Wednesday, July 20, 2016

Bali ... Kami Kembali Lagi

senja kuta beach
Kali ini mau cerita tentang libur lebaran tahun 2016 atau 1437 H, namun sebelum cerita dilanjutkan, mumpung masih bulan Syawal, kami mengucapkan Selamat Idul Fitri 1437 H, Taqabbalallahu minna wa minkum,  mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan.

Libur lebaran kali ini sudah direncanakan sejak bulan Mei 2016 yang lalu, pilihannya di Indonesia saja, karena selain budget yang tersedia terbatas, juga paspor kami sudah hampir habis masa berlakunya dan saat itu belum memungkinkan untuk melakukan perpanjangan paspor, mengingat  anak2 masih berada di luar kota, Afifa ada  di Medan dan Hifzhan ada di Bandung. Tadinya aku pengen ke Lombok soalnya kami semua kecuali Afifa belum pernah ke Lombok, tapi karena aku juga ingin mengajak adik-adikku untuk liburan bareng, suamiku bilang ke Bali saja karena adik-adikku belum pernah ke Bali. Kali ini kami akan mencoba sampai ke Lovina beach yang terletak di Bali bagian utara untuk lihat ikan lumba-lumba, wow menarik juga, halo Bali ... kami kembali lagi.

Dua hari sebelum lebaran, adik-adikku yang dari Batam dan Medan tiba di Jakarta, untuk berlebaran bersama-sama dengan kami, karena mbak-mbak sudah pada pulang mudik ke kampung masing-masing, maka di hari lebaran tersebut kami malah membeli makanan via delivery order, tak ada lontong sayur maupun makanan khas lebaran lainnya, kasian deh ...he..he.
taman tirtagangga
Hari lebaran ke 2 tanggal 7 Juli 2016, rombongan kami sejumlah 7 orang yaitu kami berlima dan 2 orang adikku berangkat ke Bali naik pesawat Garuda. Alhamdulillah perjalanan berjalan lancar dan kami tiba di Bali sekitar pukul 11. Karena persewaan mobil selama di Bali dimulai esok hari, transportasi dari Bandara ke hotel menggunakan persewaan mobil yang ada di bandara, tarifnya disepakati Rp 150.000 per-mobil dan rombongan kami perlu dua mobil dengan biaya Rp 300.000. Ternyata oh ternyata, hotel Ramada Bintang tempat kami menginap itu sangat dekat dengan bandara, menyesal juga nih sewa mobil segala, karena jika naik taxi regular mungkin ongkosnya hanya sekitar Rp 50.000 per-taxi, memang penyesalan selalu datang terlambat ya he...he.

Kegiatan hari pertama, hanya berjalan-jalan di sekitar hotel, yang kebetulan dekat dengan Lippo Mal dan hotel ini juga dekat dengan resto "bebek tepi sawah", jadi untuk tempat makan tidak ada masalah yang berarti. Kami merencanakan nginap di Kuta selama 3 malam, lalu perjalanan dilanjutkan ke Lovina dan menginap selama 2 malam, lalu kembali lagi ke Kuta selama 2 malam, tapi menginapnya di hotel yang berbeda. Kelamaan ya 7 malam di Bali ? mau ngapain aja, aku baru menyadarinya setelah booking hotel dilakukan dan tidak dapat dibatalkan lagi, apa boleh buat suamiku yang merencanakan itenerary selama di Bali ini, kami menjadi follower yang baik dan dilarang protes, he..he.

taman tirtagangga
Kegiatan selama di Kuta juga biasa-biasa saja dan kurang menarik untuk diceritakan misalnya jalan-jalan di sekitar Kuta, ke GWK  dan tentu saja belanja2 di Krisna yang kadang2 bikin kalap ... sampai lupa waktu, apalagi adik-adikku yang baru pertama kali ke Bali. Selama di Bali kami menyewa mobil Toyota Hi Ace yang sudah dibooking dari Jakata dengan tarif  sekitar Rp 1.250.000 perhari termasuk biaya BBM dan supir, sedangkan untuk ke Lovina ada tambahan biaya penginapan dan makan supir sekitar Rp 200.000 per hari.

Kami mengunjungi sebuah taman yang indah yang terletak di Karang asem sekitar 2 jam dari Kuta namanya taman Tirtagangga, taman ini belum pernah kami datangi pada liburan ke Bali pada waktu2 sebelumnya. Taman ini indah dan terawat dengan baik dan cukup menarik untuk background berfoto ria. Luas area dari taman Tirtagangga adalah 1,2 hektar, yang memanjang dan membentang dari arah timur ke barat. Terdapat tiga tingkatan bangunan di taman Tirtagangga Bali. Di bangunan tertinggi terdapat mata air yang berada di bawah pohon beringin. Bangunan level kedua, terdapat kolam renang dan bangunan yang paling bawah terdapat kolam hias dengan air mancur.

Pada saat kita memasuki taman Tirtagangga, hal pertama yang terlihat adalah hamparan kolam air dan terdapat satu buah candi yang menjulang tinggi di bagian kanan. Di dalam kolam air tersebut, kita dapat melihat ikan hias dan dasar dari kolam. Air di taman ini sangat jernih dan sejuk, karena air kolam berasal dari mata air bukan dari air olahan. Mata air di taman Tirtagangga oleh masyarakat lokal dianggap sebagai air suci dan digunakan dalam upacara keagamaaan di daerah sekitar taman Tirtagangga.

lovina - berburu lumba-lumba
Oh ya di Bali ada tempat yang baru untuk merasakan sensasi unik, berada di ruangan terbalik, kok bisa begitu? Iya, soalnya setiap ruangan yang ada di sini perabotnya didesain terbalik, nama tempatnya Upside Down World  yang terletak di Jalan Bypass Ngurah Rai Pemogan Nomor 726, sayangnya kami nggak jadi berfoto ria di sini, karena antriannya panjang, harus nunggu sampai 5 jam. Selain itu juga ada tempat namanya DMZ (Dream Museum Zone) Bali yang terletak di Jl. Nakula No. 33X, Legian, di sini bisa foto2 dengan background lukisan 3 dimensi hasil karya dari seniman Korea yang mengandung nilai trik yang tinggi, sayangnya kami juga tidak sempat ke sini, karena baru tahu infonya setelah kembali ke Jakarta, telat deh ha...ha.

Hari minggu tgl 10 Juli 2016, kami berangkat menuju Lovina yang terletak di pesisir utara Pulau Bali tepatnya sekitar 10 km arah barat Singaraja. Pantai Lovina berada di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Dalam perjalanan ke Lovina, kami singgah di tempat kerajinan perak di daerah Celuk, kebetulan kacamata Hifzhan patah, sedangkan untuk bikin kacamata baru tidak akan selesai dalam satu hari, sehingga timbul ide untuk menyambung bagian yang patah tersebut di tempat pembuatan kerajinan perak, untunglah mereka bersedia melakukan reparasi kacamata tersebut.

