Sunday, September 21, 2014

Bubuk Daun Kelor, si pohon ajaib

 
Berawal dari perbincangan ngalor ngidul di grup Whatsapp teman kuliahku TK'83, diskusi tentang khasiat daun kelor sampai berlangsung sekitar 5 jam lebih, yang tentu saja diselingi dengan canda dan tawa. Akhirnya beberapa orang dari kami sepakat untuk memesan kapsul bubuk daun kelor pada teman kami Jan Daniel Sitorus yang diam2 punya ilmu tentang daun kelor. 

Pertengahan September yang lalu pesanan kapsul daun kelorpun tiba, Aku dan keluarga mulai mengkonsumsinya, semoga penyakit-penyakit yang ada bisa sembuh dan kami sekeluarga sehat wal afiat. Aamiin. Penasaran juga untuk searching tentang daun kelor ini, ini dia sebagian hasil googling dari wikipedia tersebut. 

Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini memiliki ketinggian batang 7—11 meter. Daun kelor berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai, dapat dibuat sayur atau obat. Bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau; bunga ini keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak. Buah kelor berbentuk segitiga memanjang yang disebut kelentang, juga dapat disayur. Nama umum Indonesia: Kelor, limaran (Jawa) Inggris : Moringa, ben-oil tree, clarifier tree, drumstick tree Melayu : kalor, merunggai, sajina. Vietnam : ChΓΉm ngΓ’y, Thailand : ma-rum, Pilipina : Malunggay.

Bayi dan anak-anak pada masa pertumbuhan dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengkonsumsi daun kelor. Perbandingan gram, daun kelor mengandung: 7 x vitamin C pada jeruk; 4 x calcium pada susu; 4 x vitamin A pada wortel; 2 x protein pada susu; 3 x potasium pada pisang. Organisasi ini juga menobatkan kelor sebagai pohon ajaib setelah melakukan studi dan menemukan bahwa tumbuhan ini berjasa sebagai penambah kesehatan berharga murah selama 40 tahun ini di negara-negara termiskin di dunia. 

Pohon kelor memang tersebar luas di padang-padang Afrika, Amerika Latin, dan Asia. National Institute of Health (NIH) pada 21 Maret 2008 mengatakan, bahwa pohon kelor telah digunakan sebagai obat oleh berbagai kelompok etnis asli untuk mencegah atau mengobati lebih dari 300 jenis penyakit. Tradisi pengobatan ayurveda India kuno menunjukkan bahwa 300 jenis penyakit dapat diobati dengan daun moringa oleifera. 

Manfaat utama daun kelor adalah:
  1. Meningkatkan ketahanan alamiah tubuh
  2. Menyegarkan mata dan otak
  3. Meningkatkan metabolisme tubuh
  4. Meningkatkan stuktur sel tubuh
  5. Meningkatkan serum kolesterol alamiah
  6. Mengurangi kerutan dan garis-garis pada kulit
  7. Meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal
  8. Memperindah kulit
  9. Meningkatkan energi
  10. Memudahkan pencernaan
  11. Antioksidan
  12. Memelihara sistem imunitas tubuh
  13. Meningkatkan sistem sirkulasi yang menyehatkan
  14. Bersifat anti-peradangan
  15. Memberi perasaan sehat secara menyeluruh
  16. Mendukung kadar gula normal tubuh
Dari hasil analisa kandungan nutrisi dapat diketahui bahwa daun kelor memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Dengan mengonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga orang yang mengonsumsi daun kelor akan terbantu untuk meningkatkan energi dan ketahanan tubuhnya. 

Selain itu, daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan vitamin A (gangguan penglihatan), kekurangan Choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan vitamin B1 (beri-beri), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecah-pecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan vitamin C (pendarahan gusi), kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak).

Transkrip diskusi tentang daun kelor di grup WA TK'83 didokumentasikan di sini, semoga bisa diambil intisari diskusinya :
Diskusi ini diawali ketika Dhani mengeluh tentang kesemutan pada telapak tangannya karena didiagnosa Carpal Tunnel Syndrome.

