Friday, February 17, 2017

Renungan Untuk Anak Adam

Kebesaran Sang Pencipta

Wahai anak Adam..
Aku jadikan engkau dalam perut ibumu dan aku tutup wajahmu dengan penutup supaya tak lemas engkau dalam rahim. Dan Aku jadikan engkau tenang dilindungi disebalik rahim ibumu. Aku cukupkan bagi engkau makananmu.

Dan Aku jadikan di samping kanan dan kirimu tempat berpaut. Di kananmu hati (liver) dan di kirimu empedu (spleen) ibumu. Setelah itu, Aku ajarkan engkau untuk tetap dan duduk di dalam badan ibumu. Adakah yang lain selain dariKu yang mampu menjadikannya sedemikian??

Setelah berakhir penciptaanmu dan disempurnakan kejadianmu, Aku arahkan kerajaanKu dengan penuh kasih dan sayang untuk mengeluarkanmu dari rahim, maka dikeluarkanlah dirimu. Tiada bagimu gigi untuk mengunyah, juga tanganmu belum bisa untuk menggapai, juga kakimu belum bisa untuk berdiri. Engkau belum mampu apa2.

Aku jadikan susu yang lengkap lagi bersih dari dada ibumu, yang sejuk di musim panas dan panas di musim sejuk. Dan Aku letakkan cinta dan kasih kepada engkau dalam diri kedua orang tuamu.

Tidak telungkup engkau sebelum mampu, tidak duduk engkau sebelum mampu, tidak merangkak engkau sebelum mampu, tidak berdiri engkau sebelum mampu. Apabila engkau telah kuat untuk berjalan,  sekarang engkau bermaksiat sa'at engkau berseorangan!! Dan engkau langsung tidak malu padaKu.

Maka Aku tetap peringatkan:

Jika engkau berdoa, Aku kabulkan.
Jika engkau meminta, Aku berikan.
Jika engkau bertaubat, Aku bawa engkau kepadaKu

Sungguh ajaib, engkau wahai anak Adam ..
Ketika dilahirkan kau diazankan dan di Iqamatkan tanpa disertai sholat.
Dan bila kau mati engkau disholatkan tanpa didahulukan azan.

Sungguh ajaib bagi mu wahai anak Adam..
Ketika lahir tidak kau ketahui siapa yang mengeluarkanmu dari tubuh ibumu
Dan ketika kau mati, tidak juga engkau ketahui siapa yang memasukkan engkau ke kuburmu.

Sungguh ajaib perihalmu anak Adam..
Ketika kau dilahirkan ada yang menggosok dan membersihkanmu dan setelah engkau mati ada juga yang menggosok dan membersihkanmu.

Sungguh ajaib perihalmu anak Adam..
Ketika lahir tidak kau ketahui siapa yang gembira dan tersenyum atas kelahiranmu, dan setelah ajalmu masih engkau tidak ketahui siapa yang menangisi dan bersedih atas kematianmu.

Ajaib sungguh perihalmu anak Adam..
Ketika engkau di perut ibumu, Aku jadikan engkau di dalam tempat yang sempit lagi gelap dan apabila mati dijadikan bagi engkau kubur yang sempit lagi gelap.

Ajaib sungguh perihalmu anak Adam..
Lahirmu terus engkau dibalut dengan kain untuk menutupimu, matimu juga engkau dikafankan dengan kain putih untuk menutupi mu.

Ajaib sungguh perihalmu anak Adam ..
Apabila engkau lahir ditanyakan manusia mengenai syahadah dan apa kabarmu.
Dan setelah engkau mati engkau ditanyakan malaikat  tentang amal2  engkau yang sholeh dan apa bekalmu untuk akhirat?

Paksakan untuk sebut di hati Dua Kalimah Syahadah.
Asyhaduan Laailahaillallah Waasyhaduanna Muhammadar Rasulullah.

Bacakan Juga Surah Al Ikhlas
Bismillah...
Qul hu'wallah hu Ahad.
Allah hussomad.  Lam yalid wa lam yuulad.
Wa lam yakullahu kufuwan Ahad 

Renungan Buat Calon Jenazah
 
Sesaat setelah rohku berpisah dengan jasad, yaitu ketika aku mulai memasuki alam kehidupan yang baru, apakah aku dapat tersenyum menjumpai malaikat yang memberikan salam kepadaku...

Wahai anak Adam, engkaukah yang meninggalkan dunia atau dunia yang meninggalkanmu?
Wahai anak Adam, engkaukah yang merengkuh dunia, atau dunia yang merengkuhmu ?
Wahai anak Adam, engkaukah yang mematikan dunia, atau dunia yang mematikanmu ?

Ketika jasadku menunggu untuk dimandikan, mampukah aku menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan malaikat kepadaku...

Wahai anak Adam, dimanakan tubuhmu yang kuat itu, mengapa kini engkau tidak berdaya?
Wahai anak Adam, dimanakah lisanmu yang lantang dulu, mengapa kini engkau terdiam ?
Wahai anak Adam, dimanakah orang-orang yang dulu mengasihimu, mengapa kini mereka membiarkanmu tergeletak sendirian tanpa daya ?

Sewaktu mayatku dibaringkan diatas kain kafan, siap dibungkus, mampukan aku menuruti apa yang dikatakan malaikat..

Wahai anak Adam, bersiaplah engkau pergi jauh dari tanpa membawa bekal!
Wahai anak Adam, pergilah dari rumahmu dan jangan kembali!
Wahai anak Adam, naikilah tandu yang tidak akan pernah engkau nikmati lagi setelah itu!

Tatkala jenazahku dipikul diatas keranda, sanggupkah aku bersikap anggun seperti seorang raja yang di tandu prajurit, ketika malaikat berseru kepadaku...

Wahai anak Adam, berbahagialah engkau apabila engkau termasuk orang-orang yang bertaubat!
Wahai anak Adam, berbahagialah engkau apabila selama di dunia engkau selalu taat pada perintah Allah dan RasulNYA!
Wahai anak Adam, berbahagialah engkau apabila yang menjadi teman abadimu di alam kubur adalah redho Allah, celakalah engkau apabila teman abadimu adalah murka Allah!

Ketika aku dibaringkan untuk disholati, akankah diriku mampu bersikap manis tatkala malaikat berbisik ditelingaku..

Wahai anak Adam, semua perbuatan yang telah engkau lakukan akan engkau lihat kembali!
Wahai anak Adam, apabila selama ini engkau tenggelam dalam amal sholeh, maka bergembiralah!
Wahai anak Adam, apabila selama ini engkau tenggelam dalam kemaksiatan menuruti nafsu, maka sambutlah penderitaan akibat keenggananmu mengabdi kepadaNYA!

Sewaktu jasadku berada di tepi kubur siap untuk diturunkan ke liang lahat, akankah lidahku kelu menjawab pertanyaan malaikat yang berbisik lirih..