Selain workshop untuk membuat kerajinan perak, di lokasi ini juga ada gedung untuk tempat menjual hasil kerajinannya, ternyata kami malah jadi lama banget di sini, memilih-milih perhiasan ha...ha belanja2 lagi deh, beli cincin, gelang dan bros. Harganya lumayan mahal dibandingkan harga yang dijual di toko yang kami datangi setelahnya, waduh apa kami tertipu ya ??

Rasa penasaran membuatku berbicara khusus dengan sales di toko tersebut untuk menanyakan secara detail tentang perhiasan perak. Setelah dibandingkan antara perhiasan yang dijual di toko tersebut dengan yang kami beli di tempat kerajinan perak di Celuk, sales tersebut mengakui bahwa yang kami beli kualitasnya lebih baik dan mungkin juga lebih tebal dan berat, sehingga harganya lebih mahal, lega juga mendengar penjelasan sales tersebut berarti kami tidak tertipu.

Perjalanan ke Lovina melewati daerah Tabanan dan Bedugul, nah suasana di Bedugul ini mirip suasana daerah Puncak-Jawa Barat karena Bedugul ini berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Pemandangan di kiri dan kanan ada gunung dan ada danau juga yaitu Danau Beratan dengan Pura Ulun Danu. Siapa sangka, ternyata masih ada dua danau lain yang tak kalah cantik dan indah, yaitu Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Dari tiga danau yang ada di Bedugul ini, Danau Beratan menjadi yang terbesar. Di daerah Bedugul ini juga banyak terdapat mesjid diantaranya mesjid Al Hidayah yang lumayan besar dan berlokasi di pinggir danau Beratan, sayangnya waktu kami disini suasana mendung sehingga pemandangan yang indah ini tertutupi kabut.
di tegal lalang

Kami tiba di Lovina setelah sekitar 4 jam berkendaraan dan sudah malam pula. Kawasan Lovina terkenal sebagai tempat untuk menyaksikan pertunjukan lumba-lumba liar. Nah kami melihat lumba-lumba tersebut pada hari ke tiga di Lovina, karena ingin santai2 dulu memulihkan tenaga. Untuk bisa melihat atraksi lumba-lumba liar, kita harus berangkat pagi sekali saat matahari akan terbit. Mengapa? Karena lumba-lumba di kawasan ini hanya muncul antara pukul 6 pagi hingga 8 pagi. Pada jam itu, puluhan lumba-lumba akan beratraksi secara alami menunjukkan kegiatan mereka. Ada yang sekadar berenang di permukaan air, ada juga yang melompat-lompat. Tentu hal ini akan membuat takjub akan keindahan binatang laut berwarna hitam tersebut.

Biasanya para wisatawan sudah berkumpul di pantai sekitar pukul 5.30 WITA untuk berangkat ke tengah laut. Kami menyewa 2 perahu nelayan yang memang disediakan untuk perjalanan tersebut. Perjalanan dimulai dengan menggunakan perahu kecil yang hanya bisa mengangkut maksimal 4 orang selain sang nelayan dengan biaya sekitar Rp 100 ribu per orang. Perahu akan menuju sekitar satu hingga dua kilometer ke arah tengah laut ke tempat biasanya lumba-lumba akan muncul.

senja di lovina beach
Nah di Lovina ini, anak-anak mengalami pengalaman yang baru lagi yaitu memancing dan snorkeling selain mengejar lumba-lumba di laut lepas yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Selama di Lovina kami menginap di Lovina beach house yang menghadap ke laut, penginapan ini lebih mirip dengan rumah dan pelayanannya juga tidak seperti di hotel. Jadi harus siap-siap bawa perlengkapan kamar mandi dan sandal sendiri, juga persediaan bekal makanan seperti indomie, cereal dll. Untuk sarapan pagi, petugas hotel akan datang ke penginapan, lalu menyediakan buah-buahan, membawakan roti, selai, butter dan telor untuk diolah sendiri oleh penyewa, memang di setiap rumah ada dapur dan perlengkapannya untuk masak-memasak.

Setelah menginap 2 malam di Lovina, kami kembali lagi ke Kuta dan menginap lagi sekitar 2 malam di hotel Patra Jasa sebelum kembali ke Jakarta. Selama di Kuta ini, kami lebih banyak menikmati fasilitas pantai yang ada di belakang hotel dan juga jalan-jalan di kawasan Nusa Dua. Tanggal 14 Juli 2016, kami kembali ke Jakarta dan tanggal 15 Juli 2016, adik-adikku kembali ke Medan. Selesailah liburan kali ini. Hmm ...berlibur itu menyenangkan, jadi pengen liburan lagi.

Salam Ina

Monday, July 11, 2016

Resiko Hobi (Tulisan Fathur)

Image result for breakdance cartoonSetiap orang pasti memiliki hobi. Hobi adalah suatu hal yang disukai oleh seseorang. Setiap orang memiliki hobi yang berbeda – beda baik yang tidak membahayakan maupun yang membahayakan. Biasanya, orang yang menyukai hobi berbahaya adalah orang yang suka memacu adrenalin. Lebih baik, pikirkan terlebih dahulu apakah hobi tersebut aman atau tidak. Berhati - hatilah dalam melakukan hal yang berbahaya. Jangan sampai peristiwa yang pahit ini terjadi pada orang lain.
1 tahun yang lalu saat aku masih kelas 7, seperti biasanya sedang bermalas-malasan menonton TV pada hari Sabtu. Karena bosan, aku hendak berdiri dari sofa dan pergi ke ruang tamu. Aku ingin merekam gerakan – gerakan breakdanceku. Kebetulan, orang tuaku sedang berbelanja di Pondok Indah Mall. Hanya ada kedua kakakku yang sedang berada di kamar mereka sendiri. Minggu itu juga, kakiku yang retak baru saja sembuh. Hanya aku sendiri yang berada di ruang tamu. 

Sekitar pukul 14:00 WIB, aku sedang merekam diriku latihan breakdance di ruang tamu. Saat aku melakukan gerakan headspin, badanku tidak seimbang, sehingga aku jatuh. Aku mencoba untuk menyimbangkan badanku dengan tangan kiriku. Tetapi jari manisku yang kiri malah patah akibat tidak bisa menahan badanku. Aku hanya bisa menahan sakit. Untuk mengurangi rasa sakit, aku memakai minyak angin di seluruh telapak dan jari kiriku. Lalu pembantuku mencium bau minyak angin tersebut. Pembantuku langsung mengurut jari manisku. Tidak lama kemudian, ibuku pulang. Aku langsung memberi tahu apa yang terjadi dan bergegas ke Rumah Sakit Eka Hospital. Jariku terasa sakit jika menggenggam. Lalu dokter membawaku ke ruang rontgen. Setelah dirontgen, jariku diberi perban. Meskipun patah, jariku bisa sembuh hanya dalam waktu kurang lebih 2 – 3 minggu

Aku bersyukur hal buruk yang terjadi ini tidak berulang lagi. Kini, aku sadar bahwa aku harus berhati – hati dalam melakukan segala hal. Sebaiknya, carilah hobi yang tidak berbahaya. Dan jika tidak ada, pikirkanlah terlebih dahulu tentang keamanan hobi tersebut. Lakukanlah secara berhati – hati dan mengetahui apa yang harus dilakukan. Hal ini perlu diperhatikan untuk menjaga berbagai kesalahan yang dapat terjadi seperti peristiwa yang pernah aku alami ini. 