28/08/14 13.31: Jan Daniel Sitorus tk83: Eh Dan, mungkin ente bisa coba konsumsi daun kelor.
28/08/14 13.32: Evie Siahaan tk83: di rebus Niel daun kelornya
28/08/14 13.33: Dhani Prasetyawan: Ya elo janji mana Bray....
28/08/14 13.34: Ida Yusmiati (personal): Daun kelor khasiat nya apa? Di rumah ada pohon nya tp kecil
28/08/14 13.35: Jan Daniel Sitorus tk83: Bisa dibuat teh. Atau banyak lagi prosesnya. Bahasa keren dari daun kelor itu Moringga. Disebut sebagai miracle tree. Dapat menyembuhkan lebih dr 350 penyakit
28/08/14 13.37: Dhani Prasetyawan: Dimana Nel beli bibitnya....
28/08/14 13.37: Jan Daniel Sitorus tk83: Aku mengkonsumsi itu setiap hari dan staminanya ok, padahal gue capek kali perjalanan terus.
28/08/14 13.39: Jan Daniel Sitorus tk83: Gue sdh melakukan riset dg CPu centra philippine university di Ilo Ilo. Skrg lg kembangin tanamannya di pekanbaru, kupang dan kamboja
28/08/14 13.41: Jan Daniel Sitorus tk83: Bibit gua punya di pku. Tapi gampang aja kok. Kalau Ida punya pohannya, bisa dikembangkan. Tanamnya cepat, seperti taman ubi aja. Tapi kalau tumbuh bisa tinggi lebih dr 10 meter
28/08/14 13.42: Jan Daniel Sitorus tk83: Coba kalian baca di internet apa itu Moringga
28/08/14 13.42: Dhani Prasetyawan: Ok Nel...
28/08/14 13.47: Jan Daniel Sitorus tk83: Aku baru balik dr kamboja dan transit mau ke jkt dulu dan bandung
28/08/14 13.57: Dhani Prasetyawan: Ini ya Nel...?
28/08/14 13.57: Dhani Prasetyawan: Image
28/08/14 14.06: Jan Daniel Sitorus tk83: Right
28/08/14 14.10: Dhani Prasetyawan: Kalau mau rebus daun sendiri bagaimana patokan jumlah daun & jumlah airnya? Daun dikeringkan dulu atau langsung rebus?
28/08/14 14.53: Ida Yusmiati: Dhan, konon di sayur bening enak dan segar
28/08/14 14.54: Ida Yusmiati: Niel, thanks, aku gak sengaja punya pohon kelor, lagi nanam binahong, pakai batang kelor untuk rambatannya, eh tumbuh si kelor. Btw Binahong juga katanya banyak khasiatnya
28/08/14 14.55: Dhani Prasetyawan: Ok Da...
28/08/14 15.06: Shri Arjuna Sriwijaya tk83: Tapi pertanyaan ilmiahnya, knp bisa ada pepatah, "dunia tdk selebar daun kelor" ? Apa krn saktinya daun kelor bagi penyembuhan medis, jadinya selebar daun kelor sdh cukup mahal sehingga orang nggak mau liat daun tipe lain biar dikasih selebar gajah ?...😎
28/08/14 15.08: Ida Yusmiati: Pastinya karena daun kelor itu kecil2 Juna... jd dunia itu sama sekali tdk sempit
28/08/14 15.09: Benny Rahmantio tk83: Wah kalo pohon kelor jaman gue kecil buahnya suka dibuat sayur asam ama ibu gue tuh...enak tuh dalam buahnya yg panjang.....pengganti melinjo. Daunnya unt sayur seperti buat sayur katuk. Pohonnya kalau ditanam di depan dan belakang rumah dipercaya unt nolak bala/magic.......
28/08/14 15.09: Ida Yusmiati: Dan pastinya karena jaman dulu daun kelor itu populer, misalnya dibanding daun pete
28/08/14 15.10: Ida Yusmiati: Salah satu alasan populer krn kepercayaan tolak bala itu..
28/08/14 15.11: Shri Arjuna Sriwijaya tk83: Ya makanya, knp nggak ada pepatah "dunia tdk selebar daun bayam" padahal bayam lebih terkenal dari kelor...😎
28/08/14 15.22: Ida Yusmiati: Juna, pusing kali pulaakk memikirkan bayam Vs Kelor. Kedua nya enak dibuat sayur bening, tapi daun kelor lebih kecil, yang namanya pepatah kan harus rada lebay..
28/08/14 15.24: Agoes Mugianto TK83 G83: Benny daun kelor bukannya nama lainnya daun katuk, Kata orang2 tua dulu , kalau ada yg sakti / punya ilmu kebal...dia akan lemah / hilang kekebalannya kalau dipukul pakai batang pohon kelor
28/08/14 15.25: Agoes Mugianto TK83 G83: Tp sayur bening daun kelor enak banget kalau dibuat menu makan siang + sambal + lapar....
28/08/14 15.34: Dadang Surya tk83: Agus kebanyakan baca komik silat
28/08/14 15.35: Agoes Mugianto TK83 G83: Hhheee.....iya kali....πŸ˜„
28/08/14 15.35: Dadang Surya tk83: Yg jelas klw dipukul daun kelor satu kuintal pastinya sakit
28/08/14 15.36: Ida Yusmiati: Beda atuuuh daun katuk dg daun kelor
28/08/14 15.38: Gusnida tk83: Daun katuk jangan dimakan Gus.. Bisa2 loe pake BHπŸ˜€πŸ˜
28/08/14 15.41: Agoes Mugianto TK83 G83: Wah....daun katuk aku gak tau. Kalau daun kelor...aku dulu pernah makan...πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„....
28/08/14 16.13: Jan Daniel Sitorus tk83: Sorry, tadi naik pswt. Yg paling efektif, daun kelor itu dibuat bubuk dan dimasukkan ke kapsul, baru dimakan rutin bagi yg suka bepergian
28/08/14 16.14: Jan Daniel Sitorus tk83: Pohon kelor itu bukan hanya daunnya yg berkasiat. Biji, akar dan rantingnya juga bermanfaat
28/08/14 16.15: Dadang Surya tk83: Rakus amat Daniel semuanya dimakanπŸ˜†
28/08/14 16.18: Jan Daniel Sitorus tk83: Manfaatnya beda2
28/08/14 16.18: Shri Arjuna Sriwijaya tk83: Ya, itulah kita membahas hebatnya daun kelor, shingga ada peribahasa "dunia tdk selebar daun kelor"...kan nggak ada peribahasa "dunia tdk selebar daun katuk, daun bayam, daun melinjo, daun kelapa,.daun sawi", dsb...
28/08/14 16.20: Jan Daniel Sitorus tk83: Kalau bijinya bisa utk menumbuhkan rambut, mencerahkan mata sehingga bisa membantu penyembuhan mata minus dsb, bahkan bisa menghitamkan rambut.
28/08/14 16.21: Jan Daniel Sitorus tk83: Akarnya effektif untuk menaikan tekanan darh rendah dll. Rantingnya untuk darah tinggi dll
28/08/14 16.22: Shri Arjuna Sriwijaya tk83: Tapi Niel, bukannya kelapa nggak kalah hebat dgn kelor ? Akar sampai batang sampai santannya, semua tau kehebatan kelapa....πŸ˜„
28/08/14 16.24: Jan Daniel Sitorus tk83: Jun, kalau kelapa itu bisa digunakan semua bagiannya, tapi bisa buat penyakit juga..kalau kebanyakan santan jdi kolesterol. Hehhe
28/08/14 16.25: Gusnida tk83: Apalagi kena sambit buah kelapa... Bisa pingsan
28/08/14 16.27: Sri Inayati tk83: Daniel, bagi2lah itu daun kelor yg sdh dibuat pil, ada dijual nggak di pasaran ?
28/08/14 16.30: Gusnida tk83: Produksi aja pilnya Daniel.. Aku juga mau
28/08/14 16.30: Ari Sofian tk83: Cara pakainya spy bisa menumbuhkan rambut gimana ? Bubuknya ditaburkan & direkatkan ke bgn kepala yg botak ?
28/08/14 16.33: Shri Arjuna Sriwijaya tk83: Ari, gw liat seminggu lalu...di TV, itu komedian Jeremy Teti (bekas penyiar SCTV) ikut terapi tanam rambut di kepalanya yg botak...cara begitu lebih efektif, kalee...😦
28/08/14 16.34: James Wiyaka: Jadi kelapa sama kelor bagus mana dong
28/08/14 16.36: Jan Daniel Sitorus tk83: Iya, team kami sdh produksi kapsulnya. Dan juga mereka sdh jual. Aku sdg menanam 5000 pohon kelor varietas dari thailand. Di pku aku siapin lahan 2 ha utk kelor, di bogor partner aku tanam 12 ha, di cambodia 4 ha, di filipina, 11 ha. Dan di kupang ada dimana2,
28/08/14 16.39: Ida Yusmiati (personal): Betul kata adikku waktu dia ada tugas di kampung2 kupang tiap hari org sana makan rebus daun kelor.. nah cb diselidiki apa ada efeknya buat org kupang?
28/08/14 16.40: Jan Daniel Sitorus tk83: Utk rambut, ya bijinya yg kering ditumbuk sampai halus dan dicampur dg sedikit minyak zaitun, sehingga jd kental dan dioleh kebagian rambut yg rontok atau botak. Kalau manfaat ini sdh dialami langsung oleh profesor yg jadi researcher aku di filipina. Dia tadinya sdh botak bagian atasnya dan skrg tumbuh kembali
28/08/14 16.41: Dadang Surya tk83: Mantap kali Daniel, ngalahin prof Hembing
28/08/14 16.41: Shri Arjuna Sriwijaya tk83: Hebat ya daun kelor...
28/08/14 16.41: Jan Daniel Sitorus tk83: Di kupang ada 2 pohon yg menyelamatkan penduduk disana dari berbagai masalah disana yaitu pohan lontar dan pohon kelor
28/08/14 16.42: Gusnida tk83: Jadi kapsulnya bisa beli dimana?
28/08/14 16.43: Jan Daniel Sitorus tk83: Mereka sering kekurangan air, paceklik, gagal panen dsb. Pohon lontar dan pohn kelor ini yg bisa bertahan tumbuh
28/08/14 16.43: Jan Daniel Sitorus tk83: Sabar Gusnida. Aman tuh..
28/08/14 16.44: Ida Yusmiati: ...🎺kabar gembira bagi kita semua..🎸daun kelor kini ada extract nya.🎷🎹. Bentar lagi Daniel bakal muncul di TV menyanyikan iklan tersebut..
28/08/14 16.45: James Wiyaka: Masdan gooood
28/08/14 16.45: Dadang Surya tk83: Daniel si Mat Kelor
28/08/14 16.46: Jan Daniel Sitorus tk83: Kalau bicara gizi, org di kupang tidak kenal gizi, namun kedua pohon itu membuat mereka sehat dan bisa survive. Bahkan bertahan sampai umur panjang
28/08/14 16.47: Bambang Praha TK83 G83: Akhirnya Daniel bikin film "Daniel biang kelor"
28/08/14 16.48: Sri Inayati tk83: Ha..ha, Daniel, pil kelor bisa dibeli dimana ?
28/08/14 16.48: Shri Arjuna Sriwijaya tk83: Niel, tp belum lengkap kalo blm ada analisis soal dua buah yg akhir akhir bersaing, jadi queen of fruit : manggis dan sirsak...mana yg lebih unggul ? keduanya diklaim sebagai makanan anti oksidan, makanan anti cancer...😐
28/08/14 16.49: Dadang Surya tk83: Kalau ada saya mau sirupnya atau minyak oles Kelor
28/08/14 16.49: Sri Inayati tk83: Mau dioles di roti Dang ?
28/08/14 16.49: Sri Inayati tk83: Selai daun kelor
28/08/14 16.50: Gusnida tk83: Dioles dipipi krn anti oksidan ya?
28/08/14 16.51: Dadang Surya tk83: Dibuat juga yg inhaler
28/08/14 16.51: Cara Mariko (Kiko) Pitono: Di Kupang air juga kurang...katanya sering krisis air. Apa ada andil daun kelor juga?
28/08/14 16.51: Dadang Surya tk83: Kalo buat anak2 dibuat permen kelor
28/08/14 16.52: Jan Daniel Sitorus tk83: Program daun kelor ini kami kembangkan dengan tidak sengaja. Karena kegiatan gue berkeliling membantu desa2 miskin yg susah air, lalu gue punya beban untuk menolong kehidupan mereka dengan program.yg miurah dan efektif, kemudian ketika sampai di desa2 di kamboja dan filipina gue ketemu dg team yg sdg research moringga dan terjadilah paetnership itu.
28/08/14 16.52: Dadang Surya tk83: Hebat Daniel salut buat karya-nya
28/08/14 16.53: Sri Inayati tk83: Mantap kali Daniel πŸ‘semoga kiprahnya bisa bermanfaat bagi masyarakat
28/08/14 16.53: Sri Inayati tk83: Pertanyaanku blm dijawab, dimana bisa membeli pil kelor itu ?
28/08/14 16.53: James Wiyaka: Hebat kali Daniel juragan kolor eh kelor
28/08/14 16.54: Cara Mariko (Kiko) Pitono: Mantap kali πŸ‘
28/08/14 16.54: Evie Siahaan tk83: Iya mantafff lah Daniel πŸ‘πŸ‘...proud of you
28/08/14 16.54: Shri Arjuna Sriwijaya tk83: Daniel sdh mengkelorkan masyarakat, memasyarakatkan kelor...πŸ‘
28/08/14 16.55: Jan Daniel Sitorus tk83: Kalau untuk kekurangan air di ntt, ada supply dari pohon lontar. Ajaibnya yang gue lihat Tuhan itu timbuhkan.pohan2 ini didaerah yg sangat membutuhkan. Meminum sedikit air lontar sdh memberikan kekuatan bagi orangnya