Wahai anak Adam, kedamaian apakah yang engkau bawa untuk menempati rumah cacing ini ?
Wahai anak Adam, cahaya apakah yang engkau bawa untuk menempati rumah yang gelap ini ?
Wahai anak Adam, siapakah temanmu yang kau ajak menemanimu dalam penantian panjang ini?

Tatkala aku sudah diletakkan di liang kubur, masih mampukah aku tersenyum menjawab ucapan selamat datang yang disampaikan bumi kepadaku :

Wahai anak Adam, ketika berada di punggungku engkau bergelak tawa, kini setelah berada di perutku apakah engkau akan tertawa juga ataukah engkau akan menangis menyesali diri ?
Wahai anak Adam, ketika berada di punggungku engkau bergembira ria, kini setelah berada di perutku apakah kegembiraan itu masih tersisa ataukah engkau akan tenggelam dalam duka nestapa?
Wahai anak Adam, ketika berada di punggungku engkau bersilat lidah, masihkah kini engkau bernyanyi ataukah engkau akan diam membisu seribu bahasa bergelut dengan penyesalan ?

Setelah aku sendiri terbujur kaku dihimpit bumi tanpa daya dalam liang lahat, sementara sanak keluargaku beserta teman-teman karibku pulang kerumahnya masing-masing, akankah kecemasan menguasai diriku ketika dihisab : 
“Wahai anak Adam, sekarang engkau terasing sendirian. Mereka telah pergi meninggalkan engkau dalam kesempitan dan kegelapan. Padahal dulu engkau membangkang tidak mau taat kepada Sang Pencipta semata mata untuk kepentingan mereka. Balasan apa yang engkau peroleh dari mereka ? Masih pantaskah engkau mengharapkan syurga ?”

Semoga bermanfaat.

Salam Ina 

Note : tulisan di atas copy paste dari forward di WA grup

Wednesday, January 11, 2017

Liburan ke Surabaya dan Semarang

Mendekati akhir masa liburan sekolah semester ganjil tahun 2016/2017 ini, anakku yang bungsu mulai bertanya, “Ma .. kog kita nggak pergi liburan ?” waduh .. mama dan papa belum bisa ambil cuti kantor dan juga kakak masih ada ujian. Repotnya mencari waktu untuk bisa berlibur bersama-sama karena kegiatan anak2 dan waktu liburan sekolah sudah berbeda. Akhirnya disepakati liburannya mulai tanggal 6 Januari sampai dengan tanggal 10 Januari 2017, sehingga si bungsu harus minta izin guru sekolahnya untuk tidak masuk sekolah.

Liburan kali ini, seperti biasa, suamiku yang bertindak sebagai travel agent yang merencanakan dan membeli segala keperluan liburan baik transportasi maupun akomodasi, kami tinggal duduk manis mengikuti arahannya he…he. Rute liburan dimulai dari kota Surabaya lalu lanjut ke kota Semarang serta kota-kota kecil di sekitarnya Kudus, Demak, Ambarawa. 

Surabaya dan sekitarnya
Kami berangkat dari Jakarta tanggal 6 Januari 2017 pk 7.35  dan tiba di Surabaya sekitar pukul 9:00 an, setelah beres pengambilan bagasi, kami segera naik mobil sewaan menuju mesjid Nasional Al Akbar Surabaya untuk persiapan sholat Jum’at berjamaah. Mesjid ini lumayan besar dan bagus … di sekitar mesjid banyak penjual makanan dan minuman, kami sempat mencicipi minum es kelapa muda di sini selesai sholat Jum’at, haus soalnya karena cuaca yang panas.

Perjalanan berikutnya adalah menuju Madura melalui jembatan Suramadu yang menghubungkan kota Surabaya dan pulau Madura, anak-anakku baru pertama kali mengunjungi Madura. Tujuan utama adalah untuk untuk makan siang dengan menu nasi dan lauk bebek goreng he..he. Ada dua resto bebek yang terkenal di Bangkalan Madura yaitu bebek Sinjay dan bebek Songkem. Akhirnya kami memilih makan di resto bebek Songkem pak Salim dengan pertimbangan di resto ini juga tersedia menu ayam sehingga suamiku yang tidak suka bebek bisa memilih menu ayam. Bagaimana rasa bebeknya ? menurut aku sih biasa saja, malahan lebih enak bebek2 garing yang ada di warung/resto di Jakarta he..he.

Di sini kami juga sempat lihat-lihat batik di galery Pesona Batik Madura dan aku ketemuan dengan teman SMA-ku dulu di Lhokseumawe yang kebetulan tempat tinggalnya tidak jauh dari galery tersebut, wow senangnya bisa bersilaturrahmi plus dapat oleh-oleh kain batik pula … terima kasih ya teman.

Kami hanya menginap satu malam di Surabaya yaitu di hotel Varna, keesokan harinya kami sempatkan jalan-jalan di kota Surabaya antara lain ke monumen tugu pahlawan, monumen kapal selam dan tentu saja wisata kuliner seperti mencicipi rawon setan, soto ayam cak To dan es krim tempo dulu di resto Zangrandi. Karena kami di Surabaya hanya sebentar, tidak banyak objek wisata yang bisa dikunjungi, semoga lain kali bisa berkunjung ke kota-kota lainnya di Jawa Timur.

Semarang dan sekitarnya
Hari Sabtu tanggal 7 Januari 2016 sore hari kami terbang ke Semarang dan tiba di Semarang sudah mendekati waktu sholat maghrib, kami dijemput oleh mobil yang disediakan oleh hotel Gumaya, tempat kami menginap selama di Semarang. Malamnya kami mencari makan di sekitar hotel … ternyata banyak resto dan warung yang menjual menu makanan yang mengandung babi, waduh kami harus hati-hati memilih resto/warung dan bertanya detail sebelum memutuskan masuk ke resto/warung untuk makan.

Esok harinya, hari Minggu tanggal 8 Januari 2017, dengan mobil sewaan kami menuju kota Demak sekitar 1.5 jam dari kota Semarang, di sini kami berkunjung ke masjid Agung Demak dan foto-foto di alun-alun yang ada tulisan Demaknya. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Kudus, di sini kami berkunjung ke mesjid Menara Kudus, banyak peziarah yang berkunjung ke sini karena di area yang sama terdapat makam salah satu wali songo yaitu Sunan Kudus atau Raden Jafar Sadiq. Karena di tempat ini terlalu rame, kami memutuskan sholat dzuhur di mesjid Agung Kudus yang terletak di sekitar alun-alun.

Kami singgah makan siang di resto Sari Rasa yang menjual menu garang asem, makanan khas Kudus yang konon katanya resto ini favoritnya pak SBY presiden ke 6 RI. Garang asem dapat digolongkan sebagai sop ayam yang dibungkus daun pisang. Satu porsinya disajikan bersama sepiring nasi putih panas. Sensasi pertama ketika mencicipi garang asem Sari Rasa adalah pedasnya yang menggigit, bagi yang tidak tahan pedas bisa memilih menu lainnya, misalnya nasi dengan ayam goreng, menu ini enak banget.