Peristiwa tersebut memberikan pelajaran bahwa kita harus berhati – hati dalam melakukan segala hal. Dua bulan yang lalu sebelum jariku patah, suatu peristiwa seperti ini juga terjadi padaku. Kaki kananku retak pada saat kegiatan field trip. Kini aku sadar dan tidak ingin kejadian yang seperti ini menimpaku lagi. Terutama hal – hal yang berbahaya. Meskipun keren dan menyenangkan untuk dilakukan, hobi breakdance yang aku miliki ini juga cukup berbahaya. Berhati – hatilah dalam melakukan segala hal.

Salam Fathur

Friday, June 10, 2016

Kehilangan Pasangan Tercinta

Innalillahi wainna ilaihi raji'un, betapa kagetnya aku di pagi hari Jumat tanggal 10 Juni 2016 ketika dapat kabar bahwa suami adik iparku telah meninggal dunia, memang beliau sedang sakit dan sudah beberapa minggu sebelumnya di opname di salah satu RS di Bandung. Sayangnya hampir seluruh keluarga belum ada yang bezoek ke RS, karena memang adik iparku tidak memberitahukan rumah sakit tempat suaminya diopname kepada keluarga karena mungkin dia tidak ingin keluarga rame-rame berdatangan ke RS ... yang dapat mengganggu istirahat suaminya yang sedang sakit, kami semua dapat memakluminya.

Beberapa minggu sebelumnya ada lagi berita duka yang dialami saudara lainnya, dia kehilangan suami yang sudah bersama-sama dalam perkawinan selama 30 tahun ... karena suaminya tiba-tiba ingin menikah lagi, dan sang istri tidak mau dipoligami dan memilih jalan perceraian. Innalillahi wainna ilaihi raji'un.

Perpisahan apapun namanya baik karena sebab meninggal dunia maupun karena sebab2 yang lain, pastilah tidak menyenangkan, apalagi harus berpisah dengan suami tercinta, tapi realitas kehidupan selalu mengajarkan kita, bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi, kematian atau perpisahan itu bahkan sering datang secara mengejutkan.

Apapun bentuknya ...  lapangan kehidupan adalah lahan ujian. Tak terkecuali pernikahan tentunya. Ia adalah arena ujian. Kadang kita diuji dengan kesenangan. Tapi adakalanya ujian itu mencekam. Ibarat berlayar di tengah laut, kerap angin dan cuaca begitu indah dan bersahabat menggerakkan bahtera kita. Namun sekali waktu tanpa kita harapkan, secara mendadak hujan dan badai memporakporandakan seisi bahtera. Begitulah hidup.

Allah mengingatkan hal itu; “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan kebaikan dan keburukan sebagai ujian (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS 21:35).

Kehilangan pasangan hidup karena kematian ataupun perpisahan  merupakan pengalaman yang menimbulkan luka perih dihati yang cukup dalam sekaligus menghancurkan kondisi kejiwaan. Kehilangan dalam suatu perkawinan menimbulkan rasa sakit & kesedihan yang menyertai kepergian sosok pasangan tercinta. Berbagai perubahan secara fisik, kejiwaan, ekonomi, harga diri, kesehatan, hubungan dengan kerabat menjadi beban tersendiri bagi mereka yang mengalaminya. Beban itu menjadi terasa lebih berat jika diiringi perasaan bersalah, merasa gagal dan hilangnya harapan di masa depan.
Proses pemulihan diri tidaklah mudah, seringkali adanya hambatan dalam berbagai segi yang lain terlebih jika seseorang harus berjalan seorang diri. Rasa sakit yang diderita karena perpisahan adalah sama dengan kehilangan pasangan hidup karena kematian. Terutama jika kematian atau perpisahan itu datang begitu sangat mendadak dan tiba-tiba tanpa diduga sebelumnya. Rasa sakit itu melanda setiap orang yang pernah, sedang atau akan mengalami kehilangan orang yang dicintainya.

Meski cara kehilangan berbeda-beda, derita yang ditimbulkan, keterasingan dan kesepian yang dirasakan dapat menyebabkan proses pemulihan & penyesuaian diri sama sulitnya bagi mereka yang kehilangan pasangan hidupnya karena kematian atau karena perceraian, terlebih lagi karena dalam masyarakat Indonesia masih menganggap hidup berpasangan sebagai kehidupan keluarga ideal.

Proses kesedihan dan kedukaan kehilangan orang yang dicintainya maupun yang menyakiti hatinya terkadang bisa dengan mudah untuk disembuhkan tetapi juga ada yang membutuhkan waktu yang cukup lama, yang menentukan adalah seberapa besar keridhaan seseorang menerima ketetapan Allah.

Keridhaan adalah mengosongkan hati dari segala hal dan yang ada hanyalah Allah, tetapi jika kita tidak menerima  yang menjadi ketetapan Allah atas dirinya maka hatinya dipenuhi oleh kesedihan, kedukaan, kebencian dan kemarahan yang membuat hidupnya semakin terpuruk. Langkah awal untuk penyembuhan akibat pengalaman pahit dalam hidup adalah menyadari dan lebih mengenal diri sendiri agar bisa menerima apapun yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan juga menggunakan pengalaman tersebut untuk membantu, mencegah serta menghindarkan orang lain dari keterpurukan. 

Mungkin sikap seorang Siti Hajar selaku istri nabi Ibrahim ‘alaihis salam ketika ditinggalkan pasangannya dapat dijadikan contoh. Ketika ia ditinggal suaminya Ibrahim ‘alaihis salam, di padang tandus terpencil dengan bayi merah yang masih berada dalam gendongannya. “Wahai kakanda, benarkah engkau akan pergi meninggalkan kami sendiri?” tanya wanita itu lirih. Ibrahim hanya mengangguk pelan, seraya pergi menjauhi istri dan anaknya. Ibunda Hajar jelas penasaran dan cemas, lalu menghambur mengejar suaminya. “Benarkah yang menyuruhmu Allah ?” desak wanita sholehah itu sekali lagi. “Benar !” jawab Ibrahim. “Kalau ini perintah Allah, pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan kami,” ujar Siti Hajar mantap. 

Lantas perasaan cemas itupun berubah jadi tenang dan pasrah. Wanita sholehah itu tidak lagi merengek setelah memahami esensi misi suaminya. Ini tidak lain karena ia sangat mengerti bahwa pertalian cinta antara dia dengan suaminya karena Allah semata. 