28/08/14 16.55: Shri Arjuna Sriwijaya tk83: Tapi, soal manggis sirsak tadil gmana Niel ? Sayur tanpa buah,.tdk lengkap..keduanya ibarat saudara kembar...
28/08/14 16.55: Cara Mariko (Kiko) Pitono: Thank GodπŸ™
28/08/14 16.55: Cara Mariko (Kiko) Pitono: Luar biasa ciptaanNya..
28/08/14 16.56: Jan Daniel Sitorus tk83: Berdasarkan penelitian, daun kelor punya anti oksidan lebih ringgi dari manggis. Vitamin C dan E juga tinggi. Hanya tidak populer.
28/08/14 16.56: Ida Yusmiati: Daniel kita ganti aja namanya jadi Daniel Moringga, menyaingi Daniel Sparinga Jubir SBY
28/08/14 16.57: Shri Arjuna Sriwijaya tk83: .kalo sirsak gmana Niel ?
28/08/14 16.57: Cara Mariko (Kiko) Pitono: Daniel, dateng HBH kan? Nana pasti pengen banget dengerin sharing ttg Kupang. Dia sudah bbrp kali ke Kupang dan Atambua untuk edukasi anak2 di sana.
28/08/14 16.57: Jan Daniel Sitorus tk83: Ya, aku nggak sempat euh mengembangkan hal ini utk bisnis serius, krn waktuku habis utk sosial dan community developmen
28/08/14 16.58: Ida Yusmiati: Juga tentang program air bersih nya Daniel, Yuyun pasti tertarik
28/08/14 16.59: Cara Mariko (Kiko) Pitono: Di foundation 83 juga u/sosial n community development..mungkin Daniel bisa bantu kasih masukan.
28/08/14 16.59: Jan Daniel Sitorus tk83: Ko, aku coba ya. Aku memang sabtu ada dibanding krn keponakanku anak kakak kami ada yg menikah di hari itu. Dia itu anak TK 2000 an, namanya Laura Priskila
28/08/14 17.00: Cara Mariko (Kiko) Pitono: OkπŸ‘
28/08/14 17.00: Ida Yusmiati: Kalau lontar Gw suka banget tuh buah Siwalan nya... khasiatnya enakk
28/08/14 17.01: Ida Yusmiati: Jangan dibuat extract nya ya Daniel utk buah Siwalan...
28/08/14 17.07: Sri Inayati tk83: Yg mana Da buat siwalan itu kalau "w" nya hilang jadi sialan πŸ˜ƒ
28/08/14 17.11: Evie Siahaan tk83: Niel ke Kambodia yg kunjungi Orphanage itu ga ??? Gereja aku ikut ke sana
28/08/14 17.14: Ida Yusmiati: Wah Ina kudu jalan2 ke pasar mayestik....
28/08/14 17.18: Dhani Prasetyawan: Buah siwalan itu buat org hamil....memperkuat rahim kata org tua...
28/08/14 17.19: Jan Daniel Sitorus tk83: Daun kelor juga membantu memperkuat rahim dan memberi supply makanan ke janin
28/08/14 17.20: Jan Daniel Sitorus tk83: Kasiat vitamin E nya itu meningkat bila bubuk daunnya ditabur dinasi putih dan dimakan. Wah kulit bisa tambah bagus
28/08/14 17.21: Dhani Prasetyawan: Itu ditanya lho dimana bisa beli bubuknya Om....
28/08/14 17.23: Shri Arjuna Sriwijaya tk83: Sirsak gmana Niel ? Yg gw baca, para peneliti di Brazil sdh tau khasiat daun dan buahnya...tp.mereka sembunyikan hasil risetnya,...demikian jg penjajah Belanda,.para penelitinya sdh tau lama...tp jg disembunyikan hasil risetnya...baru terungkap di Indonesia 5 tahun terakhir ini...
28/08/14 17.26: Jan Daniel Sitorus tk83: Sirsak dan manggis sdh diteliti juga oleh istrinya prof yg adalah ahli pangan di CPu, dan daun kelor masih diatasnya. Ya memang daun kelor tidak ada dimana2. Di dunia ini ada 13 varietas daun kelor kebanyakan di asia dan afrika
28/08/14 17.27: Jan Daniel Sitorus tk83: Kalau mau bubuknya, aku bisa minta team.aku yg di kupang. Kemarin dari kamboja aku bawa bbrp kilo karena stok di pku habis. Buanyak kali yg minta disana.
28/08/14 17.29: Jan Daniel Sitorus tk83: 1 kg bubuk itu bisa jadi 5000 kapsul
28/08/14 17.29: Dhani Prasetyawan: Ya kita beli Niel....jangan gratisan kasihan petaninya...
28/08/14 17.31: Dhani Prasetyawan: Memangnya utk mbuat bubuknya pakai alat khusus atau teknologi khusus...bukan cuma dioven/jemur trus diblender...?
28/08/14 17.33: Gusnida tk83: Mau beli dong niel
28/08/14 17.33: Jan Daniel Sitorus tk83: Iya, sangat sederhana, tapi. 1 kg hasil itu banyak sekali daun yg hrs diproseskan
28/08/14 17.35: Jan Daniel Sitorus tk83: Sabar ya Gusnida. Nanti ku cek dulu
28/08/14 17.35: Dhani Prasetyawan: Sehari berapa kapsul sebaiknya diminum...?
28/08/14 17.40: Jan Daniel Sitorus tk83: Tergantung kebutuhannya, bisa 1 sampai 4 kapsul sekali makan dan bisa 3 kali makan sehari. Kalu hanya untujk maintain ya bisa 2 kapsul sehari.
28/08/14 17.41: Gusnida tk83: Yg jadi bubuk buah daun batang atau ranting? Jangan sampai tekanan darah naik ... Kacau nanti
28/08/14 17.42: Dadang Surya tk83: Nah Nida belum apa2 sdh nail tek darahnyaπŸ˜†
28/08/14 17.42: Dhani Prasetyawan: Daun Nid.....
28/08/14 17.42: Jan Daniel Sitorus tk83: Bapak aku umur 79 tahun sudah sakit gula lebuh dr 40 tahun. Kadar gulanya sktr 400. Mengkonsumsi kelor 3 kapsul sekali makan dan 3 kali sehari. Dalam 2 bulan kadar gulanya stabil dibawah 200. Dan tidak minum obat gula lagi skrg kecuali kelor
28/08/14 17.42: Ari Sofian tk83: Kalo dikunyah lama lama, ntar gigi jadi bisa tumbuh rambut ga ?
28/08/14 17.43: Jan Daniel Sitorus tk83: Yg dibubuk urk dimakan iti ya daunnya lah
28/08/14 17.43: Dhani Prasetyawan: Ok aku mau juga bubuknya....bisa diseduh ya kayak buat teh?
28/08/14 17.43: Rudy Tavinos TK83 G83: Buah pete juga buah dr segala buah krn vitamin yg di kandungnya luar biasa, terus daun kelor, brotowali, kunyit putih dll ini lah indonesia
28/08/14 17.44: Jan Daniel Sitorus tk83: Bisa juga Dan
28/08/14 17.46: Dhani Prasetyawan: Cocok nih bubuk kelor dicampur Martabak Ovomaltine/Nutella biar menetralkan gula...hehehe...
28/08/14 17.46: Rudy Tavinos TK83 G83: Pohon kelor utk 1 ha dapt berapa pohon idealnya dan?
28/08/14 17.47: Dhani Prasetyawan: Sekalian brp produksinya..
28/08/14 17.56: Hamid tk83: Utk rambut, ya bijinya yg kering ditumbuk sampai halus dan dicampur dg sedikit minyak zaitun, sehingga jd kental dan dioleh kebagian rambut yg rontok atau botak. Kalau manfaat ini sdh dialami langsung oleh profesor yg jadi researcher aku di filipina. Dia tadinya sdh botak bagian atasnya dan skrg tumbuh kembali
28/08/14 17.58: Dany GL: Ntr tumbuhnya....kriting pa lurus wan...
28/08/14 17.58: Dhani Prasetyawan: Iya Mid...udah disave bagian yg itu aja....😜
28/08/14 17.59: Ida Yusmiati: Wow Kelor ini too good to be true, jangan2 dia singkatan dr Kerak Telor?? Hehe tapi aku mau Niel kapsul or bubuk nya yaaa
28/08/14 17.59: Vemmy Iwanudin TK83 G83: Daniel, gw juga kena Diabetes dan rambut jadi botak. Bisa pesen juga 'Daniel ?
28/08/14 17.59: Sri Inayati tk83: Tolong juga di save bagian yg bikin kulit tetap awet muda ha...ha
28/08/14 18.01: Sri Inayati tk83: Kalau sdh makan kelor, kita minta Very nimbang lagi bisa2 umur kita jadi ABG. 😜
28/08/14 18.03: Hamid tk83: Pokoknya yang kelor yang belor yang telor yang molor sudah disave semuaπŸ˜œπŸ‘πŸ‘
28/08/14 18.04: Hamid tk83: Kalau nanti di bali ada program kelor bagus juga tuh
28/08/14 18.04: Hamid tk83: Seru juga kalau lihat gigi Ari tumbuh rambut
28/08/14 18.05: Sri Inayati tk83: Btw bgm cara mensave message WA (bukan dg copas), kalo BBM kan ada menu save chatnya
28/08/14 18.07: Rudy Tavinos TK83 G83: Daun lidah mertua bagus juga tuch
28/08/14 18.08: Dhani Prasetyawan: Niel....ada efek meluruskan rambut enggak
28/08/14 18.08: Sri Inayati tk83: rambut Hamid perlu diluruskan ya Dhani ? πŸ˜ƒ
28/08/14 18.09: Rudy Tavinos TK83 G83: Yg mau mesen kapsul kelor di 087888566863
28/08/14 18.09: Hamid tk83: Buat siapa dhan😜
28/08/14 18.10: Sri Inayati tk83: Thanks Rud, loe sdh pernah coba, bener nggak campurannya, takutnya kalo nggak jelas ada campuran bahan2 berbahaya
28/08/14 18.13: Dhani Prasetyawan: Rudy perlu buat obat tinggi ya...kaboooorrr....
28/08/14 18.14: Rudy Tavinos TK83 G83: Gw suka sekali nyoba2 sampai gw di bedek aja gw coba
28/08/14 18.15: Dadang Surya tk83: Daniel yg pesen kapsul udh banyak nih
28/08/14 18.15: Dadang Surya tk83: Gimana kalo dikoordinir via Nida
28/08/14 18.15: Ida Yusmiati: @Ina, coba menu email conversation, aku pernah coba
28/08/14 18.16: Ida Yusmiati: Bu Kor jadi bu Kelor nanti.
28/08/14 18.16: Rudy Tavinos TK83 G83: Selama itu dari herbal gw makan aja lgs kebetulan pegawai gw ada yg suka nanem tumbuhan herbal
28/08/14 18.17: Dadang Surya tk83: Ada juga herbal daun pintu Rud
28/08/14 18.17: Rudy Tavinos TK83 G83: Kalau air dan buah siwalan itu sdh menjadi menu tetap karyawan gw di site terus brotowali dan lain2
28/08/14 18.17: Gusnida tk83: Oke gw koordinir... 10% ya πŸ˜‚
28/08/14 18.18: Dhani Prasetyawan: Dibagikan di Bali kan Nid....
28/08/14 18.18: Rudy Tavinos TK83 G83: Nid kapsul kelor banyak yg jual sms aja nanti di kirim pakai tiki.
28/08/14 18.19: Rudy Tavinos TK83 G83: Dhan utk obat botak bisa pakai minyak buah ulin tapi baunya ngga enak
28/08/14 18.19: Ida Yusmiati: Rud..karyawan eloe anak nya banyak gak, kata Dhani rahim nya jadi kuat..
28/08/14 18.20: Rudy Tavinos TK83 G83: Karyawan gw pada doyan kawin yg halal .... Perkasa semua dhan
28/08/14 18.21: Sri Inayati tk83: Ha..ha conversation ini hrs disave, penting dan lucu2 komentarnya πŸ˜ƒ
28/08/14 18.21: Ida Yusmiati: Rud, takut gak asli kalo beli sembarangan..
28/08/14 18.21: Ida Yusmiati: Conversation is Kelor banget deehh
28/08/14 18.22: Dadang Surya tk83: Kelor jd trending topic
28/08/14 18.22: Cara Mariko (Kiko) Pitono: Kelor kalo di kamus Oxford ada gak Jun?😜
28/08/14 18.22: Dadang Surya tk83: Hrs go international
28/08/14 18.22: Dhani Prasetyawan: Soal botak mah gue dan istri sudah super duper ridho....ikhlas dengan seikhlas ikhlasnya....
28/08/14 18.23: Hamid tk83: Makanya buruan disave jangan sampai kelor conversation
28/08/14 18.23: Sri Inayati tk83: Sdh gue coba pakai email conversation tapi kog nggak ter save semuanya ya
28/08/14 18.24: Rudy Tavinos TK83 G83: Ya rontok atau botak kan deket2 lah
28/08/14 18.24: James Wiyaka: Rebonding aja Mid
28/08/14 18.25: Sri Inayati tk83: Mgk krn  gue sudah kelor out of date, mgk yg punya HP canggih, coversation ini disave dg menu "email conversation" ke tk83 milis, please πŸ˜„
28/08/14 18.25: Hamid tk83: Soal keriting mah gue dan istri sudah super duper ridho....ikhlas dengan seikhlas ikhlasnya....
28/08/14 18.25: Dhani Prasetyawan: Oh caranya gini aja Na....elo kirim ke email elo...trus elo print...trus discan...nah baru di save....
28/08/14 18.26: Gusnida tk83: Tapi juna belum terpuaskan ama kelor.. Dia penasaran ama manggis vs sirsak
28/08/14 18.26: Dhani Prasetyawan: Hamid...huuuuu..itu deket deket sama pasrah.....
28/08/14 18.26: Sri Inayati tk83: Kelor kali Dhani ini bah 😜
28/08/14 18.26: Ida Yusmiati: Gw dah email, message lama semua terkirim, ada lebih dr 15000 message!! Debat Capres yang seru termasuk pastinya
28/08/14 18.27: Ida Yusmiati: Tadi downloadnya rasanya gak kelor kelor
28/08/14 18.27: Gusnida tk83: Manstappp