Oh ya di Kudus ini juga terkenal dengan dodolnya yang sering disebut jenang Kudus, salah satunya yang terkenal adalah merk Mubarok, kami membeli oleh-oleh jenang Kudus di gerai Mubarok karena aku penggemar dodol. Di Kudus juga kami sempatkan foto2 narsis di alun-alun yang ada tulisan Kudusnya he..he. Ternyata di tiga kota yang kami datangi, landmark kota tertulis di persimpangan sekitar alun-alun, mulai dari Semarang yang terkenal dengan “Simpang Lima Semarang”, lalu Demak  dengan landmark “Simpang Enam Demak”, berikutnya Kudus dengan “Simpang 7 Kudus”, unik juga bisa berurutan begitu jumlah persimpangannya, apakah kota2 berikutnya ada “Simpang 8, 9 atau bahkan 10” ? entahlah, ntar coba digoogling.

Berikutnya, acara jalan-jalan di sekitar objek wisata yang ada di kota Semarang yaitu gedung Lawang Sewu yang artinya seribu pintu karena gedung ini memiliki pintu yang sangat banyak walaupun tidak mencapai seribu buah. Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV Dipenegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Perhubungan Jawa Tengah.
Pada masa perjuangan, gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Sejak tahun 1992, Pemerintah Kota Semarang  telah memasukkan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.

Tempat lainnya yang kami datangi di kota Semarang adalah Mesjid Agung Jawa Tengah, mesjid ini sangat besar ,,, berdiri di atas lahan sekitar 10 hektar dengan luas bangunan induk sekitar 7700 m2. Mesjid ini berarsitektur perpaduan Jawa dan Yunani dan dilengkapi dengan 6 buah payung besar elektrik seperti yang terdapat di Mesjid Nabawi Madinah, yang dibuka jika jamaah sholat cukup banyak seperti pada hari Jumat atau hari raya. Sayangnya saat ini bagian luar mesjid tampak kusam dan juga kondisi taman/halaman kurang terawat mungkin karena lahannya sangat luas.

Selanjutnya kami menuju kota Ambarawa untuk melihat museum kereta api. Pada masa kolonial Belanda, Ambarawa merupakan sebuah kota militer. Melalui komando dari  Raja Willem I, dibuatlah sebuah stasiun di Ambarawa yang digunakan untuk mengangkut tentara Belanda ke Semarang. Setelah Belanda tidak lagi berkuasa, stasiun ini tidak lagi difungsikan sebagai stasiun militer.


Pada tahun 1976 gubernur Jawa Tengah waktu itu, Soepardjo Roestam mengalih fungsikan stasiun ini menjadi museum kereta api. Di Museum Kereta Api Ambarawa kita dapat melihat koleksi-koleksi lokomotif kereta api beserta peralatan komunikasi kuno sebagai pendukungnya. Di museum ini kita juga bisa naik kereta wisata yang melayani rute Ambarawa-Bedono pp serta Ambarawa-Tuntang pp. Namun sayangnya karena kami datang pada hari kerja, kereta wisata tersebut tidak beroperasi. Akhirnya kami hanya foto-foto saja di sini mumpung pengunjungnya tidak banyak.

Ketika kembali ke kota Semarang, kami sempat melihat Sam Koo Pong, yang merupakan tempat persinggahan dan pendaratan Laksamana Tiongkok yang bernama Zheng He/Cheng Ho. Tempat ini biasa disebut Gedung Batu, karena bentuknya merupakan sebuah gua batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Hampir di keseluruhan bangunan bernuansa merah khas bangunan China, sekarang tempat ini dijadikan kelenteng.


Di kota Semarang juga banyak terdapat bangunan-bangunan tua yang terletak di kawasan kota lama yang dulu pernah ramai dan menjadi pusat ekonomi di Semarang. Bangunan-bangunan vintage tersebut kini menjadi objek wisata yang cukup digemari oleh masyarakat Semarang dan sekitarnya. Beberapa tempat di Kota Lama juga menjadi spot kesukaan para penggemar fotografi di Semarang karena lokasinya memang sangat fotogenik.

Oh ya cerita kuliner di Semarang ,, kami sempat mencicipi Bakmie Jowo Pak Gareng yang cukup dikenal di Semarang, Warungnya memang sederhana, namun rasa bakmienya maknyus terutama kuah kaldunya … asli dari kaldu ayam kampung yang diolah dari resep turun temurun. Cara memasaknya yang khas, menggunakan tungku tanah liat dan bara arang, membuat bakmi ini lebih istimewa baik dari segi aroma maupun rasanya.

Hari Selasa tanggal 10 Januari 2017 kami kembali ke Jakarta. Ada kejadian yg tidak menyenangkan ketika check in di counter Garuda bandara Ahmad Yani Semarang, untuk anakku yang bungsu yang belum punya KTP, dimintakan KK, mana pernah liburan kita bawa KK ? Terus ortu diminta membuat surat pernyataan dan harus bayar materai Rp 6000, eh biaya materai dinaikkan jadi Rp 10000, jengkel banget rasanya karena kami sudah sering terbang dengan anak2 ke beberapa kota di Indonesia, baru kali ini mengalami hal ini, apakah ini aturan baru atau spesifik untuk Semarang saja ?  ada yg punya pengalaman yg sama ?

Demikianlah sekilas cerita liburan di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Rasanya sudah pengen liburan lagi dan ingin mengunjungi provinsi2 lainnya di negeri tercinta ini yang pemandangannya indah2 dan juga ingin mencicipi kuliner khas daerah masing-masing.

Salam Ina

Monday, December 26, 2016

12 tahun Tsunami Aceh


Doa untuk ibunda, kakanda, ponakan2, sanak saudara dan handai tolan yang menjadi korban tsunami di Aceh, 26 Desember 2004.

Ya Allah, ampunilah mereka, kasihilah mereka, maafkanlah mereka, muliakanlah tempatnya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah mereka dengan air, salju dan embun. Sucikanlah mereka dari segala kesalahan sebagaimana pakaian disucikan dari najis. Gantikan untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, gantikan untuknya keluarga yang lebih baik dari keluarganya, gantikan untuknya pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah ke dalam surga dan lindungilah mereka dari azab kubur dan azab neraka.

Berikut kutipan dari berbagai sumber di internet tentang cara berbakti kepada orang tua yang telah meninggal dunia.

Salah satu diantara rahmat yang Allah berikan kepada orang yang beriman adalah mereka bisa saling memberikan kebaikan, sekalipun harus berpisah di kehidupan dunia. Karena ikatan iman Allah abadikan, sekalipun mereka sudah meninggal.

