakahan dan ketidakmatangan pribadi. Pada tingkat ini, manusia mengetahui bahwa seseorang tidak dapat memperoleh kebaikan apapun kecuali dengan kehendak Allah. Hanya Allah yang mengetahui apa yang terbaik dalam situasi apapun.

Kepribadian Tingkat 5 : An-Nafs al-Mut’mainnah
Pada tingkat ini hati manusia telah menemukan kebahagiaan dalam mencintai Allah SWT. Ia tidak ingin memperoleh “pengakuan” dari masyarakat ataupun tentang tujuannya. Jiwanya telah tenang, terbebas dari ketegangan karena pengetahuannya telah mantap bahwa segala sesuatu akan kembali kepada Allah. Ia benar-benar telah memperoleh kualitas yang sangat baik dalam ketenangan dan keheningan.

Kepribadian Tingkat 6 : An-Nafs al-Radiyah
Ini adalah ciri tambahan bagi jiwa yang puas dan tenang. Ia merasa bahagia karena Allah ridho padanya. Ia selalu waspada akan tumbuhnya keengganan yang paling sepele terhadap kodratnya sebagai hamba Allah. Ia menyadari bahwa Islam adalah fitrah insan dan iapun haqul yakin pada firman Allah,”….. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu ….”. Ia patuh pada Allah semata-mata hanya sebagai perwujudan rasa terima kasihnya.

Kepribadian Tingkat 7 : An-Nafs al-Kamilah
Ini adalah tingkat manusia yang telah sempurna (al-Insan al-Kamil). Kesempurnaannya adalah kesempurnaan moral yang telah bersih dari semua hasrat kejasmanian sebagai hasil kesadaran murni akan pengetahuan yang sempurna tentang Allah. “Selubung driri”nya telah terbuka hanya mengikuti Kesadaran Ilahi. Nabi Muhammad SAW adalah contoh manusia yang telah sampai pada tingkat ini. Kepribadiannya mengungkapkan segala hal yang mulia dalam kodrat manusia.

Di tingkat manakah kita berada ?

Berjihadlah untuk memperbaiki peringkat. Seorang ahli hikmah berkata,
“Barangsiapa hendak memperbaiki jiwa hendaklah bersungguh-sungguh menekan diri sampai terbebas dari keburukannya.”

Semoga bermanfaat

Salam Ina