Memang, Islam tak melarang seseorang untuk melampiaskan duka atas sebuah musibah, apapun jenisnya. Termasuk menangisi kehilangan suami. Tapi jangan terus larut dalam perasaan tanpa berpikir rasional dan proporsional. Bahwa masalah-masalah baru menyangkut kelangsungan keluarga perlu segera dipikirkan. Sehingga Rasulullah saw pernah melarang wanita ke kuburan, ketika para wanita tak mampu mengendalikan emosi kesedihannya. Tapi setelah itu (ketika wanita Makkah tidak lagi histeris menangisi kematian anggota keluarganya), ziarah kubur bagi wanita ... beliau izinkan.

Satu lagi kisah seorang wanita tabi’in yang kehilangan suaminya. Ia bersikap pasrah tanpa emosional. Para kerabat suaminya justru yang bertanya cemas. “Apa anda tidak khawatir atas kematian suami anda?” Dijawab oleh si wanita, “Bukankah suami saya seorang yang ‘tukang makan’ bukan ‘Pemberi Makan’?” jawabnya tenang, lantaran keyakinannya yang mantap bahwa Allah adalah Penggaransi rezeki yang sebenarnya.

Dua penggal episode kehidupan wanita sholehah di atas, seyogyanya dapat dijadikan sebagai ibroh (pelajaran). Bahwa kemantapan iman dan kepahaman akan esensi hidup, membuat seseorang akan bersikap rasional dan proporsional. Akan membuat seseorang menjadi cerdas, peduli, dan cepat mengambil tindakan-tindakan realistis mengatasi berbagai problema hidup.

Semoga adik iparku dan saudaraku yang sedang diuji dengan kehilangan suaminya dapat sabar dan kuat serta tetap menjadi wanita sholehah yang menggantungkan hidup dan matinya hanya pada Allah SWT semata.

Salam Ina


Tuesday, May 31, 2016

Jalan-jalan ke Belitung

Pada libur week-end tanggal 28 dan 29 Mei 2016 yang lalu, aku dan teman2 TK83 kembali jalan2 bareng ke Belitung (2 hari dan 1 malam)... seru banget karena kami bisa bersama-sama menikmati pemandangan laut Belitung yang indah dan juga mencoba berbagai kuliner yang ada, serta tentu saja saling meledek atau lebih tepat saling membully, sebagai bahan candaan yang tiada habis2nya setiap kami berkumpul bersama-sama.

Perjalanan ke Belitung ini sudah direncanakan jauh-jauh hari ... tentu saja seperti biasanya, teman kami yaitu bu Koor yang selalu menjadi volunteer untuk membelikan tiket pesawat ke Belitung dan mengkoordinir acara liburan ini.

Nah week-end yang ditunggupun tiba, yang bisa berangkat adalah 11 orang, sedangkan 3 orang teman kami batal berangkat karena ada acara lain yang tidak bisa ditinggalkan, sayang juga tiket dan biaya tournya hangus dan tidak dapat diuangkan kembali.

Kami berangkat dari Jakarta naik pesawat Garuda pk.6.45 dan tiba di Belitung (Tanjung Pandan) sekitar puku 8 pagi. Pihak tour sudah menjemput kami di airport dan langsung menuju warung Mie Atep yang lumayan terkenal di Belitung, rasanya mirip mie kocok Bandung, bagiku Mie Aceh tetap lebih enak, dasar lidah Aceh yang tak bisa pindah ke lain hati ha...ha.

Setelah dari Mie Atep, kami menuju hotel BW Suites untuk menitipkan bagasi karena kami belum bisa check in di hotel. Di hotel kami berganti kostum dengan pakaian renang agar bisa berbasah-basah di laut. Kami segera berangkat menuju pantai Tanjung Kelayang untuk Island Hopping dengan naik kapal mengunjungi pulau2 di pantai barat Belitung. Pulau yang disinggahi pertama kali adalah pulau Lengkuas, di sini terdapat mercu suar peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1882. Nah, di pantai ini banyak batu-batu besar yang sangat cocok dijadikan tempat berfoto ria., kita dapat menikmati keindahan pulau dari sini  .. apalagi jika mampu naik ke atas mercu suar.
Kami sempat juga singgah di pulau pasir, yaitu pulau yang terbentuk dari pasir yang berada di tengah laut, pulau ini unik karena bisa hilang dan timbul tergantung pasang surutnya air laut.  Ketika air laut pasang maka pulau ini tidak terlihat, sedangkan ketika air laut surut, kita bisa berfoto ria dan bermain2 di pulau pasir ini.

Kami juga mengunjungi pulau Batu Berlayar dimana banyak batu-batu besar yang dapat dijadikan objek berfoto .. Subhanallah, sungguh luar biasa Allah menciptakan alam semesta yang beragam jenisnya seperti pulau yang ada di sini ...  yang isinya hanya batu-batu yang sangat besar.
pulau pasir
Di sekitar pulau Lengkuas, kami juga sempat snorkeling ....  tepatnya yang snorkeling adalah teman-teman yang memang sudah terbiasa. Aku yang sama sekali belum pernah, sempat juga diceburkan di laut, dipandu oleh teman2 yang sudah jago, tapi belum berani untuk mencelupkan kepala ke bawah air laut, jadi aku hanya berada sebentar di dalam air ... itupun sambil ketakutan dan jadi bahan ledekan teman-teman..., ha...ha.
danau biru (kaolin)
Selanjutnya kami berangkat menuju pulau Kepayang untuk makan siang, disini tersedia kamar mandi dan toilet untuk membersihkan diri dan buang air kecil dan besar. Namun menurutku, kita tidak perlu mandi atau ganti baju yang basah  di sini, karena pada perjalanan selanjutnya untuk pulang akan basah lagi terutama jika air surut, kapal tidak bisa merapat ke pantai sehingga untuk naik ke kapal kita akan masuk ke dalam air terlebih dahulu.

Di perjalanan pulang menuju hotel, kami sempatkan singgah untuk makan mpek-mpek mama Rio yang katanya enak ... benar juga mpek-mpeknya memang enak dan kamipun memesan mpek-mpek ini untuk dibawa ke Jakarta.

Malamnya kami makan malam di resto Belitong Tempo Duluk, dekorasi restonya lumayan unik untuk berfoto ria, kalau rasa makanannya sih menurutku biasa saja.

pantai laskar pelangi
Hari ke dua atau hari terakhir di Belitung, kami mengunjungi rumah adat Belitung, foto-foto dan sempat juga menari he..he, lalu lanjut ke danau biru atau danau Kaolin ... air danau ini warnanya biru, cantik banget, Setelah puas foto-foto di sini, sebelum kembai ke hotel untuk check out, kami singgah di tempat oleh2, nama tokonya Klapa, beragam oleh2 ada disini, mulai dari sirup, kerupuk kemplang, baju kaos, dll, mereka juga sudah menyediakan packing untuk oleh2 yang dibeli pengunjung, hebat juga nih Belitung.