Doa mukmin yang hidup kepada mukmin yang telah meninggal, Allah jadikan sebagai doa yang mustajab. Doa anak soleh kepada orang tuanya yang beriman, yang telah meninggal, Allah jadikan sebagai paket pahala yang tetap mengalir. Ilmu yang diajarkan oleh seorang guru muslim kepada masyarakat, akan menjadi paket pahala yang terus mengalir, selama ilmu ini diamalkan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seseorang mati, seluruh amalnya akan terputus kecuali 3 hal: sedekah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.” (HR. Muslim 1631, Nasai 3651, dan yang lainnya).

Bahkan ikatan iman ini tetap Allah abadikan hingga hari kiamat. Karena ikatan iman ini, Allah kumpulkan kembali mereka bersama keluarganya di hari kiamat.


Bakti seperti apa yang bisa kita berikan kepada mereka? Berikut adalah cara berbakti pada orangtua yang sudah tiada:

1. Berusaha menjadi anak sholeh, taat kepada Allah dan RasulNya, karena doa dari anak sholeh pada orangtuanya merupakan amalan yang pahalanya tak akan terputus untuk orangtuanya.

Sebagaimana hadist yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam:

عن ‏ ‏أبي هريرة ‏ رضي الله عنه أن رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه واله وسلم ‏ ‏قال: ‏ إذا مات الإنسان انقطع عنه عمله إلا من ثلاثة إلا من صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له (صحيح مسلم)

“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang bedoa kepadanya (ibu bapaknya).” (HR. Muslim).

2. Menshalati jenazahnya, memohonkan ampun untuk mereka, memenuhi janji mereka, dan menyambung hubungan dengan orang yang dicintai seperti kedua orangtuanya, sahabat karibnya, dan kerabat-kerabatnya.

Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya cara berbakti kepada orangtua yang paling baik yaitu seseorang menyambung hubungan dengan orang yang dicintai bapaknya setelah meninggal.” (HR. Muslim, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Suatu saat datang seorang laki-laki dari golongan Anshar dan bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah masih ada perbuatan bakti yang harus aku perbuat kepada kedua orangtuaku setelah mereka meninggal?”

Kemudian Nabi Shallallahu “alaihi Wassallam menjawab:
“Ya, ada empat perkara: menshalatinya dan memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka, melaksanakan janji-janji mereka, memuliakan teman-teman mereka, dan menyambung tali kekeluargaan yang kamu tidak memiliki pertalian kecuali dari adanya pertalian itu, itu perbuatan bakti kepada mereka yang tersisa bagimu untuk kamu lakukan setelah mereka meninggal.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).

3. Bagaimana dengan menghadiahkan pahala sedekah terhadap orang tua yang sudah meninggal ?

Menghadiahkan pahala sedekah untuk orang yang sudah meninggal termasuk praktek yang dibolehkan dan pahalanya bisa sampai kepada orang tersebut. Di antara dalil tegas dalam masalah ini adalah hadis dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwa ada seorang lelaki yang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسَهَا وَلَمْ تُوصِ، وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، أَفَلَهَا أَجْرٌ، إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: «نَعَمْ تَصَدَّقْ عَنْهَا»

“Ibuku mati mendadak, sementara beliau belum berwasiat. Saya yakin, andaikan beliau sempat berbicara, beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapat aliran pahala, jika saya bersedekah atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya. Bersedekahlah atas nama ibumu.” (HR. Bukhari 1388 dan Muslim 1004)

Dalam hadis yang lain, dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa ibunya Sa’d bin Ubadah meninggal dunia, ketika Sa’d tidak ada di rumah. Sa’d berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا، أَيَنْفَعُهَا شَيْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا؟ قَالَ: «نَعَمْ»

“Wahai Rasulullah, ibuku meninggal dan ketika itu aku tidak hadir. Apakah dia mendapat aliran pahala jika aku bersedekah harta atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.” (HR. Bukhari 2756)

Hadis-hadis di atas menjadi dalil bahwa pahala sedekah atas nama mayit bisa sampai kepada mayit. Bahkan kata Imam Nawawi bahwa pahala sedekah ini bisa sampai kepada mayit dengan sepakat ulama. (Syarh Shahih Muslim, 7:90).

Semoga bermanfaat

Salam Ina

Friday, December 02, 2016

Wednesday, November 30, 2016

2 Hari dan 1 Malam di Palembang

Hari Sabtu dan Minggu tanggal 26 dan 27 November 20126 yang lalu, aku dan suami serta beberapa orang dari keluarga besar suami (bibik dan saudara sepupu) jalan-jalan ke Palembang, mereka tentunya selain wisata belanja dan kuliner, juga sekalian pulang kampung.

Hari Pertama 
Kami berangkat naik pesawat Citilink dari bandara Halim Perdana Kusuma pukul 6.45 pagi dan tiba di Palembang pukul 7.50, jumlah rombongan yang sama2 berangkat dari Jakarta sekitar 11 orang. Sambil menunggu bagasi, kamipun sempat foto-foto narsis he..he, tak pandang usia deh .. bibik-bibik yang usianya berkisar antara 60 - 80 tahun, semangatnya masih ok banget. Setelah bagasi terkumpul kami segera menuju bus yang sudah dibooking sebelumnya, agenda pertama adalah sarapan Mie Celor.

"mie celor"
Lokasi mie celor yang kami datangi adalah mie celor poligon ... menurut saudara sepupu ini yang paling top enaknya, lokasi warungnya terletak di komplek Bukit Sejahtera, jalan Bukit Sejahtera. Agak lama juga pak supir bus mencari lokasi ini, karena dia kurang paham dimana lokasi tepatnya ... ketahuan deh pak supir belum pernah makan mie celor poligon he...he. Akhirnya dengan bantuan om waze dan om google akhirnya sampai juga kami ke warung mie celor ini, langsung deh melakukan pemesanan dan disantap sampai tuntas.

Mie Celor sendiri mirip seperti mie rebus, tapi kuahnya kental yang merupakan perpaduan antara santan, udang dan telur. Mienya berukuran besar dan lurus seperti spaghetti dan disajikan bersama potongan telur rebus, serpihan daging udang dan bawang goreng. Rasa asin dan gurih yang aduhai langsung menyergap di suapan pertama, aroma udang dan telur begitu terasa. Rahasia kelezatan Mi Celor ini terletak pada penggunaan udang sebagai pelezat utama kuahnya. Yaitu kaldu udang dan daging udang (terutama udang galah / udang satang) yang dilembutkan sehingga bisa menghasilkan adonan kuah yang kental, lembut, gurih dan berwarna agak kemerah mudaan.

Setelah kenyang makan mie celor, kamipun menuju rumah uwak (kakak dari ibu mertuaku) di daerah Talang Semut untuk menjemput beberapa orang saudara yang sudah sampai ke Palembang lebih awal, sehingga total rombongan menjadi 15 orang. Agenda selanjutnya adalah wisata belanja di Pasar 16 Ilir yang terletak di belakang Ramayana, disinipun terjadi kehebohan dalam memilih berbagai kain batik khas Palembang yang namanya batik Jufri atau sering disebut kain bari (bari artinya lama/kuno). Kain-kain yang dijual disini bagus-bagus dan berharga relatif murah ... ada yang kain tipe jumputan, batik, songket dll, akupun sempat tergiur juga beli beberapa batik, jumputan dan selembar kain songket dengan harga sekitar Rp 2.5 jutaan.