Salam Ina

Sunday, August 31, 2014

HBH & Reuni ITB'83

Walaupun bulan Syawal 1435H telah berlalu beberapa hari, namun teman-teman angkatan kuliahku ITB'83 sepakat untuk mengadakan acara halal bil halal pada hari Sabtu tanggal 30 Agustus 2014, sekaligus melakukan kegiatan donor darah, lokasinya adalah di kampus ITB (aula barat), Bandung.

Karena sudah berjanji untuk hadir di acara HBH ini, apalagi melihat persiapan teman-teman panitia di Bandung yang sudah bersusah payah mendekorasi aula barat dan mempersiapkan segala sesuatunya, walaupun aku sedang sakit flu aku usahakan tetap hadir. Aku dan teman-teman yang tinggal di Bintaro sepakat untuk berangkat bersama-sama ke Bandung. Kami berangkat sekitar jam 6.30 dan tiba di Bandung sekitar jam 9, langsung menuju jl Gempol Wetan untuk sarapan kupat tahu yang terkenal lezatnya.
foto rame-rame HBH ITB'83
Setelah itu kami berangkat menuju aula barat ITB, sesampainya di sana beberapa teman-teman yang ikut donor darah sudah mendaftarkan diri untuk diambil darahnya. Sebenarnya aku juga ingin mendonorkan darahku, namun beberapa kali screening yang kuikuti, sampai saat belum dapat kesempatan untuk bisa donor darah.  Alasan dari dokter yang melakukan screening  untuk tidak boleh donor antara lain karena baru selesai haid, tekanan darah atau HB yang kurang dll, nah kali ini kebetulan aku juga sedang haid jadi aku tidak mendaftarkan diri untuk jadi donor. Mudah2an di lain kesempatan aku bisa mendonorkan darahku.

Walaupun teman-teman yang hadir di acara HBH ini tidak banyak (kurang dari 100 orang),  acara HBH berlangsung lancar dan meriah, kebetulan di angkatan 83 ini ada kelompok band yang sudah kerap manggung pada berbagai kegiatan angkatan 83 yaitu Musicology yang menyajikan lagu2 dengan sangat bagus. Tentu saja acara foto-foto selalu dilakukan teman-teman sambil menikmati acara di panggung, makanan yang disediakan panitia juga sangat enak.

Jurusan TK'83 yang hadir (9 orang)
Pada acara HBH ini, teman kami Yuyun dari jurusan TL mempresentasikan kegiatan yayasannya dalam mengedukasi bahaya Mercuri yang banyak digunakan pada penambangan emas yang dilakukan oleh masyarakat. Sedih juga melihat efek dari Mercuri ini terhadap kesehatan masyarakat di sekitar penambangan emas, banyak diantara mereka yang tidak tahu tentang bahaya Mercuri tersebut. Semoga kiprah yayasan yang dipimpin oleh teman kami ini bisa membantu masyarakat memahami dan mencegah agar tidak terpapar Mercuri.

Pada acara HBH ini juga ada penjualan kaos, pernak pernik kerajinan dan lukisan serta lelang kaos "langka" yang dilakukan oleh alumni FSRD, juga ada penjualan buku yang berjudul 'Elnusa Turn Around" yang ditulis oleh Massa Manik (alumni TL83) yang juga mantan Direktur Elnusa. Sebagian keuntungan dari penjualan ini dimasukkan ke kas yayasan G'83. Oh ya selain itu yayasan G'83 juga memberikan beasiswa kepada anak-anak dari teman-teman 83 yang telah meninggal dunia atau mengalami sakit berat.

TK'83 @ Tree House, Bandung
Sekitar jam 14, acara HBH angkatan 83 selesai, kami yang dari jurusan TK yang hadir di HBH sepakat berkumpul kembali di cafe Tree House (lokasinya di belakang RS Boromeous) untuk ngobrol dan foto2. Sekitar jam 16.00 kami berangkat pulang ke Jakarta dan tiba di Jakarta sekitar 19.00. Mungkin karena kecapekan, malamnya sakit flu yang kualami semakin parah, bersin-bersin dan batuk-batuk, semoga hari Senin besok 1 September 2014 aku bisa masuk kerja seperti biasa.

Salam Ina

Monday, July 28, 2014

Selamat Idul Fitri 1435H

Hari ini merupakan hari kemenangan bagi umat Islam setelah berpuasa dan melawan hawa nafsu sebulan penuh di bulan Ramadhan. Selamat Idul Fitri 1435 H, “taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum” yang artinya “semoga Allah menerima amalan saya dan kamu, amalan puasa saya dan kamu“. Kami juga mengucapkan "Mohon Maaf Lahir & Bathin" buat pembaca blog ini, mungkin ada kata-kata atau tulisan kami yang kurang berkenan ketika dibaca ... dengan setulus hati kami mohon dimaafkan.

foto narsis keluarga kami - Idul Fitri 1435 H
Pada puasa Ramadhan tahun ini aku tidak dapat mengikuti nikmatnya berpuasa di awal dan akhir Ramadhan karena bertepatan dengan tanggal haid bulanan (kena 2 x pula liburnya), sedih juga sih kehilangan waktu berharga tersebut terutama beberapa hari terakhir di bulan Ramadhan. Mudah-mudahan saja amal ibadahku di bulan Ramadhan yang sedikit dan tidak sempurna ini dapat diterima Allah SWT. Aamiin.

foto narsis dengan Afifa si sulung
Berhubung orang tua dan mertua kami sudah lama meninggal dunia, sehingga bisa dikatakan tidak ada tempat bagi kami untuk mudik ketika lebaran, sehingga beberapa tahun terakhir ini ... waktu libur lebaran dimanfaatkan untuk jalan-jalan ke luar kota. Alasan utama lainnya adalah karena para asisten pulang kampung semua, sehingga liburan tersebut dimaksudkan juga untuk menghindari pekerjaan beres2, cuci piring, dan masak-memasak di rumah ... ha..ha, dasar emak-emak pemalas nih, jangan ditiru ya.

Libur lebaran kali ini, Insya Allah kami akan berangkat ke Bali, perencanaan ke Bali ini juga mendadak (kelamaan bingung menentukan tempat liburan yang nyaman dan biayanya terjangkau), sehingga kami harus membayar biaya tiket pesawat dan hotel yang lumayan mahal.
foto narsis dengan Hifzhan si tengah
Lebaran tahun 2012, kami pulang ke Aceh (kampung halamanku) dan Medan (tempat suamiku dibesarkan), lebaran tahun 2013, kami pergi ke Palembang (daerah asal suamiku). Nah lebaran 2014 ini kami pergi ke kampungnya orang Bali he...he.

Alasan memilih destinasi ke Bali antara lain adalah soal warung/restoran lho kog ?? ini argumen sederhananya ... karena sebagian besar penduduk Bali beragama Hindu, tentu saja mereka tidak merayakan Idul Fitri, sehingga dapat dipastikan warung2 makanan dan restoran2 pada buka sehingga pengalaman sulitnya mencari kuliner khas daerah tidak terjadi lagi seperti ketika kami libur lebaran di Aceh, Medan dan Palembang, semua warung/resto terkenal di daerah tersebut tutup selama 3 - 7 hari, praktis sampai selesai liburan kami tidak sempat merasakan kuliner khas daerah tersebut.

foto narsis dengan Fathur si bungsu
Punya tempat libur lebaran favorit ? nah ada satu destinasi lebaran yang sangat aku idam-idamkan, yang belum tercapai sampai dengan saat ini yaitu menikmati ibadah 10 hari terakhir Ramadhan dan lebaran Idul Fitri di tanah suci Mekkah & Madinah bersama keluarga tercinta (suami dan anak-anakku). Kelihatannya waktu yang tepat adalah tahun depan karena bersamaan dengan libur sekolah anak-anak, semoga Allah SWT memberikan kesempatan, kesehatan dan kemampuan, meringankan langkah kami dan memudahkan semua urusan kami untuk dapat mewujudkan hal ini. Aamiin Ya Rabb.

Salam Ina

Saturday, June 28, 2014

Marhaban Ya Ramadhan & Pilihlah Dengan Hati Capresmu

Marhaban Ya Ramadhan, tadi malam Pemerintah RI telah mengumumkan bahwa In_Syaa Allah puasa 1 Ramadhan 1435H akan dimulai pada hari Minggu tanggal 29 Juni 2014, semoga seluruh umat Islam diberi Allah SWT kekuatan dan kesabaran dalam menjalani ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadhan, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT dan dapat menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Seperti yang terjadi setiap tahun, umat muslim Indonesia belum kompak juga dalam menentukan awal bulan Ramadhan maupun akhir bulan Ramadhan. Ada Ormas Islam yang telah mulai berpuasa sehari lebih awal dari yang ditetapkan Pemerintah.