Setelah sholat jamak dzuhur dan ashar, kami check out dari hotel dan menuju tempat makan siang ... menunya sea food, nah disini makanannya cukup lezat. Selanjutnya, kami menuju pantai Laskar Pelangi tempat shooting film laskar pelangi yang terkenal beberapa waktu yang lalu. Buku karangan Andrea Hirata ini  sempat menjadi perbincangan masyarakat Indonesia karena ceritanya bagus banget dan juga dibuatkan filmnya. Karena buku dan film laskar pelangi ini juga, wisata ke Beitung menjadi lebih populer dan berkembang. Sayangnya karena keterbatasan waktu kami tidak sempat ke Manggar yang terletak di Belitung timur tempat cerita laskar pelangi ini bermula.

Sekitar pukul 14.30, kami berangkat menuju airport untuk kembali ke Jakarta, usai sudah perjalanan TK83 jalan-jalan ke Belitung. Di dalam pesawat, kamipun sudah berencana untuk melakukan liburan bareng-bareng lagi ke tempat wisata lainnya .... mudah-mudahan dapat terealisasi.

Salam Ina

Monday, May 16, 2016

Kekuatan Doa Ibu

Sebagai seorang ibu, seringkali aku galau dan dihinggapi kekhawatiran tentang masa depan  anak-anakku mengingat saat ini persaingan dan kompetisi antar sesama semakin besar, jumlah manusia yang semakin banyak sedangkan sumber daya semakin berkurang  serta semakin berkurangnya rasa sosial dan tolong menolong antara sesama ... bahkan saat ini berkomunikasi lewat gadget lebih disukai anak-anak dibandingkan berkomunikasi secara nyata face to face.  Rasanya memang tidak banyak yang dapat aku lakukan selain memperbanyak berdoa kepada Allah SWT, mohon perlindungan dan bimbinganNya agar anak-anakku diberi keselamatan iman, memperoleh kehidupan yang  baik, sukses dan bahagia di  dunia & akhirat, Aamiin Ya Rabbal'alamin.

Banyak tulisan yang mengupas tentang kekuatan sebuah doa dan keutamaannya. Nah doa ibu adalah doa yang dipandang sebagai doa makbul seperti  sabda Rasulullah SAW, "Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi (kemakbulannya), yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang dizalimi." (HR Abu Daud).

Doa orangtua terlebih ibu amat didengar oleh Allah SWT ... berikut  hasil searching   di internet tentang kisah imam besar Masjidil Haram Syaikh Abdurrahman As-Sudais. Syaikh Sudais dengan suara merdunya tatkala membaca Al-Quran amat dikenal di Indonesia.  Menjadi imam masjidil haram yang di dalamnya terdapat ka'bah yang merupakan kiblat kaum muslim seluruh dunia tentunya sebuah kemuliaan yang tinggi. Dibalik nama besarnya sebagai seorang imam masjid, terukir kisah masa kecilnya yang unik.

As-Sudais kecil saat berusia 12 tahun, menurut informasi  ... dikenal sebagai anak yang sangat nakal.  Ulahnya sering membuat jengkel sang Ibu, akan tetapi ibunda Sudais bukanlah tipe ibu yang marah-marah dengan mengumbar kata-kata kasar... saat memarahi Sudais akibat  kenakalannya, ibunya justru melantunkan doa.

Pada suatu hari saat Sudais sedang bermain pasir, di rumah kedatangan tamu rekan orang tuanya.  Seperti biasa Ibunya menyiapkan hidangan untuk  memuliakan sang tamu. Hidangan itu berupa sajian kambing siap santap. Nah di saat hidangan tersebut hendak disajikan ke tamu, Sudais kecil dengan kenakalannya malah menaburi masakan itu dengan pasir.

Waaah… kalau kita bagaimana jengkelnya ya? Ibunda Sudais juga geram kepada anaknya tapi ia mencoba menahan diri dari berkata buruk, ia malah berujar begini    “Pergilah Nak,   semoga Allah menjadikan kamu Imam Masjidil Haram”.   Subhanallah.... ucapan baik dari seorang Ibu bisa menjadi doa untuk anak-anaknya.

Sebuah contoh  doa orang tua yang mustajab. Sudais yang dikenal nakal pada masa kecilnya, kini menjadi imam besar Masjidil Haram. Suaranya yang merdu  didengar bukan hanya di Makkah, melainkan menggema di seluruh dunia.  Sungguh tak terlintas dalam benak si Ibu, bagaimana mungkin anak yang nakal dan malas belajar bisa menjadi Imam Masjidil Haram ?

Ada lagi kisah lainnya  dari hasil searching  dan  beredar di WA grup yaitu  tentang  tulisan  Dr Fauzia Addabbus, seorang psikolog yang amat populer di Kuwait yang pernah menulis di Twitter  tentang rahasia-rahasia doa seorang Ibu, jika tiap malam ia mendoakan anak-anaknya, dan ternyata efek dari twitter itu telah mengubah jalan hidup banyak orang. Copas Isi twitternya sebagai berikut:

"Aku menyumpahmu demi Allah wahai setiap Ibu, agar jangan tidur tiap malam sebelum engkau memohon pertolongan Allah dan mengabariNya bahwa engkau Ridho atas anak-anakmu seridho-ridhonya, dan aku menyumpahmu demi Allah agar engkau tidak menghijab/menghalangi RidhoNya kepada anak-anakmu. Dan aku memintamu wahai para ibu agar jangan engkau tidur tiap malam sebelum kau angkat kedua tanganmu sambil menyebut satu persatu nama anak-anakmu dan mengabarkan kepadaNya bahwa engkau ridho atas mereka masing-masing.

Begini doanya: "Allahumma innii usyhiduka annii roodhiyah 'an ibnii/ibnatii (sebut nama anak-anakmu satu persatu) tamaamarridho wa kamaalarridho wa muntahayirridho. Fallahumma anzil ridhwaanaka 'alaihim biridhooii 'anhum"

Artinya: "(Ya Allah aku bersaksi kepadaMu bahwa aku ridho kepada anak2ku (sebutkan nama anak-anak........) dengan ridho paripurna, ridho yang sempurna dan ridho yang paling komplit. Maka turunkan ya Allah keridhoanMu kepada mereka demi ridhoku kepada mereka)."

Kemudian setelah berselang beberapa minggu setelah Twitter tersebut tersebar, tiba-tiba aku dikejutkan oleh seorang ibu yang berkata bahwa aku telah mengubah kehidupannya secara total, dan sekarang dia merasa dalam kenikmatan yang tak terlukiskan karena akibat doa itu terhadap dia dan anak laki-lakinya yang berumur 22 tahun. Maka berceritalah si Ibu itu:

Sejak kelahiran anakku itu aku hidup dalam penderitaan karenanya. Dia tak pernah sholat dan bahkan jarang mandi, dia sering berdebat panjang denganku, dan tak jarang dia membentakku dan tak menghormatiku, walaupun sudah sering aku mendoakannya. Maka ketika membaca twittermu aku berkata : mungkinkah omongan ini benar? tampaknya masuk akal?? dan seterusnya.... dan akhirnya kuputuskan untuk mencoba anjuranmu walaupun aku tak yakin bahkan mentertawaimu.