Selanjutnya kami menuju lokasi makan siang yaitu  resto Sarinande Tempo Doeloe yang terletak di Jl Mayor Ruslan, disini tersedia makanan khas Palembang seperti Pindang Ikan patin, ikan Belida & pindang ikan Baung, juga ada pindang iga, selain pindang, juga di sediakan makanan siap saji khas Palembang lainnya seperti tempoyak, juga ada jamur goreng, kerang goreng dan asinan kedondong, wah mantap enaknya.

"model"
Setelah makan siang, kami menuju hotel Batiqa untuk check in dan sholat jamak qashar dzuhur dan ashar. Rupanya acara belanja belum terpuaskan, beberapa orang dari kami yang staminanya masih kuat ..  berangkat lagi menuju ke salah satu butik Pesona Bari Songket, di sini dijual berbagai macam songket, ada juga yang edisi lama, hanya saja harganya lumayan mahal.

Agenda malam hari adalah makan malam, rencana semula adalah di kampung Kapitan, namun berhubung untuk menuju ke sana bus yang gede nggak bisa masuk dan harus turun naik perahu, lokasi makanpun pindah ke Pempek Saga Sudi Mampir ... disini aku pesan menu model yaitu pempek dan tahu yang diberi kuah bening, selain itu juga ikutan cicip2 berbagai jenis pempek dengan miuman es kacang merah. Oh ya sebelum makan malam, kami sempat foto2 narsis dengan latar belakang jembatan ampera,

Hari Kedua
Agenda pada hari kedua, setelah sarapan di hotel kami menuju mesjid Muaraogan, mesjid ini memiliki sejarah sebagai masjid tertua, lokasinya di Kampung Kertapati, Kodya Palembang, kira-kira 3 km sebelah barat pusat kota Palembang. Menurut sejarah, masjid ini didirikan oleh seorang ulama bangsawan, namanya Masagung H. Abdul Hamid bin Masagung Mahmud alias Kanang bin Tarudin bin Komarudin bin Raden Wirakesuma bin Raden Perak. Masyarakat setempat biasa memanggil Msg. H. Abdul Hamid dengan sebutan Kiai Muara Ogan. Beliau berdakwah tidak hanya di kota Palembang saja, tetapi sampai ke dusun-dusun di pelosok desa dalam Provinsi Sumatra Selatan. Ketika berangkat mengajar, beliau sering menggunakan perahu yang didayung oleh santri-santrinya melalui sungai Musi.

Selanjutnya kami menuju rumah bari Bajumi untuk foto-foto ... Rumah Bari milik Bajumi Wahab ini awalnya dibangun pada tahun 1961, tepatnya di Tandjung Sedjaro Indralaya-Ogan Komering Ilir. Lantai rumah itu dibuat menjadi tiga tingkat sesuai dengan urutan keturunan masyarakat Palembang, yaitu raden, masagus, dan kiagus. Pada tahun 1962, rumah ini dipindahkan ke Palembang (tepatnya di Jl Mayor Ruslan) dan diangkut memakai perahu pesiar pada saat itu. Rumahnya gede banget dan indah, walau bentuknya sudah bercampur gaya modern tetapi khas limasnya tetap di pertahankan seperti ruangan yang ada di dalam rumah tersebut.

Setelah dari rumah bari Bajumi, kami menuju museum Al-Quran yang berlokasi di Jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, RT 03, RW 01, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang. Di museum ini terdapat Al-Quran dalam ukuran besar yang diberi nama Al-Quran Al-Akbar atau yang juga dikenal dengan sebutan Alquran Raksasa. Ayat suci Al-Quran 30 juz ini berhasil dipahat/diukir ala khas Palembang dalam lembar kayu dan menghabiskan kurang lebih 40 meter kubik kayu trembesi (kayu Ulin), dimana masing-masing lembar, ukuran halamannya 177 x 140 x 2,5 sentimeter dan tebal keseluruhannya termasuk sampul mencapai 9 meter yang menjadi pemandangan luar biasa yang akan mengundang decak kagum pengunjung museum Al-Quran.

Al-Quran ini terdiri dari 630 halaman yang juga dilengkapi dengan tajwid serta doa khataman bagi pemula. Setiap lembar terpahat ayat suci Al-Quran pada warna dasar kayu coklat dengan huruf Arab timbul warna kuning dengan ukiran motif kembang di bagian tepi ornamen khas Palembang yang sangat indah di pandang dan enak dibaca. Proses pembuatannya sendiri memakan waktu relatif lama, sekitar tujuh tahunan, dengan biaya tidak kurang dari Rp 2 miliar, Belum seluruh lembaran Al-Quran dipajang di sini karena keterbatasan tempat, kalau tidak salah baru 15 Juz yang dipajang sedangkan 15 Juz lagi masih disimpan menunggu ketersediaan ruang pajang.
Lokasi makan siang di hari kedua ini adalah resto pempek 888 yang terletak di daerah Kenten, di sini kami juga membeli pempek dan kerupuk Palembang untuk dibawa ke Jakarta. Setelah makan siang, kami singgah di rumah tante istri dari almarhum om (adiknya bapak mertuaku), untuk silaturrahmi dan sekalian numpang sholat jamak qashar dzuhur dan ashar. Setelah selesai sholat, rombongan terpisah karena aku dan suami serta seorang saudara sepupu akan berangkat kembali ke Jakarta, maklumlah kami masih jadi pekerja yang agak sulit untuk bolos kerja. Sedangkan saudara-saudara yang lainnya masih melanjutkan wisata belanja dan kulinernya karena mereka baru kembali ke Jakarta pada hari Senin tanggal 28 November 2016. Demikianlah sekilas cerita tentang tour ke Palembang bersama keluarga besar .... seru banget.

Salam Ina

Wednesday, November 16, 2016

Geevv - Mesin Pencari buatan Indonesia

Wow hebat banget nih,.... ada mahasiswa UI yang telah berhasil mengembangkan mesin pencari di internet (internet search engine), selain berfungsi sebagai mesin pencari, Geevv ini juga memiliki misi sosial dimana sebagian keuntungan dari Geevv ini akan didonasikan, jumlah donasi yang sudah disalurkan juga muncul di halaman website Geevv tersebut.

Nama mesin pencari Geevv ini bila dibaca bunyinya mirip Give ... yang artinya memberi, mungkin pemberian nama ini terkait dengan adanya misi sosialnya berupa donasi yang artinya pemberian juga, jadi kloplah dengan namanya. Penampilan Geevv ini juga mirip banget dengan Google, huruf awalnya sama-sama "G" dan diikuti dengan huruf vokal yang double .. semoga sudah terdaftar di "property right" dan  nggak diprotes sama Google ya. 