Bagaimana kita menyikapi hal ini ? kebetulan dapat sharing tulisan seorang ustadz dari temanku lewat BBM grup yang aku kutip sebagai berikut : 

Bismillah, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mentaatiku berarti telah mentaati Allah, barangsiapa menentangku berarti telah menentang Allah, barangsiapa mentaati pemimpin umatku berarti telah mentaatiku & barang siapa menentang pemimpin umatku berarti telah menentangku." (HR. Bukhari Muslim) 

Imam Ibnu Abil Izz berkata, "Dalil2 dari Al Qur'an, sunnah & ijma' salaf menunjukkan bahwa seorang penguasa, imam shalat, hakim, komandan perang & petugas zakat itu wajib ditaati semua keputusannya yang berkaitan dengan hal2 yang bersifat ijtihadiah. Penguasa tidak berkewajiban untuk mentaati rakyat dalam masalah2 ijtihadiah. Bahkan kewajiban rakyat adalah mentaati penguasa & meninggalkan pendapatnya demi pendapat yang dipilih penguasa. Karena sesungguhnya manfaat persatuan & kesatuan & bahaya perpecahan & perbedaan itu lebih penting daripada ngotot dalam masalah2 ijtihadiah". (Syarh Thahawiah hal 376). 

Wahai saudaraku, bersatulah & jangan berpecah belah. Ikutilah Pemerintah dalam hal ini dan itu lebih selamat bagimu. Sungguh, Rabb-mu menyuruhmu untuk ta'at kepada Pemerintah muslim, selama dalam perkara yang ma'ruf, di dalamnya ada hikmah persatuan yang lebih utama. Jika seandainya Pemerintah salah dalam hal ini, maka dosanya untuk mereka. Sedangkan engkau lebih selamat karena mengikuti perintah Rabb-mu. Itulah hujjahmu kelak ketika berdiri dihadapanNya. 

Rasulmu bersabda: "Dengar dan taatlah (kepada penguasa). Karena yang jadi tanggungan kalian adalah yang wajib bagi kalian dan yang jadi tanggungan mereka adalah yang wajib bagi mereka" (HR. Muslim 1846). 

"Sholatlah kalian bersama imam, jika sholat imam itu benar, kalian mendapat pahala. Jika sholat imam itu salah, kalian tetap mendapat pahala dan sang imam yang menanggung kesalahannya." (HR. Bukhari no. 662) 

Sedangkan, jika engkau ikut Ormas yg menyelisihi Pemerintah, kemudian ternyata mereka salah dalam perhitungannya, apa jawabmu kelak? Sungguh tanggung jawab itu benar2 akan ada sepenuhnya di pundakmu. Allahu'alam bisshawab.

Dalam bulan Ramadhan ini, tepatnya tanggal 9 Juli 2014 yang akan datang, rakyat Indonesia akan menggunakan hak pilih masing-masing untuk menentukan Presiden dan Wakil Presiden RI yang akan menjabat dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2019.

Pemilu Presiden kali ini lumayan seru, karena capresnya hanya ada 2 pasang calon presiden & wakil presiden, masing-masing mempunyai pendukung dengan prosentase yang besarnya hampir sama pula kalau dilihat dari hasil survey berbagai lembaga. Seringkali para relawan maupun pendukung masing2 capres saling memuji-muji capresnya atau mencaci maki bahkan memfitnah capres lainnya,  persis kayak main pingpong, tenis atau badminton he...he, saling memukul bola dan dibalas oleh lawannya, apalagi kalau ada pukulan smash yang membuat lawan terkejut dan bahkan jatuh, senanglah pihak yang membuat smash tersebut :) 

Sebagai penonton bola he...he maksudnya rakyat yang akan menggunakan hak pilihnya, bijak-bijaklah mencerna berbagai informasi yang berseliweran di berbagai media seperti media cetak, media online, televisi dan media sosial seperti facebook, twitter, blog, dll. Informasi tersebut kadang-kadang berupa kampanye hitam, kampanye negatif dan kampanye positif, saringlah informasi yang diterima dan cari informasi-informasi lainnya yang dapat dipercaya. 

Agak sulit memang memilah-milah mana informasi yang benar, mana yang salah atau fitnah, karena berbagai media yang ada sudah tidak objektif lagi dan cenderung memihak pada pilihan capresnya. Pada akhirnya terpulang pada hati nurani masing-masing untuk memilih capres pada Pemilu nanti, kita sendirilah yang menentukan capres mana yang akan ditusuk pada kertas suara. 

Bagi aku penting pula melihat siapa-siapa yang berada dalam kubu capres-capres tersebut, aku akan memilih yang lebih sedikit mudharatnya bagi kaum muslimin, yang lebih banyak didukung oleh partai Islam dan juga yang lebih banyak mendapatkan dukungan para ulama walaupun bagi kubu capres satunya, capres pilihanku terkait masalah HAM yang juga masih simpang siur.

Entahlah aku kog lebih percaya sama penilaianku sendiri bahwa capres pilihanku yaitu capres dengan nomor urut 1 ... punya rasa cinta yang sangat besar untuk bangsa ini dan dapat membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik, beliau tampil apa adanya dia (tidak dibuat-buat atau dipoles untuk pencitraan). Kiprahnya di masyarakat di sekitar tempat tinggalnya maupun bantuannya untuk berbagai kegiatan menurut aku luar biasa banget, hal tersebut dilakukannya sebagai "rakyat" karena beliau bukan pejabat di Pemerintahan.

Aku mengagumi karakter pribadinya yang kuat dan tangguh padahal begitu banyak cercaan, caci maki bahkan mungkin fitnah yang ditujukan kepadanya sejak karir militernya yang cemerlang diberhentikan secara tiba-tiba, kelihatannya dia tidak pernah membalas perlakuan mereka atau membuka aib orang lain. Karakter ksatria ini juga terlihat ketika debat capres, tak sekalipun dia berusaha menyudutkan lawan debatnya, bahkan sangat sportif mengakui jika pendapat lawan debatnya lebih baik. Semoga penilaian aku tidak salah dan semoga saja beliau dapat terpilih menjadi Presiden RI. Aamiin Ya Rabb.

Himbauanku untuk saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, usahakan hadir ke TPS dan jangan sampai golput atau merusak kertas suara sehingga dinyatakan tidak sah. Pilihlah capresmu sesuai dengan penilaianmu atau bisikan hatimu sendiri. Kalaupun penilaian kita ternyata salah, jangan khawatir atau merasa bersalah, karena kita hanya rakyat biasa yang tidak kenal persis dengan capres tersebut, kita mengenal mereka hanya melalui informasi dari berbagai media.

Berikut ini ada kutipan kata-kata hikmah dalam menyikapi seorang Pemimpin .... berkata Ibnu Mas'ud -radhiyallahu 'anhu-: "Jika pimpinan itu adalah seorang yang adil maka baginya pahala dan keharusan bagimu adalah bersyukur, dan jika pimpinan itu adalah seorang yang jahat maka baginya dosa dan keharusan bagimu adalah bersabar". Siapapun Presiden yang terpilih harus didukung dan dihormati oleh seluruh komponen bangsa.

Tetaplah bersatu sebagai bangsa Indonesia, jangan sampai gara-gara pemilu presiden ini, bangsa kita terpecah belah,  nanti ada negara lain yang bersorak gembira dan senang melihat bangsa kita tercerai berai, saling curiga dan mudah diadu domba. Semoga Allah SWT meridhai Pemimpin yang menjadi pilihan terbanyak rakyat Indonesia dan dapat memimpin bangsa ini menjadi bangsa yang besar, adil dan makmur, maju dan terpandang.

Salam Ina

Friday, May 30, 2014

Jalan-Jalan ke Parapat

stasiun kereta api Kualanamu
Pada minggu terakhir bulan Mei 2014, ada 3 "harpitnas" (hari terjepit nasional) karena diapit oleh dua hari libur tanggal merah, tentu saja kesempatan baik ini tidak disia-siakan oleh pekerja yang mendambakan hari libur seperti aku he...he, langsung minta cuti dan berencana untuk liburan.

Sayang sekali anak-anak tidak bisa ikut karena mereka akan ujian semester, walaupun si bungsu sudah selesai US SD, dia tidak mau ikut, katanya liburan nggak seru, kalau kakak dan abangnya tidak ikut. Akhirnya aku dan suamiku memutuskan untuk ke Medan saja karena sekalian ada urusan keluarga yang harus dibereskan, kami berangkat bareng adik suamiku dan satu orang anaknya yang sudah tamat Perguruan Tinggi.

Kami berangkat dari Jakarta menuju Medan pada pagi hari Minggu tanggal 25 Mei 2014 dengan naik Garuda, Alhamdulillah waktu berangkat dan tiba di bandara Kualanamu-Medan sesuai jadwal. Karena kami belum pernah ke Kualanamu, sambil menunggu jemputan, kamipun mengabadikan bandara ini dengan kamera masing2. Bandara ini bagus dan sering dijadikan objek wisata oleh masyarakat setempat. Di sini tersedia jalur kereta api menuju kota Medan dengan biaya sebesar Rp 60 ribu, tapi kami belum sempat mencoba jalur kereta api ini, karena kami dijemput dengan mobil.

Danau Toba
Acara selama di Medan tentu saja diisi dengan mencicipi kuliner yang terkenal di kota Medan, seperti soto Medan di warung Sinar Pagi, seafood Marco, sate Padang Jo Andah, mie Aceh titi bobrok, sate Padang Waspada, lontong sayur Medan, sate kerang dll. Di Medan kami menginap di hotel Swiss Bell, ketika sarapan tersedia juga menu mie sop, mantap banget kuliner di Medan ini... selama beberapa hari disini berat badan langsung merangkak naik he..he, waduh.

Pada hari Selasa tanggal 27 Mei 2014 sekitar pukul 8:00 pagi, kami berangkat ke Parapat melalui kota Pematang Siantar agar bisa mampir makan siang dengan menu utamanya burung goreng di RM Beringin, lokasi restoran ini beberapa kilometer sebelum kota Pematang Siantar. Setelah selesai makan, kami mampir di sentra oleh2 berbagai ting-ting kacang yaitu toko Paten yang lokasinya tidak jauh dari RM Beringin. Sesampainya di kota Pematang Siantar, kami mampir membeli roti Ganda yaitu roti tawar dengan selai srikaya, tentu saja kami juga membeli selai srikaya untuk di bawa pulang ke Jakarta dari toko lainnya di sebelah toko roti Ganda, katanya sih selainya lebih enak di sini.