Lalu setelah seminggu, mulai berubah nada suara putraku kepadaku, dan pertamakali dalam hidupku aku tertidur dalam kedamaian, dan didalam diriku ada sedikit syak? Dan kemudian kudapati putraku mandi , padahal aku tak menyuruhnya..

Minggu kedua dan aku terus mendoakannya sesuai anjuranmu, ia membukakan pintu untukku dan menyapaku "Apa kabar ibu?" dengan suara lembut yang tak pernah kudengar darinya sebelum itu. Aku gembira tak terkira walaupun aku tak menunjukkan perasaanku kepadanya sama sekali.

4 jam kemudian aku menelponnya di ponselnya, dan ia menjawabku dengan nada yang berbeda dari biasanya: "Bu, aku disamping masjid dan aku baru akan sholat waktu ibu menelponku….”

Maka akupun tak mampu menahan tangisku, bagaimana mungkin ia yang tak pernah sholat bisa mulai sholat dan dengan lembut menanyaiku apa kabar ?? Tak sabar aku menanti kedatangannya dan segera kutanyai sejak kapan engkau mulai sholat? Jawabnya; “Aku sendiri tak tahu Bu, waktu aku di dekat masjid mendadak hatiku tergerak untuk sholat……………….”

Sejak itu kehidupanku berubah 180 derajat, dan anakku tak pernah lagi berteriak-teriak kepadaku dan sangat menghormatiku. Tak pernah aku mengalami kebahagian seperti ini walaupun aku sebelumnya sering hadir di majelis-majelis zikir dan pengajian-pengajian…..

Ibu adalah harta karun yang kita sia-siakan. Betapa tidak? Karena beratnya kehidupan sehari-hari seringkali seorang ibu melupakan doa untuk anak-anaknya, sering juga dia menganggap bahwa pusat-pusat bimbingan psikologi adalah jalan lebih baik untuk perkembangan anak-anaknya.
Padahal justru Doa Ibu adalah jalan tersingkat untuk mencapai kebahagiaan anak-anaknya di dunia dan akhirat.

Jangan pernah bilang: "Ah anakku masih kecil, ngapain didoakan? Bagaimana jika engkau menunggu mereka makin besar dan dewasa, dan menjadi tua, disaat mereka lebih butuh akan doa-doamu, padahal mungkin waktu itu engkau sudah di haribaan Ilahi?

Jadi doakan anak-anakmu mulai sekarang, dan jadilah orang yang bermurah hati dengan doa-doamu untuk mereka. Allah telah mengkaruniai kita para ibu sebagai wasilah bagi anak-anak kita dalam hubungan mereka dengan Allah melalui doa-doa kita untuk mereka. Kita bisa melakukannya kapanpun kita mau, dan kita bisa mengetuk pintuNya kapanpun kita mau dan Allah tak pernah mengantuk dan tak pernah tidur. Semoga doa setiap ibu untuk kebaikan anak-anaknya dikabulkan Allah SWT.

Salam Ina.

Friday, April 22, 2016

Diet GM

Kali ini aku akan bercerita tentang diet yang pernah aku jalani pada bulan Maret dan April 2016 yaitu Diet General Motor atau dikenal dengan Diet GM. Artikel tentang Diet GM ini aku temukan ketika googling dan ada juga yang sharing artikel ini di facebook. Salah satu alasan mengapa aku tertarik melakukan diet ini adalah karena dari menu dietnya kita tidak dibuat lapar he...he boleh makan sekenyang-kenyangnya dengan menu diet harian tersebut.

Menurut arikel yang kutemukan di internet, Diet GM dirancang untuk menurunkan berat badan sekitar 5-8 Kg dalam satu minggu. Diet GM juga bersifat detoksifikasi serta memperbaiki pola makan serta emosi. Diet GM merupakan program diet selama 7 hari penuh dengan menu jenis makanan yang berbeda setiap harinya. Selama masa diet harus minum air putih minimal 10 gelas setiap hari dan tidak minum alkohol selama program diet berlangsung. Berikut ini adalah pola diet yang harus dijalankan selama satu minggu.
  • Hari Pertama: Buah-buahan, kecuali pisang. Di hari pertama ini hanya dibolehkan makan buah-buahan. Buah apa saja kecuali pisang. Boleh makan hingga kenyang. Sangat disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak buah melon dan semangka.
  • Hari Kedua: Sayur-sayuran. Hari kedua hanya dibolehkan makan sayur-sayuran. Apa saja baik mentah maupun matang. Bisa dimasak tumis, sup ataupun rebus. Tidak ada batasan jumlah ataupun tipe sayuran dan boleh makan hingga kenyang.
  • Hari Ketiga: Sayur dan Buah. Di hari ketiga bisa mencampur menu sayuran dan buah-buahan. Tidak ada batasan jumlah dan boleh sebanyak yang diinginkan. Tetapi tetap tidak boleh mengonsumsi buah pisang.
  • Hari Keempat: Pisang dan Susu. Di hari keempat konsumsi pisang sejumlah 8 buah pisang serta 3 gelas susu. Tidak mengonsumsi jenis makanan lain.
  • Hari Kelima: Daging dan Tomat. 500 gr daging sapi dan 6 buah tomat menjadi menu utama di hari kelima. Hamburger dibolehkan. Tingkatkan konsumsi air putih untuk membersihkan sistem pencernaan. Daging sapi bisa diganti dengan daging ayam tanpa kulit atau tempe bagi yang vegetarian.
  • Hari Keenam: Daging dan Sayuran. Di hari keenam boleh memakan kombinasi sayuran dan daging dalam jumlah yang tidak dibatasi.
  • Hari Ketujuh: Beras Merah, Jus buah, dan Sayuran. Di hari terakhir diet mulai kembali ke pola makan yang biasa dengan menu beras merah, jus buah serta sayuran.
Setelah aku menjalani diet ini 2x yaitu 7 hari di bulan Maret 2016 dan 7 hari di bulan April 2016 … hasilnya bagaimana ? ternyata berat badanku tidak turun banyak, paling sekitar 1 kg saja, namun aku merasa tubuh lebih fit, mungkin karena diet ini berfungsi juga sebagai detoksifikasi.