Karena penasaran aku sudah mencoba serach engine ini dan lumayan hasilnya miriplah dengan Google ,,, Semoga semakin maju dan semakin banyak yang menggunakan sehingga donasi yang disalurkan juga semakin bertambah. Sekali lagi selamat ya buat Andika dan Azka mahasiswa UI yang menjadi pendiri search engine Geevv ini.

Yuk teman-teman dan semua masyarakat Indonesia khususnya pengguna internet .. mari kita gunakan search engine Geevv ini sebanyak-banyaknya, sebagai bukti kita mencintai produk Indonesia .... sekalian beramal juga.

Berikut copy paste beritanya dari CNN Indonesia
===============================

Geevv, Mesin Pencari dengan Misi Sosial Buatan Mahasiswi UI

CNN Indonesia



Geevv, Mesin Pencari dengan Misi Sosial Buatan Mahasiswi UI
Andika Deni Prasetya (20) dan Azka A. Slimi (21) adalah muda-mudi pendiri mesin pencari lokal Indonesia bernama Geevv. Foto: CNN Indonesia/Bintoro Agung

Jakarta
CNN Indonesia 
-- Beribu-ribu kilometer dari Mountain View, seorang perempuan muda yang masih duduk di bangku kuliah Universitas Indonesia bernama Azka Slimi bermimpi dapat memberdayakan kaum marjinal yang kerap ia temui. Mimpi itu membawa Azka yang baru berumur 21 tahun itu terlibat dalam sejumlah kegiatan yang berfokus kepada isu sosial dan lingkungan. Setelah beberapa kali mengikuti seminar mengenai startup, ia melihat potensi yang sangat besar dari teknologi bernama mesin pencari. 

Azka menganggap potensi dari mesin pencari yang dapat dikembangkan masih sedemikian luas dan ia ingin potensi tersebut dapat menyalurkan minatnya terhadap isu sosial.

"Kegiatan browsing sudah jadi keseharian. Bahkan bisa dibilang sudah jadi bagian dari gaya hidup. Terlebih di Indonesia sendiri," cerita Azka, saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Akhirnya Azka memilih mesin pencari sebagai medium berdonasi yang ia sebut dengan social search engine. Konsep tersebut ia ambil untuk menjembatani kegiatan donasi di sela-sela kehidupan masyarakat sekaligus menjadi jawaban dari keinginannya melibatkan aksi sosial di ujung jari pengguna internet.

Menggandeng seorang rekan, akhirnya lahir sebuah gagasan untuk menciptakan mesin pencari bernama Geevv pada Agustus 2016. Hanya berselang sekitar sebulan tepatnya pada 26 September, Geev beroperasi pertama kalinya.

Apa itu Geevv?

Azka menjelaskan bahwa Geevv bukanlah sekadar mesin pencari seperti Google. Secara teknis, ia akui cara kerjanya tak jauh berbeda seperti yang orang sering lihat dari Google. Namun secara prinsip, Azka menekankan bahwa startup yang ia buat adalah social search engine. 
Maksud dari istilah sosial yang ia imbuhkan merupakan cerminan tujuan utama yang ingin dicapai dari sebuah mesin pencari. Dengan kata lain, mayoritas keuntungan yang dihasilkan dari Geevv akan disalurkan ke sejumlah program sosial seputar kesehatan, pendidikan, dan kemiskinan.

Tiap satu pencarian yang berhasil dilakukan melalui situs Geevv.com, pengguna menghasilkan Rp10 di saldo donasi mereka. Angka itu akan terus berlipat seiring jumlah pencarian yang dibuat. Sederhananya, makin sering digunakan, berlipat pula donasi yang dihasilkan.

Uang donasi yang yang dihasilkan pengguna dapat terlihat langsung di pojok kanan atas situs pencarian. Azka menjelaskan bahwa jumlah uang donasi itu berasal dari pendapatan iklan yang masuk. Setelah mengambil 20 persen untuk profit perusahaan, sisa pendapatan sebesar 80 persen ditujukan untuk donasi.

"Cara penghitungannya adalah jumlah rata-rata iklan yang muncul dibagi banyaknya hasil pencarian," terang Azka. Dari situs web Geevv, total donasi yang tersalurkan per 29 Oktober ini sudah berjumlah Rp230.900. 

Tetap mengincar keuntungan?

Meski porsi keuntungan yang dialokasikan untuk donasi sangat besar, Azka mengakui Geevv sebagai entitas bisnis juga mengincar profit. Ia tak menampik bahwa tujuan lain dari mendirikan Geevv adalah untuk mencari untung.
"Jumlah donasi yang tersalurkan itu sudah dikurangi dari biaya operasional dan lainnya. Jadi kita sebenarnya profit kok," tegas perempuan yang sedang masih berjuang menyelesaikan studinya ini.
Selain mengupayakan trafik terus bertambah, Azka juga menambahkan saat ini ia dan timnya akan mengembangkan produk-produk turunan untuk monetisasi. Dengan cara demikian, Geevv akan mendapatkan penghasilan tambahan tanpa mengutak-atik sistem donasi yang sudah berjalan. 
Dalam hal pendanaan, Geevv mendapat sokongan dari perusahaan family office investment asal Indonesia bernama RnB Fund. Namun Azka belum mau menyebutkan angka investasi yang mereka peroleh dari masa pendirian hingga sekarang.

Harapan Geevv

Dua persen dari market share mesin pencarian di Indonesia adalah target bsinis yang dipatok oleh Geevv selama dua tahun ke depan. Angka itu bukan target yang kecil mengingat mereka akan berhadapan langsung dengan sang raksasa Google. Azka berharap dalam dua tahun, bisa berkembang lebih dari angka itu.

"Setidaknya dua persen dari market share yang ada sekarang, itu sudah besar lho kalau kita lihat dari potensi yang ada. Sedangkan dalam waktu lima tahun ke depan target kita 5 persen," tutur Azka.
Azka mengakui Geevv tak akan mudah mencapai target itu. Apalagi mengingat sejarah mesin pencari lokal beberapa tahun belakangan tumbang satu per satu digilas oleh kecanggihan algoritma Google.
Itu sebabnya menurut Azka peran pemerintah akan krusial terhadap pertumbuhan Geevv. Ia bercermin pengalaman mesin pencari di Cina, Jepang, Jerman, dan Rusia, yang dilindungi dan dipercaya pemerintah lewat kebijakan yang ada di sana untuk melayani aktivitas pencarian online di negara mereka. 

Sejumlah situs pencari Indonesia seperti findtoyou.com, nowgoogle.com, adalah korban dari keganasan kompetisi mesin pencari. Melihat para pendahulunya, Geevv percaya diri dapat bertahan dengan diferensiasi konsep yang mereka tawarkan. Walau demikian, Azka tak ingin muluk bermimpi menyaingi Google setidaknya dengan sumber daya yang masih sangat terbatas.