Kamipun melanjutkan perjalanan ke Parapat, pemandangan di jalan menuju Parapat biasa-biasa saja, hanya ada sawah dan kebun sawit. Kami tiba di Parapat sekitar pukul 14:00 dan langsung menuju hotel Inna Parapat, karena kami empat orang, kami menyewa Family room dengan tarif Rp 1,835,000 termasuk makan 3 x untuk 4 orang, lumayan mahal, tapi karena lokasi hotel ini yang dekat danau Toba, kamipun malas hunting mencari hotel lainnya.

rumah tahanan Soekarno di Parapat
Karena kami hanya satu malam saja di Parapat, selesai sholat jamak dzuhur dan ashar, kami langsung menuju pulau Samosir dengan menyewa speedboat, biayanya Rp 550,000 pergi dan pulang termasuk singgah di Tuk-tuk Siadong. Perjalanan dengan speedboat ini sekitar 20 menit dan kamipun tiba di pulau Samosir (Tomok). Di sini sudah ada guide yang menawarkan jasanya untuk mendampingi kami melihat rumah adat dan patung si gale gale, makam batu raja Sidabutar, museum Batak, biaya guide sekitar Rp 100 ribu. Disepanjang jalan di Tomok ini banyak kios-kios penjual souvenir, tapi kayaknya kurang laku karena barang-barang yang dijual menurutku kualitasnya tidak bagus, akupun tidak tertarik membeli souvenir tsb.

tanjung Onta, pemandangan ini terlihat
pada jalur parapat-Brastagi
Setelah selesai berkeliling di Tomok ini, kamipun naik speedboat menuju Tuk-tuk Siadong, speedboatnya menumpang sandar di dermaga sebuah hotel sekalian mau numpang BAK karena fasilitas umum di Tomok kurang memadai. Ternyata hotel di sini harganya relatif murah dibandingkan hotel Inna Parapat, agak menyesal juga menginap di Parapat karena pemandangan Danau Toba dilihat dari Tuktuk Siadong ini kelihatan jauh lebih indah.

Karena hari sudah menjelang maghrib, kamipun kembali ke Parapat, speedboat yang kami tumpangi sempat mogok karena terkait sesuatu di dalam air sehingga selang BBMnya copot. Aku jadi deg-degan juga karena kalau sampai speedboatnya nggak berhasil dihidupkan, seram membayangkan terkatung-katung di tengah danau Toba, mana aku nggak bisa berenang lagi. Alhamdulillah, setelah selang BBM terpasang, speedboatnya bisa berjalan lagi dan kami tiba dengan selamat di hotel Inna Parapat.

Keesokan harinya, sebelum pulang kembali ke Medan, kami singgah di rumah tempat presiden Soekarno pernah ditahan oleh Belanda pada tahun 1948. Rumah ini merupakan bangunan Belanda dan terletak agak tinggi, sehingga bisa memandang ke arah Danau Toba dan pulau Samosir, pemandangannya sangat indah, luar biasa. Kami tidak masuk ke dalam rumah tersebut, karena takutnya kelamaan karena perjalanan ke Medan masih panjang. 

pemandangan indah
Untuk pulang ke Medan ini, kami mengambil rute lainnya yaitu melalui Kabanjahe dan Brastagi, jalannya agak berkelok-kelok, namun pemandangan di sekitarnya sangat indah yaitu danau Toba dan hutan pinus, beberapa kali kami berhenti untuk mengabadikan pemandangan yang indah tersebut. Luar biasa, sepanjang jalan tak henti-hentinya aku berzikir, bertasbih mengagumi kehebatan Allah SWT yang telah menciptakan bumi Indonesia yang indah ini. Sudah seharusnya kita bersyukur dengan menjaga alam yang indah ini dan memanfaatkannya untuk kebaikan.

Sampai di Brastagi sekitar pk. 14:00, kamipun sudah lapar banget dan singgah di sebuah restoran untuk makan siang serta sholat jamak dzuhur dan ashar. Kami tidak sempat lagi singgah melihat air terjun karena harus sampai di Medan sebelum malam, untuk membeli oleh-oleh yang akan dibawa pulang ke Jakarta seperti sate kerang, teri medan, bolu meranti dan juga durian si Ucok. Koperpun harus disiapkan untuk menampung oleh-oleh tersebut, untungnya kami bawa koper yang besar, jadi hanya bolu meranti dan sate kerang saja yang dibawa ke kabin. 

Hari Kamis tanggal 29 Mei 2014, kami kembali ke Jakarta dengan koper dan badan yang timbangannya naik tajam he...he, semoga ada kesempatan lagi untuk membawa anak-anak berlibur ke menikmati pemandangan danau Toba dan pulau Samosir. 

Salam Ina

Monday, April 28, 2014

Siklus Kehidupan

Akhir minggu yang lalu ada beberapa peristiwa yang membuatku merenung dan berusaha memahami makna kehidupan yang Allah anugerahkan kepadaku. Ada waktunya duka dan ada waktunya suka, silih berganti dalam kehidupan setiap makhluk Allah SWT di muka bumi  yang fana ini. Semoga endingnya kehidupan kita dalam keadaan "husnul khatimah" dan berada dalam rahmat dan ridha Allah SWT dunia & akhirat kelak. Aamiin Ya Rabbal'alamin.

Ada yang Meninggal Dunia
Hari Jumat 25 April 2014, sekitar jam 10.30 anakku kirim kabar via blackberry message bahwa ada yang telpon ke rumah menyampaikan berita dukacita. Karena nama yang didengar anakku kurang jelas dan alamatnya juga tidak disebutkan, membuatku bertanya-tanya siapa yang meninggal tersebut. Mulailah aku mencari nama keluarga yang mirip dengan nama yang didengar anakku, kebetulan ada adik ipar kakakku yang namanya mirip, sebut saja "F" yang kebetulan memang sedang sakit dan dirawat di RS. Aku segera menghubungi saudara-saudara kandungnya, tapi tak satupun yang mengangkat telponku bahkan ada message yang mengatakan "busy". 

Lutut ini mulai lemas, jangan-jangan benar "F" yang meninggal, usianya masih muda ...  jauh di bawah usiaku. Aku membayangkan duka yang bakal dialami istri, putra-putrinya yang masih kecil dan juga keponakanku (satu-satunya anak kakakku yang selamat dari tsunami) yang tinggal dengan "F" selaku pamannya yang memperlakukan keponakanku itu seperti anak kandungnya sendiri. Aku juga mulai bertanya ke adik-adik kandungku yang berada di Medan dan Banda Aceh apakah mereka ada menerima kabar duka dari keluarga ? mereka menjawab tidak ada. 

Sekitar jam 12-an siang, ada salah satu kakak kandung dari "F" yang dapat dihubungi, akupun menceritakan kabar duka yang kuterima dan kutanyakan bagaimana keadaan adiknya, dia menjawab baik-baik saja dan "F" sudah keluar dari RS, rasanya lega banget karena dugaanku salah. Akupun melanjutkan aktivitas makan siang bersama dengan teman-temanku. Tiba-tiba sekitar jam 12.30 datang SMS dari pamanku di Banda Aceh, mengabarkan bahwa yang meninggal dunia adalah suami dari sepupu ibuku yang tinggal di Ciputat, aku memanggilnya Om "S". Innalillahi wa inna ilaihi raajiun. 

Setelah jelas siapa yang meninggal, akupun pamit pada atasanku untuk pulang ke rumah dan berkunjung ke rumah duka. Sampai di rumah duka sekitar jam 15:30, jenazah belum dikuburkan karena menunggu salah satu keponakan dari Om "S" tersebut yang datang dari Medan. Om dan bibik memang tidak mempunyai anak kandung, tapi keponakannya yang di Medan itu sangat dekat dengan beliau dan minta ditunggu kedatangannya karena ingin melihat jenazah Om "S" untuk terakhir kalinya. Karena sampai jam 16.30, yang ditunggu belum datang juga, akhirnya jenazah segera di bawa ke mushola dekat rumah duka untuk disholatkan dan dimakamkan.

Setelah sholat jenazah selesai, jenazah diantar ke pemakaman dan prosesi pemakaman berjalan lancar. Pak RW setempat menyampaikan kata-kata sambutan yang menyatakan bahwa warga sangat kehilangan Om "S" dengan kepergiannya yang mendadak karena beliau sudah banyak berkontribusi terhadap warga sekitar antara lain mengajar mengaji dan rajin sholat berjamaah ke mesjid. Pagi itu beliau sempat sholat subuh berjamaah di mushola dan sekitar jam 9-an nafasnya agak sesak dan sempat memanggil istrinya, lalu beliau muntah dan langsung meninggal dunia sebelum sempat di bawa ke RS. Sungguh kematian yang cepat, tidak merepotkan keluarga dan semoga husnul khatimah. Semoga beliau mendapat ampunan dan kasih sayang Allah SWT serta mendapat tempat yang mulia di surga Allah SWT.

Setiap yang bernyawa pasti merasakan mati ... mati itu pasti, hanya waktu, tempat dan penyebabnya yang masih misteri dan hanya Allah SWT saja yang mengetahuinya. Semoga kita sempat menyiapkan bekal ketakwaan dan amal sholeh untuk dibawa pulang ke kampung akhirat kelak.

Ada yang sedang sakit 
Hari Sabtu 26 April 2014 pagi, aku dan temanku pergi membezoek teman kami yang sedang sakit yang tinggal di BSD sebut saja namanya "E". Kami satu angkatan ketika kuliah di ITB, tapi berbeda jurusan. Temanku "E" ini sejak tahun lalu sudah diketahui menderita penyakit kanker payudara dan sudah dilakukan operasi. Mungkin karena kankernya tipe ganas, setelah dioperasi, benjolannya tumbuh lagi, sehingga dia sudah beberapa kali dioperasi.
Waktu reuni angkatanku yang ke 30 tahun pada bulan November 2013 yang lalu, kondisi "E" masih segar, malah dia ikut aktif membuka stand, menjual hasil karyanya dan teman-teman Seni Rupa lainnya. Nggak nyangka hanya dalam beberapa bulan kondisinya begitu drop, saat ini kankernya sudah menyebar sampai ke anggota tubuh yang lain seperti tulang leher, sehingga harus dilakukan radiasi dan chemotherapy. Dia hanya dapat berbaring, bahkan untuk komunikasipun sudah susah, hanya orang-orang terdekatnya yang mengerti apa yang akan disampaikannya. Jika berdiri dan berjalan "E" harus memakai penyangga leher dan harus dibantu/dipapah. Sedih banget melihat kondisinya.