Pada bulan April 2016, setelah melakukan diet ini, aku melakukan test laboratorium untuk parameter kolesterol dan baru kali ini hasil pemeriksaan darah untuk parameter HDL tinggi sekali 71 mg/dl, biasanya dalam range 40 - 60 mg/dl. Hasil darah terkait parameter kolesterol lainnyapun cenderung membaik dibandingkan dengan data test darah sebelumnya, dimana  untuk parameter tersebut sering berada di luar batas normal he…he. Apakah ini karena diet GM tersebut, entahlah … walaupun berat badan belum turun2 juga, perubahan yang aku rasakan, sepertinya lemak tubuh (gelambir) yang ada di punggung dan perut rada berkurang nih :)
 
Berikut sharing hasil test darah tgl 6 April 2016:

  • Total Kolesterol : 234 mg/dl (batasan < 200 mg/dl)
  • HDL : 71 mg/dl (batasan 40 - 60 mg/dl)
  • LDL : 137 mg/dl (batasan < 150 mg/dl)
  • Trigeliserida : 129 mg/dl (batasan 50 - 150 mg/dl)
  • LDL/HDL : 1.93 (batasan < 2.5)
  • Total Kolesterol/HDL : 3.30 (batasan < 4.5)
  • Trigeliserida/HDL : 1.82 (batasan < 5)
Rumus total Kolesterol = LDL + HDL + 1/5 Trigeliserida, jadi berdasarkan rumus ini walaupun LDL dan Trigeliserida masih dalam range normal, tapi karena HDL nya tinggi, total kolesterolnya jadi tinggi juga. Apakah berbahaya kalau HDL di atas range normal seperti yang kualami ? googling dulu ah … nanti kalau sudah dapat artikelnya akan dishare di blog ini.

Karena aku merasakan hal yang positif bagi tubuhku dengan diet GM ini, rencananya akan aku jalani secara rutin setiap bulan selama 7 hari. Semoga memberi manfaat bagi kesehatanku ... jiwa dan raga. Aamiin Ya Allah.

Salam Ina

Monday, March 07, 2016

Gerhana Matahari 2016

Menurut pengamat Astronomi, pada tahun 2016 ini,  akan terjadi 2 gerhana matahari dan 2 gerhana bulan di wilayah Indonesia. Adapun salah satu gerhana matahari yang dimaksud adalah Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi pada 9 Maret 2016 mendatang. GMT merupakan peristiwa alam yang dikarenakan posisi matahari, bulan dan bumi berada pada satu garis. Kejadian ini dimulai pada saat bulan secara perlahan menutupi piringan matahari. Semakin lama semakin besar, area piringan matahari ditutupi secara total oleh bulan. Akibatnya, wilayah-wilayah yang dilintasi GMT tidak mendapatkan sinar matahari (gelap).

Gerhana matahari adalah fenomena langka yang jadi buruan manusia sejak dulu. Kali ini istimewa karena wilayah daratan yang dilalui gerhana total hanya Indonesia. Peneliti, masyarakat, turis, dan pemerintah mulai bersiap menyambut gerhana matahari total tersebut.

Jalur totalitas gerhana membentang dari Samudra India hingga utara Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Jalur gerhana itu selebar 155-160 kilometer dan terentang sejauh 1.200-1.300 kilometer, yang kali ini melintasi 12 provinsi di Indonesia. Provinsi-provinsi itu adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung. Selain itu, semua provinsi di Kalimantan (kecuali Kalimantan Utara), Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara juga dilintasi. Namun, tidak semua daerah di provinsi itu dilintasi jalur totalitas gerhana.

Di pusat jalur gerhana, gerhana total terpendek terjadi di Seai, Pulau Pagai Selatan, Sumatera Barat, selama 1 menit 54 detik dan terpanjang di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, selama 3 menit 17 detik. Totalitas gerhana terlama terjadi di satu titik di atas Samudra Pasifik di utara Papua Niugini selama 4 menit 9 detik.

Di luar daerah yang dilintasi jalur totalitas gerhana akan mengalami gerhana matahari sebagian (GMS). Daerah yang mengalami GMS akan melihat Matahari berbentuk sabit. Pada tanggal 9 Maret 2016 nanti, seluruh wilayah Indonesia, di luar yang mengalami GMT, akan mengalami GMS, demikian menurut ketua Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional).
 

Hal-hal yang Dianjurkan Ketika Terjadi Gerhana

Pertama: perbanyaklah dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)

Kedua: keluar mengerjakan shalat gerhana secara berjama’ah di masjid.
Ketiga: wanita juga boleh shalat gerhana bersama kaum pria.
Keempat: menyeru jama’ah dengan panggilan ’ash sholatu jaami’ah’ dan tidak ada adzan maupun iqomah.
Kelima: berkhutbah setelah shalat gerhana

Tata Cara Shalat Gerhana
Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua raka’at dan ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Namun, para ulama berselisih mengenai tata caranya. Ada yang mengatakan bahwa shalat gerhana dilakukan sebagaimana shalat sunnah biasa, dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada sekali ruku’, dua kali sujud. Ada juga yang berpendapat bahwa shalat gerhana dilakukan dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada dua kali ruku’ dan dua kali sujud. Pendapat yang terakhir inilah yang lebih kuat sebagaimana yang dipilih oleh mayoritas ulama.  Hal ini berdasarkan hadits-hadits sbb :

“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at.” (HR. Muslim no. 901).

“Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemudian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.” (HR. Bukhari, no. 1044).


Tata cara shalat gerhana sama seperti shalat biasa dan bacaannyapun sama, urutannya sebagai berikut:

[1] Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ’alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.
[2] Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.
[3] Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:
جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ
”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaharkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)
[4] Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.
[5] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’
[6] Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
[7] Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.
[8] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).
[9] Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.
[10] Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
[11] Tasyahud.
[12] Salam.
[13] Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. 

Semoga Bermanfaat.

Salam Ina

Monday, February 29, 2016

Tahun Kabisat 2016

Hari ini tanggal 29 Februari 2016 adalah tanggal yang istimewa karena hanya muncul empat tahun sekali, mungkin yang lahir pada tanggal ini bukan merayakan ulang tahun tapi ulang 4 tahun he...he. Tapi jangan khawatir, orang-orang yang berulang tahun pada tanggal 29 Februari dapat merayakannya pada 28 Februari atau 1 Maret. Sebuah hukum di Inggris tahun 1256 menghitung tanggal 29 Februari dan 28 Februari sebagai satu hari sehingga orang yang lahir di tanggal 29 Februari di Inggris dan Wales secara legal mencapai umur 18 atau 21 tahun pada tanggal 28 Februari. Bagaimana dengan Indonesia ? mungkin ikut cara Inggris juga ?.
Logo Google pada tanggal 29 Februari 2016
Tahun Kabisat menurut definisi ini ada sejak diluncurkannya kalender Gregorian (1582). Tahun kabisat (bahasa Inggris: Leap year) adalah tahun yang mengalami penambahan satu hari dengan tujuan untuk menyesuaikan penanggalan dengan tahun astronomi. Hal ini dikarenakan Bumi membutuhkan waktu 365,2422 hari untuk mengitari matahari, sementara kalender Masehi atau kalender Gregorian menggunakan 365 hari dalam satu tahun. Dengan demikian, setiap empat tahun sekali harus ditambahkan satu hari tambahan agar waktu revolusi Bumi terhadap matahari tetap akurat. 

Mengapa Februari yang mendapatkan hari tambahan?

Alasan dibalik mengapa bulan Februari mendapatkan kehormatan untuk memiliki hari kabisat memang cukup unik. Awalnya, Februari memiliki hari yang sama dengan bulan lainnya, yaitu 30 hari. Namun, pada saat Julius Caesar berkuasa, ia ingin agar bulan dengan namanya, yaitu Juli, ditambahkan satu hari.