Di Indonesia sendiri jumlah pengguna produk Google terbilang cukup fantastis. Bedasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) per Oktober 2016, ada 81,8 juta pengguna internet Indonesia memakai Google Chrome sebagai browser utama. 

Angka itu jauh melebihi setengah dari 132,7 juta pengguna internet nusantara. Produk lain Google seperti Gmail juga mengantogi perolehan pengguna yang sama besar di Indonesia seperti Chrome, jauh meninggalkan pesaingnya seperti Yahoo yang hanya digunakan oleh 43,6 juta orang.
(tyo/tyo)


Semoga bermanfaat

Salam Ina

Friday, October 21, 2016

Acara Pernikahan Putriku


Alhamdulillah acara pernikahan dan resepsi putriku tercinta hari Sabtu tanggal 15 Oktober 2016 yang lalu telah selesai ... lega rasanya, walaupun mungkin terjadi kekurangan di sana sini, tapi secara umum berlangsung  dengan baik. Terima kasih atas partisipasi semua pihak ... keluarga besar kami, panitia acara, vendor-vendor, event organizer dan tentunya para tamu undangan yang telah datang memenuhi undangan kami maupun yang tidak sempat datang namun tetap memberikan doa restunya.

Yang paling bikin aku terharu adalah ... saudara-saudaraku yang dari Aceh ada beberapa orang yang menyempatkan hadir pada acara tersebut. Terutama terima kasihku untuk miwa .. 2 orang kakak ibundaku ikut hadir juga, padahal beliau berdua sudah sangat sepuh, usianya mendekati 80 tahun dan sudah tidak mau lagi diajak bepergian apalagi untuk jarak yang jauh.  Dengan bersedianya beliau datang ke Jakarta … rasanya seperti almarhumah ibundaku hadir disisiku, terima kasih untuk pamanku yang telah bersedia membawa dan membiayai perjalanan miwa ke Jakarta. Terharu dan bahagia sekali ... hiks...hiks.


Sehari sebelum hari H, kami sekeluarga, adik-adikku, adik-adik iparku dan beberapa orang keluarga yang jadi panitia menyewa hotel di dekat gedung tempat acara berlangsung untuk mempermudah perjalanan ke gedung. Calon pengantin dan orang tua pengantin serta keluarga inti harus bersiap-siap di make-up sekitar pukul 4.30 pagi dan harus sudah sampai ke gedung mengingat jadwal akad nikah akan berlangsung pagi hari.. Alhamdulillah jadwal sholat subuh sekitar pk 4.15, sehingga kami sempat sholat subuh di hotel, sebelum berangkat ke gedung.


Sekitar pukul 7.15 kami bersiap-siap untuk acara prosesi akad nikah yang dimulai pukul 7.30. Alhamdulillah acara akad nikah berjalan lancar dan sesuai jadwal yang ditentukan panitia. Pada acara akad nikah ini ... ada prosesi yang bikin menangis yaitu ketika putriku minta izin untuk menikah. Di setiap acara pernikahan, adegan ini selalu bikin pengantin dan orang tua menangis haru ... karena sebentar lagi akan terjadi perpindahan tanggung jawab untuk putriku dari orang tua kepada suaminya. Semoga putriku bahagia dunia & akhirat atas pernikahannya ini, itu yang selalu didoakan orang tua untuk putrinya.

Selanjutnya kami harus bersiap-siap ganti kostum untuk acara resepsi pernikahan yang akan dimulai sekitar pukul 11.00. Tamu-tamupun mulai berdatangan ... kami bahagia melihat senyum bahagia dari putriku dan suaminya. Semoga pernikahan mereka langgeng dan menjadi pasangan yang saling mencintai karena Allah SWT dan mendapatkan keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah.

Pukul 13:00 tepat acara selesai ... dan kami harus segera melepaskan kostum yang disewa karena pukul 14:00 seluruh area di gedung harus sudah dibersihkan dan gedung akan disiapkan untuk tempat acara pemesan berikutnya. Yach beginilah suasana pernikahan di Jakarta, apalagi di gedung yang menerima 2 event dalam satu hari. Kesannya agak terburu-buru, berbeda jika acara dilaksanakan di rumah seperti acara pernikahan aku dan suamiku sekitar 25 tahun yang lalu... acaranya bisa berlangsung dari pagi sampai malam hari, tanpa ada batasan waktu ... begitu komentar dari keluargaku yang  datang dari Aceh .. he..he.

Salam Ina

Thursday, September 15, 2016

Persiapan Pernikahan Putriku

In Syaa Allah bulan depan tanggal 15 Oktober 2016, putriku tercinta akan melangsungkan pernikahannya ... nggak terasa putri kecilku sudah dewasa dan akan memasuki kehidupan barunya.

Nah ternyata persiapan untuk acara pernikahan dan resepsi pernikahan lumayan ribet ... menyita pikiran dan waktu serta biaya tentunya, terlebih lagi di Jakarta, yang segala sesuatunya serba duit dan komersial. Apalagi aku dan putriku bekerja sehingga waktu yang tersedia untuk mempersiapkan segala sesuatunya praktis hanya  pada hari Sabtu dan Minggu. Apa saja yang harus dipersiapkan ?

Daftar persiapan tersebut tentunya akan panjang sekali, tergantung besar atau kecilnya acara yang akan dilaksanakan. Pertama kali tentunya adanya kesepakatan calon pengantin dan orang tua untuk tanggal acara serta apakah akad dan resepsi dilakukan pada tanggal dan gedung yang sama atau tidak. Untuk kota Jakarta, yang harus dipastikan berikutnya adalah gedung tempat berlangsungnya acara. Mencari gedung yang tersedia dan sesuai dengan waktu dan budget yang telah ditetapkan  juga memerlukan waktu dan tenaga terutama untuk melakukan survey sebelum pengambilan keputusan.

Gedung yang dicari harus disesuaikan dengan kriteria antara lain kapasitas gedung (harus sesuai dengan jumlah undangan), lokasi dan tentu saja besaran biaya yang biasanya menjadi pertimbangan utama. Untuk gedung-gedung yang favorit, list calon pengantin yang booking bahkan sudah penuh untuk  satu tahun  atau bahkan 2 tahun ke depan, sehingga jika kita ingin menikah di suatu gedung tertentu ... persiapan pencarian gedung minimal harus setahun sebelumnya atau seringkali  tanggal acara ditentukan berdasarkan ketersediaan gedung.

Dari sekian banyak list gedung pernikahan (bisa searching dan baca2 blog di internet), short list yang tersedia pada tanggal yang telah ditetapkan dan yang sempat dilakukan survey adalah gedung wanita Pertamina Simprug, gedung Patrajasa, gedung Granadi dan gedung Bulog.