Yang kukagumi dari "E" adalah kesabarannya, hampir tidak terdengar keluhannya ketika kami disana, padahal menurut yang kuketahui dari teman-teman yang pernah sakit kanker, rasa sakitnya luar biasa. Kesetiaan teman-temannya juga luar biasa, bahkan ada teman SMAnya yang hampir setiap hari berada di rumahnya, mengurus keperluan "E", ada yang mengantar dan antri ke RS dan ada pula yang menunggu "E" ketika dia dioperasi. 

Tentunya ketika masih sehat "E" seorang sahabat yang sangat baik dan penuh perhatian sehingga teman-temannya tanpa diminta ikut membantu dan memberi dukungan yang sangat dibutuhkannya. Semoga "E" sabar menghadapi ujian sakit yang sangat berat ini dan semoga Allah SWT menyembuhkan penyakitnya sampai tuntas. Semoga saja suami dan anaknya dapat mendampingi "E" dan menyayanginya dengan sepenuh hati.

Ada yang menikah 
Hari Sabtu 26 April 2014 sore dan malam aku mendapat undangan pernikahan/resepsi anak dari salah seorang teman sekantorku dan malam harinya juga ada undangan acara 40 hari meninggalnya keluarga besan dari tante suamiku. Karena waktu acaranya bersamaan, aku merencanakan hadir pada acara pernikahannya saja yang dilaksanakan sore hari setelah ashar. Mengingat lokasi acara pernikahan di Bekasi Barat dan acara lainnya di sekitar Lebak Bulus, aku dan suami berbagi tugas, takutnya waktunya tidak terkejar  untuk kami dapat hadir bersama-sama di ke dua acara tersebut.
Suamiku akan hadir di acara yang di Lebak Bulus, sedangkan aku berdua anakku Hifzhan berangkat ke Bekasi Barat. Karena waktunya tanggung, kami sholat ashar dulu di rumah baru berangkat ke sana. Perjalanan dari rumah sampai memasuki tol Cikampek berjalan lancar, begitu sampai tol Cikampek, ya ampun macet banget, apalagi untuk keluar dari pintu tol Bekasi Barat, antriannya sangat panjang. Waduh bisa-bisa acara pernikahannya sudah bubaran ketika kami sampai, aku bilang ke anakku, kalau acaranya sudah bubar, maka kita akan tunggu di sana untuk hadir ke acara resepsinya saja.

Akhirnya kami sampai juga ke lokasi acara pernikahan sekitar pukul 17.00, ternyata acara akad nikahnya belum dilaksanakan, lega rasanya he...he, karena nggak perlu nunggu acara resepsinya. Kami mengikuti acara akad nikah sampai selesai dan bertemu dengan orang tua mempelai, setelah salaman dan ngobrol2 sebentar kami pamit pulang karena sebentar lagi akan masuk waktu maghrib. Alhamdulillah perjalanan pulang berjalan lancar dan kami sampai Bintaro sekitar 18.30, masih ada waktu untuk sholat maghrib. Sampai di rumah, ternyata suamiku sudah berangkat ke Lebak Bulus pada pukul 18.00, semoga acara di Lebak Bulus juga berjalan lancar.

Salam Ina

Sunday, March 30, 2014

Masjid di Negara-Negara ASEAN

Posting kali ini merupakan hasil googling tentang keberadaan masjid-masjid di berbagai ibukota negara yang tergabung dalam Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN. Negara-negara yang menjadi anggota ASEAN saat ini terdiri dari 10 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei, Vietnam, Myanmar, Kamboja dan Laos. Masjid-masjid ini juga menjadi salah satu ikon dari ibukota negara-negara ASEAN tersebut. 

Jakarta (Indonesia) - Masjid Istiqlal
Pembangunan Masjid Istiqlal ini diprakarsai oleh Presiden RI yang pertama yaitu Ir Soekarno, peletakan batu pertama pada tanggal 24 Agustus 1961, dengan arsitek Frederich Silaban yang merupakan seorang non muslim, selaku pemenang pertama sayembara desain masjid ini.

Proses pembangunan masjid ini tidak berjalan lancar karena situasi politik saat itu dan baru dapat diresmikan pada  tanggal 22 Februari 1978 oleh Presiden RI yang ke dua yaitu Soeharto. Masjid ini termasuk salah satu masjid yang terbesar di Asia Tenggara, dengan  daya tampung jamaah sebanyak 200.000 orang yang terdiri dari: Ruang shalat utama dan balkon serta sayap memuat 61.000 orang, Ruang pada bangunan pendahuluan memuat 8.000 orang, Ruang teras terbuka di lantai 2 memuat 50.000 orang, dan koridor dan tempat lainnya memuat 81.000 orang.
Masjid Istiqlal (foto dari www.istiqlalmosque.com)
Kuala Lumpur (Malaysia) - Masjid Negara
Masjid Negara ini dibangun antara tahun 1963 sampai 27 Agustus 1965 dan dapat menampung sekitar 15000 jamaah. Desain dari masjid ini dilakukan oleh arsitek Bahagian Reka Bentuk dan Penyelidikan, Jabatan Kerja Raya Persekutuan. Sebelum memulai pembangunan masjid ini, arsitek utamanya yaitu Baharuddin Abu Kassim melakukan kajian masjid-masjid dari berbagai negara seperti India, Pakistan, Iran, Turki, Arab Saudi, UEA dan Spanyol.
Masjid Negara (foto dari kuala-lumpur.attractionsinmalaysia.com)
Bandar Seri Begawan (Brunei Darussalam) - Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien adalah masjid nasional bagi Kesultanan Brunei Darussalam, masjid ini dinamai sesuai nama Sultan Brunei yang ke 28. Masjid ini dirancang dengan gaya Mughal dan Italia oleh Biro arsitektur Booty & Edwards Chartered dengan arsitek utamanya Cavaliere Rudolfo Nolli yang berkebangsaan Italia. Masjid mewah dengan kubah berlapis emas murni ini selesai dibangun pada tahun 1958 dan menjadi salah satu masjid yang terkenal di dunia karena keindahan dan kemegahannya.
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien (foto dari en.wikipedia.org)
Singapura - Masjid Sultan
Di Singapura, ada beberapa masjid, namun, hanya Masjid Sultan di Kampong Glam, wisatawan bisa mendengar suara adzan membahana ke kawasan di sekitarnya dengan pengeras suara, karena masjid-masjid lainnya tertahan aturan dilarang adzan dengan pengeras suara sehingga suara adzannya hanya terdengar di dalam masjid saja. Masjid Sultan dibangun oleh Sultan Husaain, bersebelahan dengan istana sang sultan. Dari catatan yang ada, masjid tersebut mulai dibangun pada tahun 1824 dan selesai dua tahun setelahnya. Dana pembangunannya berasal dari sumbangan East India Company, donasi jemaah, serta dari istana sendiri.

Masjid Sultan kemudian direnovasi pada tahun 1924, bertepatan dengan 100 tahun berdirinya masjid tersebut. Selain dilakukan perluasan area untuk menambah daya tampung, bentuk dan arsitektur masjid juga mengalami perubahan. Setelah empat tahun pembangunan, berdirilah masjid seperti yang ada sekarang. Bergaya Gothik Mughal lengkap dengan menaranya dan mampu menampung 5.000 jamaah.
Masjid Sultan (foto diambil dari travel.detik.com)
Bangkok (Thailand) - Islamic Center Mosque
Meskipun Thailand merupakan negeri yang mayoritas penduduknya beragama Budha, namun kerajaan cukup mendukung kehidupan penduduk yang beragama Islam. Salah satu mesjid terbesar di Bangkok terletak di daerah Ramkhamhaeng yaitu Islamic Center Mosque Thailand yang juga merupakan kantor mufti dalam urusan agama Islam di bawah kementrian dalam negeri dan juga kementrian pendidikan dan bertanggung jawab kepada raja. Islamic Center Mosque ini selesai dibangun pada tahun 1984 dan dapat menampung sekitar 3000 jamaah.
Islamic Center Mosque (foro dari papayapokpok.wordpress.com)
Manila (Filipina) - Masjid Al-Dahab
Masjid Al-Dahab ini dibangun untuk menampung 3000 jemaah, menjadikannya sebagai bangunan masjid terbesar di kota Manila. Lengkap dengan satu kubah besar berwarna ke emasan, warna kubah dengan warna emas itulah yang kemudian menjadikan masjid ini disebut sebagai The Golden Mosque. Satu menara melengkapi masjid sebagai tempat disuarakannya azan. Masjid ini dibangun tahun 1976 pada masa Presiden Ferdinand Marcos.
Masjid Al-Dahab (foto dari www.travbuddy.com)

Hanoi (Vietnam) - Masjid Al-Noor
Di kota Hanoi, Ibukota Vietnam bersatu paska perang antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan di era 1970-an, berdiri kokoh sebuah bangunan masjid tua bernama Masjid Al-Noor atau lebih dikenal dengan nama Masjid Hanoi (Hanoi Masjid atau Hanoi Mosque). Masjid yang berdiri di kawasan old French Quarter of Hanoi city, tak jauh dari Galaxy Hotel dan Dong Xuan market ini merupakan satu satunya masjid di kota Hanoi yang merupakan sentral syiar Islam di kota Hanoi.

Masjid Al-Noor Hanoi di bangun oleh para pedagang dari anak benua India yang berasal dari Bombai, Karachi (Pakistan), dan Kalkuta di sekitar abad ke 19. Kini masjid tua ini tetap ramai jamaah terutama jamaah dari kantor kantor kedutaan Malaysia, Libya, Egypt, Lebanon, Indonesia, India, Algeria, Yemen, Iraq, Vietnam, Pakistan, Afghanistan and Bangladesh yang mencapai sekitar 200 jemaah berbaur dengan 60-an muslim asli setempat.
Masjid Al-Noor (foto dari vietnammuslimtours.net)

Phnom Penh (Kamboja) - Masjid Nurul Ihsan
Masjid Nurul Ihsan atau dikenal juga dengan nama International Dubai Phnom Penh mosque merupakan masjid terbesar di kota Phnom Penh yang terletak di tepi danau Boeng Kak. Masjid ini merupakan bantuan dari negara Timur Tengah (Uni Emirat Arab), yang dibangun pada tahun 1968, kemudian dilakukan perbaikan besar-besaran pada tahun 1990, namun dalam kurun waktu yang cukup lama, masjid ini tidak mendapatkan perawatan yang memadai sehingga terjadi kerusakan yang parah.