Hal tersebut juga dilakukan oleh Augustus Caesar yang juga meminta menambahkan satu hari untuk bulan Agustus. Alhasil Februari lah yang menjadi "korban" dan untuk "menyeimbangkan" perhitungan kalender, maka tahun kabisat "dihadiahkan" ke bulan Februari.

Dalam satu tahun yang tidak secara persis terdiri dari 365 hari, tetapi 365 hari 5 jam 48 menit 45,1814 detik. Jika tidak dilakukan penambahan hari tersebut, maka setiap 4 tahun akan kekurangan hampir 1 hari (tepatnya 23 jam 15 menit 0,7256 detik). Untuk mengkompensasi hal ini, setiap 4 tahun sekali (tahun yang bisa dibagi 4), diberi 1 hari ekstra yaitu 29 Februari. Tetapi karena 5 jam 48 menit 45,1814 detik kurang dari 6 jam, maka tahun-tahun yang bisa dibagi 100 (seperti tahun 1900), bukan tahun kabisat, kecuali bisa dibagi dengan 400 (seperti tahun 2000). Terdapat algoritma mudah untuk menentukan apakah suatu tahun termasuk tahun kabisat atau bukan sebagai berikut:
  • Jika angka tahun itu habis dibagi 400, maka tahun itu sudah pasti tahun kabisat, contohnya tahun 1600,  2000.
  • Jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400 tetapi habis dibagi 100, maka tahun itu sudah pasti bukan merupakan tahun kabisat, contohnya tahun 1700, 1800, 1900. 
  • Jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100 akan tetapi habis dibagi 4, maka tahun itu merupakan tahun kabisat, contohnya tahun 2016
  • Jika angka tahun tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100, dan tidak habis dibagi 4, maka tahun tersebut bukan merupakan tahun kabisat.
Berdasarkan algoritma di atas, berikut ini urutan tahun-tahun kabisat pada periode tahun 1800 sampai dengan tahun 2400 :

Semoga Bermanfaat

Salam Ina

Tuesday, February 16, 2016

Rindu Anak-anakku

Sebenarnya aku belum dapat inspirasi untuk tulisan di blog ini, namun karena tanggal hari ini adalah tanggal cantik, yang kalau dituliskan dalam bentuk angka 16-02-16, maka dengan bersusah payah mulailah mengarang bebas, mungkin tepatnya curhat  di sini ha...ha.

Beberapa bulan terakhir ini, tepatnya sejak bulan Agustus tahun 2015, ada beberapa keadaan yang berubah di rumah kami, anakku yang ke 2 (cowok) memutuskan untuk kembali kuliah di Bandung, Alhamdulillah dia diterima di jurusan seni rupa UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), artinya dia kembali merantau, tinggal seorang diri di Bandung. Aku berdoa semoga anakku betah dan mampu bertahan untuk serius kuliah di tempat tersebut. 

Bagi seorang ibu, walaupun anaknya sudah besar, naluri keibuan untuk selalu melindungi anaknya tetap ada, sering kali aku rindu pada anakku dan setiap kali melewati kamar tidurnya yang kosong, air mataku sering  muncul tanpa dapat kutahan. Agar aku dapat setiap hari memantau keadaannya, aku minta anakku minimal 2 kali per hari harus memberi kabar yaitu pagi setelah sholat subuh dan ketika dia sudah kembali dari kegiatannya, biasanya sore atau malam hari. Jika pada waktu yang dijanjikan dia belum memberi kabar, maka aku yang akan mencari tau keberadaannya ... lebay ya he...he.

Kemudian sejak Januari 2016, tiba giliran anakku yang sulung (cewek) yang pergi merantau, karena dia sudah mulai bekerja, kebetulan ditugaskan di Karawang dan hanya hari sabtu dan minggu dia kembali ke rumah. Sekarang setiba di rumah ketika pulang dari kantor, untuk menuju kamar tidurku ... aku harus melewati 2 kamar anak-anakku yang kosong, waduh sedihnya .... rasanya ingin kembali pada keadaan ketika anak-anakku masih kecil dan kami selalu berkumpul bersama2.

Meskipun lokasi merantau anak-anakku tersebut Bandung dan Karawang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami di Jakarta coret maksudnya di perbatasan Jakarta dengan Banten, namanya merantau ... ya sama saja, tetap aku tidak melihat wajah mereka setiap hari,  apalagi kalau merantaunya jauh ya, bisa bulanan dan tahunan nggak ketemu ? Sekarang aku dapat merasakan perasaan ke dua orang tuaku, ketika dulu aku kuliah di Bandung, sedangkan mereka tinggal di Aceh dan kami bertemu setahun sekali ....  rindu, perih dan pedih tentunya, apalagi waktu itu alat komunikasi belum secanggih dan semudah seperti saat ini.

Cerita kedaaan di rumah yang mendadak sepi ditinggal para anggotanya masih berlanjut, sejak pertengahan Januari 2016, suamiku ditugaskan kantornya untuk ikut melakukan evaluasi lelang EPC yang dipoolkan di suatu tempat, sehingga dia juga tidak pulang ke rumah pada hari kerja. Jadi hanya hari sabtu dan minggu, anggota rumah kami agak lengkap, sekali-kali anakku yang di Bandung juga pulang ke rumah pada libur weekend, duh senangnya. Tapi hal itu tidak berlangsung lama, hari Minggu sore atau Senin pagi, rumah kembali sepi, tinggallah aku berdua dengan anakku yang bungsu (cowok), nah anakku yang masih ABG ini juga sibuk sendiri, sering pergi ke rumah temannya karena ada tugas kelompok dan kalaupun dia ada di rumah, jika tidak ada tugas atau PR, diapun sibuk main game pula, tambah meranalah ibunya kesepian.

Kalau dulu ketika anak-anakku masih kecil .. mungkin akan menyanyikan lagu "aku sedih duduk sendiri, papa pergi .. mamapun pergi", ketika melihat ke dua orang tuanya pergi bekerja, sekarang giliran ibunya yang bernyanyi "aku sedih duduk sendiri, anakku yang lelaki pergi, yang perempuanpun pergi, nah yang bungsu sibuk pula main game sendiri" ... sambil ibunya tersenyum kecut.  Demikianlah cerita curhat seorang ibu yang mungkin agak lebay ....

Setiap hari aku berdoa untuk anak-anakku untuk kebaikan mereka dunia dan akhirat, berikut sebagian doa yang dicontohkan para nabi dan orang-orang sholeh dalam mendoakan anak dan keturunannya.

Doa Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam di mana beliau berdoa,
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)
رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ
Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim: 35)
Lihatlah sifat ‘ibadurrahman (hamba Allah) yang berdoa,
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqan: 74)
Semoga Allah memperkenankan doa kita sebagai orang tua yang berisi kebaikan kepada anak-anak kita. Semoga anak-anak kita berada dalam kebaikan dan terus berada dalam bimbingan Allah SWT di jalan yang lurus. 

Salam Ina