Akhirnya kamipun memilih gedung Bulog dengan pertimbangan jumlah undangan, lokasi dan budget memenuhi kriteria kami. Kepastian tentang pemilihan gedung tempat acara ini disepakati 6 bulan sebelum tanggal acara. Di Gedung Bulog ini, selain ada gedung pertemuan yang namanya "Oryza" yang disewakan untuk acara perkawinan, juga tersedia mesjid yang cantik yang bisa digunakan untuk akad nikah. Namun untuk acara putriku, akad nikah ditetapkan di dalam gedung resepsi dan dilakukan pada pagi hari di tanggal yang sama dengan resepsi. Setelah kepastian gedung beres dan dibayar uang mukanya (DP), persiapan berikutnya adalah pendaftaran di KUA yang mencakup lokasi tempat akad nikah, karena kadang-kadang antriannya juga panjang, sehingga perlu dilakukan jauh-jauh hari.

Persiapan lanjutan adalah penentuan catering dan vendor-vendor lainnya seperti dekorasi, busana,  rias, musik. tari, dokumentasi, undangan, souvenir, foto pre-wed dll. Biasanya setiap gedung sudah ada persyaratan untuk vendor-vendor yang menjadi rekanan sebagai penyedia jasa resepsi pernikahan. Yang paling mudah tentunya jika tersedia vendor yang dapat menyediakan seluruh kebutuhan acara dan sesuai dengan selera pemilik acara, tapi hal ini jarang terjadi karena tidak seluruh kebutuhan dapat disediakan secara memuaskan oleh satu vendor saja.

Untuk acara putriku, di luar jasa catering dan dokumentasi, kami memilih satu vendor yang dapat menyediakan beberapa jasa yaitu "Diamond" untuk jasa dekorasi, busana, rias dan musik, sedangkan untuk catering kami memilih "Alfabet" (setelah test food dari beberapa vendor lainnya) dan dokumentasi dilakukan oleh sepupu kami sendiri ("Ramsy photography"). Untuk souvenir disepakati pihak pengantin pria yang menyediakannya.

Oh ya untuk undangan dilakukan terakhir kali karena dikhawatirkan terjadi perubahan atau hal-hal lain yang di luar rencana. Tadinya undangan didesign sendiri oleh putriku dan akan dilakukan pencetakan oleh pihak pengantin pria sesuai kesepakatan. Ternyata ketika suamiku melihat dummy undangannya, dia tidak setuju padahal waktunya sudah mepet tinggal 2 bulan lagi, mulailah aku panik dan mengambil alih pencetakan undangan tersebut agar pengambilan keputusan lebih cepat, akhirnya vendor yang terpilih adalah "Bakulan Unik". Proses pencetakan undangan biasanya sekitar sebulan setelah design disepakati.

Busana pengantin juga perlu dipersiapkan dalam waktu yang memadai karena harus dipastikan busana yang tersedia di vendor sesuai selera dan cukup di badan pengantin .. ternyata saudara-saudara, busana yang tersedia di vendor Diamond tidak ada yang cukup di badan putriku. Proses jahit baju pengantin biasanya memerlukan waktu yang lama berkisar antara 2 - 3 bulan tergantung beban pekerjaan dari masing-masing penjahit. Budget yang diperlukan untuk busana pengantin minimal di atas Rp 12 juta (untuk 2 baju pengantin wanita untuk akad dan resepsi yang sederhana, tidak terlalu banyak payet), itupun dijahit oleh penjahit yang biasa (bukan kelas butik). Kalau dengan penjahit yang sudah terkenal (butik), ongkos jahitnya saja di atas Rp 12 juta per baju ... belum termasuk biaya beli bahan brokat yang berharga di atas 700 ribu-an per meter yang sangat tergantung pada kualitas bahan busananya (biasanya menggunakan bahan brokat).

Opsi lainnya adalah busana pengantin dapat dijahitkan oleh vendor busana dan rias sesuai ukuran dan selera pengantin istilahnya "busana perdana", budget yang ditawarkan oleh vendor Diamond adalah Rp 6 juta untuk baju pengantin wanita dan Rp 2 juta untuk baju pengantin pria, dimana setelah acara ... baju pengantin tersebut menjadi milik vendor. Setelah mempertimbangkan ketersediaan budget dll, akhirnya kami memutuskan menjahit sendiri busana pengantin wanita pada penjahit Kezia Bintaro, sedangkan busana pengantin pria dapat menggunakan busana yang tersedia dari vendor Diamond dengan menyesuaikan warnanya dengan baju pengantin wanita.

Bicara mengenai busana, selain mempersiapkan busana untuk pengantin ... perlu juga dipersiapkan busana untuk orang tua pengantin dan saudara-saudara kandung serta busana seragam untuk panitia yang akan berperan pada acara tersebut. Sebaiknya persiapan busana tersebut dilakukan dengan matang.

Tapi berhubung aku sering pakai sistem SKS (sistem kebut semalam) he...he, jadinya pembelian bahan untuk busana agak mepet2 dan pemilihan bahan aku pasrah pada "apa kata penjual kain". Di Bintaro ada toko kain yang super lengkap yang terletak di Bintaro sektor 9 namanya toko Pronto Moda ... aku dan putriku sempat bolak balik beberapa kali ke toko ini he..he. Mungkin karena seleraku yang kurang ok .. ada beberapa saudara yang kurang sreg dengan bahan yang kuberikan dan mereka menyediakan seragam tersendiri dengan warna yang senada, bagiku nggak masalah yang penting semuanya happy dan bisa tampil cantik dan percaya diri pada hari H nanti.

Lazimnya ketika mempersiapkan suatu acara resepsi pernikahan, diperlukan adanya panitia dari pihak keluarga, tapi berhubung selama ini kami hampir tidak pernah membantu keluarga besar menjadi panitia acara resepsi pernikahan, jadinya agak sungkan minta bantuan keluarga besar dan semua urusan masih ditangani oleh aku dan putriku. Sampai dengan 1.5 bulan sebelum hari H, panitia keluarga belum terbentuk, untungnya ada tante dari pihak suami yang mulai bertanya mengenai kesiapan kami untuk acara tersebut, mulailah mereka turun tangan membentuk panitia acara, terima kasih yang sebesar2nya untuk keluarga besar kami.

Ketika rapat panitia yang pertama kali tanggal 4 September 2016, mulai terlihat kebingungan dan sedikit kepanikan di pihak aku dan suami he..he, akhirnya disepakati untuk menyewa WO (wedding organizer) yang akan membantu kami agar acara dapat berlangsung dengan tertib, untuk WO kami memilih "Nareswari" yang kebetulan pemiliknya teman dari salah satu ponakan kami.

Demikianlah sekilas info pernak-pernik persiapan acara pernikahan dan resepsi putriku yang bikin pusssiiing he...he, semakin mendekati hari H, hati ini makin dag dig dug mengingat ini pengalaman pertama kami mempersiapkan acara tersebut. Setiap malam aku berdoa semoga semuanya diberi kelancaran oleh Allah SWT dan acara tersebut dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan ridha Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal'alamin.

Salam Ina