Seiring perkembangan kota, pemerintah Kamboja saat ini sedang giat-giatnya memoles wajah kota Phnom Penh termasuk area di sekitar masjid Nurul Ihsan ini. Rencananya masjid baru akan dibangun di lokasi yang sama, namun bangunannya berbeda dengan masjid sebelumnya. Tim ahli UEA akan terlibat langsung pada proses pembangunan dan pendanaannya. Kemungkinannya nama masjidnya akan diganti menjadi Masjid Al-Serkal sesuai dengan nama pembangunnya. Setelah selesai masjid ini akan mampu menampung sekitar 1000 jamaah.
Masjid Nurul Ihsan (foto dari bujangmasjid.blogspot.com)  
Yangon (Myanmar) - Masjid Sunni Bengali
Meskipun Islam merupakan agama minoritas di Myanmar, namun cukup banyak masjid di kota Yangon (ibukota Myanmar sampai 7 Nopember 2005, sebelum ibukota Myanmar dipindah ke Naypyidaw atau Pyinama). Walaupun tidak ada masjid Nasional di Yangon, ada masjid yang paling terkenal di Yangon yaitu Masjid Sunni Bengali. Masjid ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan karena terletak di pusat keramaian kota.
Masjid Sunni Bengali (foto dari myanmarmuslimtour.blogspot.com)
Vientiane (Laos) - Masjid Jami' Vientiane
Masjid Jami ini berada di jalur turis dan tepat berada di tengah ibukota Laos, Vientiane, tepatnya berada di belakang Langxaneg Hotel dan Fathima Restaurant, tak jauh dari Nam Phou Fountain yang merupakan air mancur kebanggaan kota Vientiane. Masjid Jami' ini dibangun dalam gaya arsitek Mughal dan merupakan masjid tertua di Vientiane maupun Laos secara keseluruhan. Masjid ini dibangun oleh muslim yang berasal dari kawasan India Selatan pada masa pendudukan Perancis pada penghujung abad ke 19, saat Laos masuk ke dalam wilayah Perancis sejak tahun 1953. Walaupun ukuran masjid ini kecil, namun masjid ini merupakan pusat edukasi bagi komunitas muslim setempat yang kebanyakan berasal dari India. 
Masjid Jami' Vientiane (foto dari bujangmasjid.blogspot.com)
Dari sepuluh masjid yang tercantum di atas, baru 3 masjid saja yang pernah aku kunjungi yaitu Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid Negara Kuala Lumpur dan Masjid Sultan Singapura. Mudah-mudahan Allah SWT memberi kesempatan untuk berkunjung ke masjid-masjid lainnya, terutama masjid yang terkenal keindahan dan kemegahannya yaitu Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien Bandar Seri Bagwan, Brunei.
Salam Ina

Sunday, March 09, 2014

Keju

Aku suka jaipong
Kau suka disko oh oh oh..
Aku suka singkong
Kau suka keju oh oh oh..

Cuplikan lagu Singkong dan Keju di atas lumayan populer pada era tahun 1980-an yang dinyanyikan oleh almarhum Arie Wibowo. Dulu saat mendengar lagu tersebut aku setuju dengan kata-kata pada lagu tersebut "aku suka singkong"... "kau suka keju", ya iyalah soalnya waktu itu aku memang tidak suka dengan keju. Tapi sekarang lagunya jadi berubah nih  "aku suka singkong" ... "aku juga suka keju" ha..ha.

Aku nggak tahu persis kapan mulai suka makan keju, mungkin setelah ditugaskan ke Belanda beberapa bulan yang lalu. Di sana aku sempat mencicipi berbagai jenis keju ketika berkunjung ke daerah wisata Volendam, dimana salah satu tempat yang ramai dikunjungi adalah tempat pembuatan keju ala home industri, ternyata enak he..he. Aku suka makan keju sebagai cemilan, makan kejunya doang tanpa dicampur dengan roti, kalau suami dan anak-anakku dari dulu sudah suka dengan keju slices yang dimakan dengan roti.

Ada berbagai jenis keju yang tersedia di pasaran dan tentu saja penggunaannya juga tergantung jenisnya, nah info jenis keju dibawah ini dikutip dari salah satu web (Dapur Cobek) yaitu  :

1. Keju Cheddar.
Nama keju Cheddar diambil dari daerah tempat jenis keju ini dibuat, yaitu desa Cheddar di Somerset, Inggris. Keju ini sangat populer di dunia dan paling sering digunakan untuk membuat kue, roti dan juga untuk pelengkap sarapan terutama yang sudah berbentuk slice. Banyak merk yang tersedia di Indonesia dan sudah ada label halalnya yaitu Kraft, Chesdale, Anchor dsbnya, bisa dilihat disini.
2. Keju Edam.
Keju ini wujudnya berwarna kuning terang, biasanya berbentuk bulat-bulat besar seperti jeruk. Keju tradisional ini berasal dari negara Belanda. Karakteristik keju ini, bagian luarnya dilapisi paraffin berwarna  dan dari segi rasanya lembut seperti rasa kacang dan aromanya tidak terlalu menyengat. Keju ini cukup baik dikonsumsi karena kandungan lemaknya rendah, dan lebih cocok dimakan langsung daripada untuk memasak.
.

3. Keju Mozarella.
Keju ini juga sering dijumpai dan biasanya digunakan untuk masakan. Keju ini berasal dari negara Italia, dinamai Mozzarella karena proses pembuatannya keju ini diputar-putar dan dipotong (mozzare). Teksturnya lembut dan mudah dibentuk, tapi ada juga yang agak padat dan biasanya berwarna putih atau kekuningan. keju ini biasa digunakan sebagai toping untuk membuat pizza, pasta panggang, macaroni schotel, dan macam-macam makanan panggang lainnya karena keju ini akan meleleh dan menciptakan rasa yang nikmat.

4. Keju Parmesan
Keju Parmesan berasal dari kota Parma, Italia. Keju ini dijual dalam beberapa bentuk, bisanya dalam bentuk padat dan ada yang sudah diparut seperti bubuk. Texturnya padat dan agak keras karena proses pemeramannya cukup lama, bisa bertahun-tahun dan yang pasti aromanya sangat tajam. Biasanya keju ini digunakan untuk taburan dalam pasta, pizza, spageti, macaroni dan juga di sandingkan dengan keju mozzarella yang aromanya kurang kuat.

Pembuatan keju pada dasarnya sama walaupun ada ratusan jenis keju yang diproduksi di seluruh dunia. Keju memiliki gaya dan rasa yang berbeda-beda, tergantung jenis susu yang digunakan, jenis bakteri atau jamur yang dipakai dalam fermentasi, lama proses fermentasi maupun penyimpanan ("pematangan"). Faktor lain misalnya jenis makanan yang dikonsumsi oleh mamalia penghasil susu dan proses pemanasan susu. Bagaimana cara pembuatan keju ? ini dia hasil googling secara singkat cara pembuatan keju dengan  tahapan utama sebagai berikut :
  • Pengasaman : Susu dipanaskan agar bakteri asam laktat, yaitu Streptococcus and Lactobacillus dapat tumbuh. Bakteri-bakteri ini memakan laktosa pada susu dan merubahnya menjadi asam laktat.
  • Pengentalan : Bahan Koagulan / rennet ditambahkan ke dalam susu yang dipanaskan yang kemudian membuat protein menggumpal dan membagi susu menjadi bagian cair (air dadih) dan padat (dadih). Sebagian besar keju menggunakan rennet dalam proses pembuatannya. Namun zaman dahulu ketika keju masih dibuat secara tradisional, getah daun dan ranting pohon ara digunakan sebagai pengganti rennet.
  • Pengolahan dadih : Pemisahan antara bagian cair dan bagian padat (dadih), dengan bantuan sebuah alat yang berbentuk seperti kecapi, dadih keju dihancurkan menjadi butiran-butiran. Semakin halus dadih tersebut maka semakin banyak air dadih yang dikeringkan dan nantinya akan menghasilkan keju yang lebih keras.
  • Persiapan sebelum pematangan : pencetakan, penekanan dan pengasinan
  • Pematangan :  Proses yang mengubah dadih-dadih segar menjadi keju yang penuh dengan rasa. Sebelum proses pematangan dilakukan teknik-teknik khusus untuk mempengaruhi tekstur dan rasa akhir keju seperti Peregangan, Cheddaring, Pencucian dan Pembakaran.
Bagi umat muslim, tentu sangat penting untuk mengetahui apakah keju yang akan dikonsumsi tersebut halal atau tidak, karena tidak semua keju yang dijual di pasaran ada sertifikat halalnya. Manurut artikel yang dikutip dari koran Republika, tahap koagulasi atau penggumpalan susu adalah tahap yang kritis dari segi kehalalan keju karena untuk mempercepat proses penggumpalan digunakan Rennet.

Rennet adalah sekelompok enzim yang dihasilkan oleh lambung binatang menyusui untuk mencerna susu ibu. Rennet mengandung enzim proteolytic (protease) yang memisahkan susu menjadi bagian padat dan cair. Dahulu kala, rennet diperoleh dari perut sapi muda (anak sapi), sedangkan saat ini rennet diperoleh bukan hanya dari perut sapi muda, tetapi juga perut sapi dewasa, anak kambing, kambing dewasa, domba, dan babi. Halal atau tidaknya keju tersebut tergantung pada sumber rennet yang digunakan. 

Waduh jadi was-was juga nih mengkonsumsi keju yang tidak ada sertifikat halalnya, karena katanya untuk menghemat biaya produksi, sebagian produsen keju menggunakan rennet campuran yang berasal dari sapi muda dan babi, karena rennet dari sapi muda harganya lebih mahal sehingga dilakukan pencampuran rennet.

Di antara berbagai jenis keju, aku paling suka dengan keju Edam, tapi sampai saat ini belum ketemu keju Edam yang bersertifikat halal yang dijual di supermarket :(. Semoga saja semakin banyak produk-produk keju di Indonesia yang mempunyai sertifikat halal, agar konsumen muslim tidak ragu-ragu untuk makan keju yang rasanya yummi tersebut. 

Salam Ina